Ini Daftar Negara Tujuan Wisata Muslim Terbaik di Dunia

Jakarta, (gomuslim). Jumlah wistawawan muslim bertambah dari tahun ke tahun sehingga pasar menyambut dengan paket-paket wisata halal, hotel syar'i dan kuliner halal. Banyak negara, termasuk Indonesia menjadi pilihan tujuan wisata terbaik bagi wisatawan muslim dunia. Di tingkat ASIA, sejak tahun 2016 ini, Malaysia menempati peringkat teratas dalam daftar negara destinasi wisata terbaik untuk wisatawan Muslim. Peringkat Malaysia kemudian diikuti oleh Indonesia dan Singapura yang masing-masing berada di peringkat kedua dan ketiga.

Daftar peringkat tersebut dirilis berdasarkan penelitian terbaru oleh MasterCard dan CrescentRating yang dirilis pada pertengahan Juni lalu. Penelitian ini juga mengindentifikasi beberapa alasan mengapa Malaysia menduduki daftar peringkat tertinggi, termasuk strategi pemasaran untuk menarik wisatawan Muslim. Namun selain Asia Tenggara, negara-negara Timur Tengah juga dinilai akan menjadi tujuan wisata menarik bagi wisatawan Muslim.

Hingga tahun 2023, tren wisata muslim terutama untuk bulan Ramadahan dan Syawal akan terus menaik di kawasan teluk. Hal ini antara lain karena bulan Ramadhan diperkirakan akan jatuh pada bulan-bulan dengan iklim yang lebih dingin. Sehingga negara-negara seperti Uni Emirat Arab, Qatar dan Oman akan menjadi tujuan wisata menarik. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa hal ini akan berimbas positif pada negara-negara seperti Yordania, Mesir, Maroko dan Tunisia. Imbasnya, tren tersebut akan membuat negara-negara Non-Islam (non-OIC) dan kawasan Asia Tenggara akan dilihat sebagai destinasi yang kurang menarik dan akan mengalami penurunan kedatangan wisatawan mulai tahun 2030.

“Dengan bepergian selama bulan Ramadhan yang juga diperkirakan akan tumbuh pada dekade berikutnya, MasterCard-CrecentRating Ramadan Travel Report terbaru ini akan menjadi sebuah hasil penelitian yang berharga bagi perusahaan dan pemerintah dalam membantu mereka untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai kebutuhan dan pilihan dari wisatawan Muslim, serta bagaimana mereka dapat beradaptasi untuk menyediakan produk dan layanan yang sesuai bagi para wisatawan tersebut selama bulan suci Ramadan,” ujar Safdar Khan Group Country Manager, Indonesia, Malaysia and Brunei.

Sedikitnya ada enam faktor pendorong mengapa wisatawan Muslim akan berbondong-bondong ke Timur Tengah belasan tahun mendatang. Faktor pendorong tersebut termasuk pertumbuhan jumlah peziarah ke Arab Saudi untuk menunaikan ibadah Umrah, perjalanan bisnis, menghabiskan Ramadhan bersama keluarga, merasakan Ramadhan dalam lingkungan dan budaya yang berbeda, merayakan Idul Fitri bersama keluarga dan kondisi cuaca ekstrim yang tidak menentu. Penilaian pada destinasi wisata ini menggunakan tiga kriteria, yakni suhu rata-rata pada siang hari, durasi waktu berpuasa dan nilai Global Muslim Travel Index 2016 selama lebih dari 15 tahun hingga tahun 2030.

Namun, terlepas dari tiga kriteria yang digunakan untuk analisa ini, Mekah dan Madinah (Arab Saudi), tetap menjadi destinasi teratas dari sudut pandang agama. Karena itu, Saudi Arabia dikeluarkan dari daftar peringkat negara tujuan wisata Muslim.

Selain itu, Indeks Wisata Muslim Global MasterCard-CrescentRating (GMTI) 2016 juga memperkirakan total wisatawan muslim yang berkunjung ke berbagai negara mencapai 117 juta jiwa. Pada 2020 diprediksi bakal meningkat 10 persen atau 168 juta wisatawan muslim. Proyeksi nilai pasarnya bisa mencapai US$ 200 miliar.

CEO CrescentRating & HalalTrip Fazal Bahardeen Indonesia mengatakan Indonesia memiliki banyak kesempatan untuk mendongkrak kunjungan wisatawan muslim. Apalagi Indonesia memiliki banyak destinasi yang beragam dari Sabang hingga Merauke. Syaratnya hanya berupa sertifikasi dan literasi bahwa makanan Indonesia halal.

"Pemerintah juga harus mempermudah wisatawan muslim berkunjung ke Indonesia, karena banyak destinasi wisata yang tidak dimiliki negara lain. Karena itu, Indonesia sebenarnya memiliki peluang yang jauh lebih besar ketimbang Malaysia,” jelas Fazal.

GMTI 2016 sendiri adalah lembaga penelitian yang komprehensif mencatat pertumbuhan wisatawan muslim di dunia. GMTI menganalisis dan meneliti di 130 destinasi wisata di dunia. (fau/dbs)


Back to Top