Malam 27 Ramadhan, Presiden Sudan dan Pesepak Bola Perancis Karim Benzema Iktikaf di Masjidil Haram

Jeddah, (gomuslim).  Jumat malam Sabtu ini (02/07/2016) adalah malam ke-27 Ramadhan 1437 H. Malam ke-27 pernah disebut dalam sebuah hadis Nabi terjadi bergulirnya malam yang keutamaannya sama dengan 'malam seribu bulan'. Saat itu, seorang sahabat melihat dalam mimpi tanda-tanda yang kemudian dilaporkan kepada Nabi, dan dijawab itu adalah tanda-tanda turunnya 'lailatul qadar'.  Meski kehadirannya dirahasiakan, namun banyak yang yakin malam mulia itu ada di 10 hari terakhir bulan Ramadhan, terutama pada malam ganjil dan khususnya malam ke-27.

Berkenaan dengan keutamaan umrah di bulan Ramadhan serta keutamaan malam yang mulia, maka tak hanya masyarakat Muslim dari kelas menengah saja yang hadir ke Tanah Suci. Kemarin tepatnya Kamis, (30/06/2016), Presiden Sudan Umar Hasan Ahmad al-Bashir tiba di Jeddah, pesawatnya mendarat di bandara King Abdul Aziz. Setibanya di sana beliau langsung disambut oleh salah seorang keluarga Kerajaan Arab Saudi  Mas’ad  bin Majid bin Abdul Aziz yang juga sebagai Pemimpin Kota Jeddah.

Selain pemimpin negara, pemain sepak bola Perancis Karim Benzema juga turut melaksanakan ibadah umrah demi mengejar ibadah di malam ke 27 Ramadhan. Namun sebenarnya keberangkatannya ke Tanah Suci  Mekkah sempat mendapat larangan dari Didier Claude Deschamps Presiden Terpilih Sepak Bola Prancis. Pasalnya saat ini Prancis selaku tuan rumah pertandingan bergengsi sepak bola se-Eropa 2016 maka dari itu Karim diharapkan tidak meninggalkan Prancis. Namun larangan itu sama sekali tidak digubris oleh Karim dan setibanya di Tanah Suci, Ketua Olahraga Abdullah bin Musaid langsung datang menemuinya. Di bawah ini terlihat Abdullah sedang berbincang-bincang  dengan Karim saat Karim mengenakan baju Umrah.

gkjhkjh

Karim Benzema adalah warga Prancis keturunan Aljazair yang lahir di Lyon, 19 Desember 1987. Ia merupakan pemain sepak bola Muslim yang membela tim raksasa Spanyol Real Madrid. Sepanjang karirnya di lapangan hijau, Karim merupakan pemain berbakat dan tak jarang menyetak gol-gol indah ke gawang lawan. Ia dideskripsikan sebagai seorang penyerang bertalenta hebat  yang tangguh dan mengagumkan serta sebagai eksekutor yang efektif saat menendang bola di kotak penalti.

Kedua tokoh ini tampak lebih mengedepankan keutamaan ibadah di bulan suci Ramadhan, sehingga persoalan dunia yang terkesan penting oleh banyak orang namun dikesampingkan demi kesempatan emas yang belum tentu terulang di tahun depan. (fh/al-madina/akhbar24)


Back to Top