Umrah Akhir Ramadhan

Lonjakan Jumlah Jemaah Umrah di Masjidil Haram Meningkat 3 Kali Lipat

Mekkah, (gomuslim). Meski bukan dalam kondisi musim haji, namum kepadatan di Masjidil Haram saat ini sudah seperti di bulan Dzulhijjah. Jutaan jemaah membanjiri halaman masjid bahkan jemaah pun memadati jalan yang menuju ke arah sana. Sejatinya di bulan Ramadhan kali ini yang dituju oleh kebanyakan kaum Muslim adalah keutamaan di malam 27 Ramadhan dan mereka sangat mengharapkan keutamaan malam tersebut.

Itulah sebabnya situasi kepadatan jemaah di Masjidil Haram makin terlihat padat dan ketika jemaah ingin memasuki masjid, mereka rela berdesak-desakkan sampai petugas pun tidak sanggup menahannya. Jumlah aparat yang ada tidak sebanding dengan jumlah jemaah yang terlihat begitu banyak. Sementara itu, kondisi seperti ini berakibat pada kemacetan lalu lintas di area sekitar Masjidil Haram, sehingga mengakibatkan peningkatan tarif taksi yang menuju ke arah Masjidil Haram.

Sebelumnya tarif angkutan umum tersebut berkisar SAR 15, namun sejak memasuki 10 hari terakhir tarifnya meningkat menjadi SAR 50. Menurut penjelasan Muhammad Kabir seorang supir taksi, peningkatan ini disebabkan oleh kemacetan lalu lintas yang semakin parah sehingga memakan banyak waktu. “lalu lintas dari pusat perbelanjaan ke Masjidil Haram terjadi kemacetan yang parah maka ongkosnya pun jadi naik,” ujar Kabir yang sehari-hari mengemudi taksi.

Jika pada awal Ramadhan kepadatan Masjidil Haram hanya terlihat dari dalam dan halaman  masjid, namun kini di beberapa jalan menuju Baitullah sudah seperti lautan manusia yang rata mengenakan pakaian ihram. Puncak kepadatan dan kondisi jemaah yang berdesak-desakkan  terjadi pada Jumat, (01/07/2016) di mana jemaah sangat ingin melakukan shalat Jumat dan tahajjud di Masjidil Haram, khususnya di malam ke-27 Ramadhan.

Meski pada Jumat pagi 30.000 tentara dikerahkan untuk berjaga-jaga sebagai langkah yang diambil untuk penertiban situasi, namun pada faktanya beberapa petugas tersebut terdorong oleh jemaah yang terburu-buru ingin memasuki Masjidil Haram. Sedangkan jemaah yang tidak dapat masuk mereka tetap melakukan shalat di halamannya kemudian di jalan Jalan Misyal, Ajyad, dan Jalan King Abdul Aziz.

Sebagaimana informasi yang disadur dari almadina, menjelaskan bahwa jumlah jemaah tawaf sebelumnya sebanyak 30 ribu dalam tiap jamnya, namun saat ini meningkat menjadi 107 ribu jemaah yang lakukan tawaf dalam tiap jamnya. Hal ini mengindikasikan peningkatan jemaah tawaf yang angkanya mencapai tiga kali lipat dari awal Ramadhan. Kebanyakan jemaah yang datang akhir-akhir ini adalah umat Muslim dari mancanegara dan juga warga Arab Saudi dari berbagai daerah.

Meskipun terjadi lonjakan jumlah jemaah di Masjidil Haram, namun menurut petugas keamanan Kota Mekkah, pihaknya tetap harus berjaga-jaga menjaga keemanan dan keselamatan jemaah, karena dalam situasi yang ramai seperti ini sangat rentan terjadi kecelakaan jika tidak diawasi. Selain itu setiap jemaah pun diharapkan untuk menjaga ketertiban yang telah ditetapkan baik di dalam maupun di luar Masjidil Haram. Dengan demikian hal-hal yang tidak diinginkan dapat dihindari dan semua jemaah tetap merasakan kenyamanan dalam beribadah. (fh/Akhbar24/almadina)


Back to Top