'Nyadran' ke Makam Leluhur Setiap Idul Fitri Juga Jadi Tradisi di Mekkah dan Jeddah

Jeddah, (gomuslim). Usai shalat Idul Fitri, pemakaman kerap ramai diziarahi oleh masyarakat di Indonesia, kiranya hal semacam ini sudah menjadi sebuah tradisi tersendiri bagi masyarakat Muslim di Tanah Air. Sebagaimana tradisi yang terlihat di Indonesia, ziarah ke makam orang tua atau kerabat  banyak dilakuan oleh masyarakat Muslim usai melaksanakan shalat idul fitri sebelum bersilaturahim kepada kerabat.

Rupanya hal semacam ini terjadi juga di Jeddah, seorang pemuda bernama Muhammad Ayid (17) mengenakan pakaian barunya di pagi hari raya Idul Fitri kemudian tepatnya usai shalat Id ia pergi menuju Pemakaman Ummuna Hawa  di Jeddah untuk berziarah ke makam ibunya.  

Setiap tahunnya, di Pemakaman Ummuna Hawa tidak kurang dari 1000 orang yang datang berziarah usai melaksanakan shalat Idul Fitri. Mereka datang ke pemakaman ini untuk mendoakan kerabat mereka yang telah meninggal dunia selain itu upaya ini adalah sebagai bentuk rasa hormat dan kasih sayangnya kepada mereka (ahlul kubur). Itulah sebabnya tempat ini selalu ramai setiap hari raya Idul Fitri, di pemakaman yang terkenal di Jeddah ini terdapat 2.000 jenazah yang telah di makamkan tempat ini merupakan pemakaman besar dan ramai dikunjungi masyarakat Muslim.

Selain Pemakaman Ummuna Hawa ada pula Pemakaman Asad yang tergolong sebagai pemakaman besar di Mekkah dan paling dikenal oleh warga negara Arab Saudi. Dua pemakaman ini (Ummuna Hawa dan Asad) kerap ramai dikunjungi oleh penduduk di sana khususnya pada saat Idul Fitri. Seorang peziarah bernama Yasir Shalah mengungkapkan bahwa ia kerap berziarah setiap tahun ke makam saudara laki-lakinya yang telah meninggal 5 tahun lalu. “Saya datang ke sini (Pemakaman Asad) setiap Idul Fitri, saya sangat senang setiap datangnya Idul Fitri, namun momen ini pula yang mengingatkan saya dengan saudara kandung saya yang telah meninggal, maka setiap Idul Fitri saya kemari untuk mendoakannya dan saya berharap ia pun dapat merasakan kebahagiaan Idul Fitri bersama kami,” ujar Yasir seperti yang dilansir almadina, Jumat (08/07/2016).

gjg

Tidak hanya Yasir yang melakukan hal semacam ini, peziarah lain bernama Said Al ‘Amudi mengatakan bahwa, ia kerap berziarah ke makam Ayahnya yang telah meninggal dunia 7 tahun lalu, “Saya mendoakan Ayah saya di sini pada saat Idul Fitri bersama anak-anak saya agar mereka mengikuti saya berdoa,” ujarnya. Meskipun kegiatan ziarah kubur juga dilakukan oleh beberapa warga Muslim di Arab Saudi namun cara yang mereka lakukan tidak serta merta sama dengan yang biasa dilakukan oleh masyakarat Muslim Indonesia pada umumnya, hal ini disebabkan kultur yang beberda dari masing-masing negara.

Selain itu, pemakaman di Mekkah maupun di Jeddah juga terlihat bereda bentuknya dengan pemakaman yang ada di Indonesia, jika di Tanah Air  banyak makam diberi batu nisan namun di Arab Saudi hal semacam itu tidak terlihat, kemudian  pemakaman di sana pun terlihat rata tidak seperti di Indonesia yang kebanyakan tanah makamnya ditinggikan atau dibuat gundukan. Meski demikian, ternyata kebiasaan masyarakat di sana dalam melakuan ziarah pada hari raya Idul Fitri juga merupaan kebiasaan yang sama dilakukan oleh masyarakat Muslim di Nusantara. (fh/almadina)


Back to Top