Aksi Nyata Dompet Dhuafa untuk Para Pemudik

Jakarta, (gomuslim). Musim mudik telah tiba. Perkiraan puncak arus mudik pun telah terjadi pada hari kemarin serta hari-hari sebelumnya untuk moda transportasi lain. Dalam ritual tahunan seperti mudik ini, banyak perusahaan, lembaga, instansi, dan organisasi lainnya yang turut andil dengan porsinya masing-masing. Ada yang menyediakan layanan mudik gratis. Mudik bersama. Hingga memberikan keamanan dan kenyamanan pemudik selama menuju sampai ke kampung halaman. Tak terkecuali dengan Dompet Dhuafa.

Dompet Dhuafa (DD) dan PT Exploration and Production Public Company Limited (PTTEP) pada tahun ini menggelar layanan sehat terhadap para pemudik. Melalui aksi layanan sehat yang digelar mulai tanggal 2 hingga 5 Juli 2016 di terminal Rawamangun, Pulo Gadung, Tanjung Priok dan Kampung Rambutan ini, Dompet Dhuafa– PTTEP memberi perhatian terhadap kesehatan para pemudik selama perjalanan hingga menuju kampung halaman, khususnya ibu menyusui, lansia dan juga penyandang disabilitas.

Pada kegiatan ini pula dilakukan berbagai layanan promotif guna mengedukasi para pemudik, antara lain, konsultasi ASI dan Makanan Pendamping ASI (MPASI), pemberian MPASI sehat, pendampingan menyusui dan bantuan mobilisasi bagi penyandang disabilitas dan lansia.

Sebagaimana yang telah umum diketahui, masyarakat biasanya selalu menyertakan anak-anak mereka, khususnya untuk usia bayi dan balita, dengan iklim pulang kampung yang justru telah membuat sang buah hati tidak aman serta tidak mendapatkan hak-haknya sebagai anak-anak di bawah umur pada umumnya. Dalam kondisi seperti ini, naluri seorang ibu kemudian menjadi satu-satunya jalan terbaik untuk menjaga sang buah hati agar terhindar dari bahaya. Karena itu lah, para ibu terkadang menjadi "korban" mudik tak sehat yang dilakukan para pemudik. Untuk pemudik sepeda motor misalnya, para ibu kerap kali diajak untuk melakukan hal berbahaya, semisal, diikut sertakan mudik dalam kondisi sepda motor yang penuh dengan barang-barang bawaan. Untuk kereta api, para ibu bersama anak-anaknya acap kali diajak untuk berdesak-desakan. Demikian juga pemudik yang menggunakan moda transportasi lainnya. Tentu sangat ironis sekali melihat kejadian ini terulang dan terus terulang. terlebih untuk lansia, dan penyandang diabilitas. Tentu semakin membuat miris.

Hal inilah yang kemudian menggerakan PTTEP dan Dompet Dhuafa dalam berkontribusi untuk masyarakat dengan jalan sosialisasi mudik aman bersama bayi dan balitanya. “Kami menyadari, pentingnya menjaga kesehatan dan stamina bagi ibu menyusui. Hal ini dikarenakan adanya kebutuhan asupan makanan dan gizi yang sangat besar selama masa menyusui. Sehingga, bagi seorang ibu menyusui, asupan makanan yang bergizi dan sehat menjadi prioritas selama melakukan perjalanan mudik,” ujar General Affairs Manager PTTEP, Afiat Djajanegara.

Melalui aksi layanan sehat ini, Dompet Dhuafa– PTTEP memberi perhatian terhadap kesehatan para pemudik selama perjalanan hingga menuju kampung halaman, khususnya ibu menyusui, lansia dan juga penyandang disabilitas, termasuk menyediakan petugas pengantar dengan menggunakan kursi roda menuju tempat naik bus.

Berdasarkan prediksi Kemenhub, jumlah pemudik pada tahun ini untuk penumpang angkutan udara mencapai 4,6 juta orang atau naik 7,62 persen dari periode yang sama tahun lalu yang hanya 4,3 juta orang.

Adapun penumpang di kereta api diprediksi naik 4,63 persen menjadi 4,1 juta orang, moda laut naik 2,9 persen menjadi 910.191 orang. Lalu, moda penyeberangan naik 3,54 persen menjadi 3,7 juta penumpang, dan moda darat turun 2,7 persen menjadi 4,57 juta.

Khusus untuk pemudik yang menggunakan bus, diharapkan pemudik lebih proaktif lagi dalam membantu meingkatkan keselamatan bersama dengan cara mengingatkan supir jika sudah mengantuk, ugal-ugalan atau sejenisnya. Semoga mudik lebaran 2016 ini bisa menjadi sejarah baru yang positif dalam ritual tahunan di bumi pertiwi. (alp/dbs)

 


Back to Top