Cegah Penggunaan Produk Haram, BPOM Rilis 43 Merek Kosmetik Berbahaya

Jakarta, (gomuslim). Baru-baru ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan 43 merek kosmetik yang terbukti mengandung bahan berbahaya bagi tubuh manusia. Temuan itu adalah hasil penelusuran selama semester pertama pada tahun 2016. Produk-produk yang ditemukan tersebut pun beragam, di antaranya sabun, rias mata, perawatan kulit, hingga sediaan kuku. Bahan berbahaya yang ditambahkan dalam kosmetik tersebut meliputi merkuri, asam retinoat, hidrokinon, dan bahan pewarna tekstil seperti Merah K3 dan Merah K10. Merkuri disalah gunakan sebagai bahan pencerah kulit.padahal, merkuri dapat menyebabkan kanker dan cacat pada janin bila masuk ke dalam sistem pencernaan melalui kontak dengan mulut.

Seperti dilansir dari publikasi resmi BPOM, asam retinoat dicampurkan dalam kosmetik tersebut untuk memudahkan pengelupasan kulit, meskipun ia bersifat teratogenik (mengakibatkan cacat janin). Hidrokinon, lanjut Tengku, pun disalahgunakan sebagai bahan pencerah kulit, meskipun ia dapat menyebabkan iritasi kulit, flek hitam pada kulit yang tak dapat dipulihkan setelah lewat enam bulan pemakaian.

Terakhir, bahan pewarna tekstil banyak disalahgunakan pada lipstik, pemulas kelopak mata, dan perona pipi. Padahal, bahan tersebut berbahaya lantaran bisa menyebabkan kanker bila masuk ke sistem pencernaan melalui kontak dengan mulut.

Menurut Plt Kepala BPOM Tengku Bahdar Johan perusahaan produsen semua merek tersebut telah dicabut izin edarnya.

"Waktu mula-mula masuk (memproduksi) dia (produsen) memenuhi persyaratan (izin edar BPOM). Namun, dalam perjalanan, dia menambahkan (bahan berbahaya). Karena curang, dia dicabut izin edarnya," jelas Tengku Bahdar Johan.

Pada kesempatan itu, BPOM pun memusnahkan kumpulan temuan produk kosmetik berbahaya tersebut. Tak tanggung-tanggung, nilai produk yang dimusnahkan adalah sejumlah Rp 14 miliar. Sepanjang semester satu tahun 2016 ini, BPOM telah melakukan pemusnahan terhadap 398.555 buah kosmetik dari hasil pengawasan rutin yang senilai dengan Rp 7,8 miliar. Adapun kosmetik yang berbahaya itu meliputi produk badan usaha, sarana distribusi barang impor, klinik kecantikan, dan multi level marketing (MLM). Sekitar 76,74 persen di antaranya merupakan produk lokal, sedangkan sisanya adalah produk impor.

Tengku juga menambahkan BPOM rutin mengawasi situs daring yang menjual kosmetik mencurigakan. Pihaknya bahkan bekerja sama dengan Kemenkominfo dan Interpol melalui Operasi Pangea. BPOM juga melakukan pembelian dengan penyamaran untuk mendeteksi produk berbahaya.

Berikut adalah data 43 merek produk kosmetik berbahaya hasil temuan BPOM:

  1. Aichun Beauty Night Cream (produk impor dari Taiwan oleh CV Crystal Beauty – Jakarta)
  2. Anima40 Day Cream (produk impor dari Taiwan oleh CV Crystal Beauty – Jakarta)
  3. Anima40 Night Cream (produk impor dari Taiwan oleh CV Crystal Beauty – Jakarta)
  4. Beauty Girls Pearl Cream (produk impor dari Taiwan oleh CV Crystal Beauty – Jakarta)
  5. Bioclinic Night Cream (produk impor dari Taiwan oleh CV Crystal Beauty – Jakarta)
  6. DR Herbal Night Cream (produk impor dari Taiwan oleh CV Crystal Beauty – Jakarta)
  7. La Bella Esther Night Cream (produk impor dari Taiwan oleh CV Crystal Beauty – Jakarta)
  8. La Bella Day Cream (produk impor dari Taiwan oleh CV Crystal Beauty – Jakarta)
  9. La Bella Night Cream (produk impor dari Taiwan oleh CV Crystal Beauty – Jakarta)
  10. La Widya Curcumin Night Cream (produk impor dari Taiwan oleh PT Sinar Dios Abadi – Jakarta)
  11. Biogold Day Cream (diproduksi oleh Pasifik Ocean – Jakarta)
  12. Biogold Night Cream (diproduksi oleh Pasifik Ocean – Jakarta)
  13. Clariderm Day Cream (nomor izin edar telah dicabut NA 18140102011)
  14. Claridem Night Cream (nomor izin edar telah dicabut NA 181402010)
  15. Eco-Agen Day Cream (produksi Pasifik Osean Indonesia – Jakarta)
  16. Eco-Agen Night Cream (produksi Pasifik Osean Indonesia – Jakarta)
  17. Esther Day Cream (produksi Pasifik Osean Indonesia – Jakarta)
  18. Esther Night Cream (produksi Pasifik Osean Indonesia – Jakarta)
  19. Esther Vite Transparent Soap (nomor izin edar telah dicabut NA18151200555)
  20. Niche Day Cream (produksi Pasifik Osean Indonesia – Jakarta)
  21. Niche Night Cream (produksi Pasifik Osean Indonesia – Jakarta)
  22. Widya Day Cream Curcuma (produksi Pasifik Ocean Indonesia – Jakarta)
  23. Widya Night Cream Curcuma (produksi Pasifik Ocean Indonesia – Jakarta)
  24. DR Night Cream (produksi CV Bernita Ayu – Tulungagung)
  25. Beautyline Lipstick 201 Irish Rose (produksi PT Beautylink – Tangerang)
  26. Beautyline Lipstick 202 Natural Pink (produksi PT Beautylink – Tangerang)
  27. Beautyline Lipstick 301 Cherry Red (produksi PT Beautylink – Tangerang)
  28. Beautyline Lipstick 302 Xtreme Red (produksi PT Beautylink – Tangerang)
  29. Avione Lipstick Xp 311 (produksi PT Neo Kosmetika Industri – Bekasi)
  30. Avione Lipstick Xp 312 (produksi PT Neo Kosmetika Industri – Bekasi)
  31. Avione Lipstick Ls Excellent 792 Soft Silver Red (produksi PT Neo Kosmetika Industri – Bekasi)
  32. Sophie Martin Nutrilips Lipstick Winter Sky (produksi PT Sophie Paris Indonesia – Bogor)
  33. Sophie Martin Mini Lipstick 2 (produksi PT Sophie Paris Indonesia – Bogor)
  34. Sophie Martin Soft Matte Lip Color Venus (produksi PT Sophie Paris Indonesia – Bogor)
  35. Tokyo Night Nail Polish 5 (produksi PT Hay Jen Kosmetik)
  36. Tokyo Night Nail Polish 6 (produksi PT Hay Jen Kosmetik)
  37. Implora Fasionable Cosmetics Y7034 Eye Shadow (produksiCV Priskila Mandiri Utama – Sidoarjo)
  38. Implora Fasionable Cosmetics Y7034 Blush On (produksi CV Priskila Mandiri Utama – Sidoarjo)
  39. Come Beauty Night Cream (produksi PT Dasen Jaya Lestari – Jakarta Utara)
  40. Microcell Lightening 3 Cream (produksi PT Sukma Skin Treatment – Cikupa Tangerang)
  41. Microcell Lightening Cream Anti Jerawat (produksi PT Sukma Skin Treatment – Cikupa Tangerang)
  42. Auraku Whitening Serum (produksi CV Aura Cemerlang Cosmeceutical – Cimahi)
  43. Gavia Whitening Cream (produksi PT Immortal Cosmedika Indonesia – Depok)

Back to Top