Eligi Buat Yatim di Hari Lebaran Ini Bikin Haru-Biru

 

(gomuslim). Sejak hari pertama Idul Fitri 1437 H,  beredar secara viral sebuah video dalam bentuk lagu yang  dilantunkan artis Tunisia Dorsaf Hamdani. Syairnya mengisahkan percakapan Nabi Muhammad SAW dengan seorang anak yatim, usai pelaksanaan shalat Idul Fitri. Ini kisah tentang Rasulullah dan seorang anak yatim di Madinah. Pada suatu pagi di hari raya Idul Fitri, Rasulullah SAW bersama keluarganya dan beberapa sahabat mengunjungi rumah demi rumah untuk mendoakan para muslimin dan muslimah agar merasa bahagia di hari raya.

 

 

Hari itu semua terlihat gembira dan bahagia di Hari Raya tersebut, terutama anak-anak.  Anak-anak bermain sambil berlari-lari kesana kemari dengan mengenakan pakaian hari rayanya. Namun tiba-tiba Rasulullah SAW melihat ke sebuah sudut ada seorang gadis kecil sedang duduk bersedih. Ia memakai pakaian tambal-tambal setengah telanjang dan sandal yang telah usang. Rasulullah lalu bergegas menghampirinya. Gadis kecil itu menyembunyikan wajahnya dengan kedua tangannya, lalu menangis tersedu-sedu. Rasulullah kemudian meletakkan tangannya yg putih sewangi bunga mawar itu dengan penuh kasih sayang di atas kepala gadis kecil tersebut, lalu bertanya dengan suaranya yang lembut : Inilah sepenggal kisah yang kemudian populer dengan sebutan berlebaran cara Rasulullah SAW. Berikut linknya:

 

https://www.youtube.com/watch?v=pJYoE4zWn5I

 

Nabi mendekat dan bertanya, “Mengapa menangis dan tidak bermain bersama teman-temanmu?”

Bocah yang tidak menyadari sedang bicara dengan Nabi ini menjawab. “Ayahku mati syahid dalam sebuah peperangan bersama Rasulullah, Ibuku kawin lagi sehingga aku menjadi seperti saat ini. Telanjang badan, kelaparan, sedih dan hina. Saat lebaran saya melihat anak-anak bermain riang gembira, hatiku makin hancur. Lalu hanya menangis yang dapat aku lakukan,” tuturnya.

Seketika Nabi itu mendekap gadis kecil itu. “Maukah engkau, seandainya Aisyah menjadi ibumu, Muhammad Ayahmu, Fatimah bibimu, Ali sebagai pamanmu, dan Hasan serta Husain menjadi saudaramu?”

Seketika bocah ini mulai menyadari sedang berhadapan dengan Nabi Muhammad, Rasulullah SAW.  Ia kemudian mengangguk. Siapakah yang tak ingin berayahkan lelaki paling mulia, dan beribu seorang Ummul Mukminin?

Maka Nabi kemudian menggendong bocah ini ke dalam rumah. Membersihkan badan bocah ini, memberi makan dan mengenakan pakaian lebaran. tidak lama kemudian seorang gadis kecil yang bersedih di hari raya itu kembali tersenyum dalam keadaan kenyang, bersih dan berpakaian bagus.

Ia keluar rumah Nabi dan anak-anak sebayanya bertanya-tanya. “Mengapa kau sekarang tidak sedih lagi, tadi kau menangis di antara kami, apa yang membuatmu tersenyum?”

“Tadi aku kelaparan sekarang kenyang. Tadi telanjang sekarang berpakaian. Sekarang aku punya Ayah Rasulullah dan Bunda Ummul Mukminin Aisya, Bibi Fatimah, Paman Ali dan Kakak Hasan-Hussein,”jawabnya penuh kebahagiaan.

Salah seorang anak-anak itu menimpali,” Andai ayah-ayah kami syahid, aku akan seberuntung kamu,”ujarnya.

Nabi adalah seorang yatim piatu dan sangat cinta anak yatim. Bahkan menggambarkan para penyantun yatim akan berada di surga bersama Nabi berjajar tempatnya seperti jari tengah dan telunjuk.

Demikianlah dalam setiap lebaran kita dianjurkan juga turut memuliakan yatim, memenuhi kebutuhan dan membahagiakannya, seperti dilakukan Nabi, agar lebaran kita seperti lebaran Rasulullah SAW. (mm)

 


Back to Top