IDB dan Pemerintah RI Sepakat Bangun Desa dengan Syariah

Jakarta, (gomuslim). Melanjutkan rencana besar Indonesia dengan Islamic Development Bank (IDB) sebagai mitra strategis dalam membangun badan zakat dan wakaf terbesar di dunia, baru-baru ini, pemerintah dan IDB sepakat untuk mengambil langkah nyata dalam mewujudkan rencana berdirinya badan zakat dan wakaf melalui kerjasama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi untuk mengembangkan sistem keuangan inklusi syariah di desa.

Peresmian kerja sama tersebut rencananya akan dilakukan dengan penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) oleh Presiden Direktur IDB, Muhammad Ali Al Madani di Jakarta pada Agustus mendatang. Baik pemerintah maupun IDB, keduanya sama-sama menyambut baik dan antusias atas terwujudnya kerjasama ini. Adapun kerja sama yang ditawarkan IDB adalah mengembangkan sistem zakat, wakaf, dan pengelolaan keuangan mikro.

Terkhusus untuk IDB, selain memiliki rencana tersendiri terhadap berbagai kerjasama dengan pemerintah RI, dalam kerjasama kali ini, IDB sangat antusias mengingat sebagai negara dengan penduduk mayoritas muslim terbesar di dunia, Indonesia masih memiliki banyak masalah dengan kemiskinan. Kemiskinan masih menjadi satu hal yang paling menonjol di Indonesia. Belum lagi masalah kesenjangannya yang juga teramat jelas di mata publik. Padahal, dengan pengelolaan zakat, wakaf, infaq, dan shadaqah yang benar serta maskimal, masalah itu sebetulnya dapat diminimalisir, atau bahkan dihilangkan seperti zaman khalifah ‘Umar bin Abdul Aziz dahulu.

Sebagaimana yang telah diketahui, Indonesia memang ingin dijadikan target utama oleh IDB untuk membangun badan zakat dan wakaf terbesar di dunia serta dijadikan sasaran utama pula yang bersaing ketat dengan Turki untuk mendirikan Mega Islamic Bank (MIB) yang dipelopori oleh organisasi kerjasama antar negara-negara Islam (OKI), baik dalam pendanaan maupun perencanaan. Dengan prospek ekonomi syariah yang bagus serta kondisi ekonomi, politik, serta budaya dalam negeri yang mendukung, Indonesia sangat berpeluang mengalahkan Turki dalam persaingan membujuk OKI. dan bila itu terjadi, nantinya Indonesia akan mendapatkan kucuran dana segar dalam jumlah besar, baik dari Mega Islamic Bank maupun dari badan zakat dan wakaf dunia, untuk dipergunakan dalam membangun infrastruktur serta pengentasan kemiskinan.

Dalam Islam sendiri, sesungguhnya negara banyak menggantungkan anggaran belanja serta berbagai keperluan instansi-instansi negara melalui pemungutan zakat, infaq, shadaqah, serta wakaf yang adil dan transparan. Alhasil, di zaman dahulu pada masa kekhalifahan Islam, negara berhasil membuat rakyatnya makmur dan sejahtera, bahkan suatu saat pernah benar-benar tidak ada orang miskin di negara itu. Semua karena sistem syariah diterapkan dengan maksimal dan penuh dengan perencanaan. (alp/dbs)


Back to Top