Mualaf Asal Jepang Ini Raih Berkah Dengan Kembangkan Muslim Fashion

Jakarta, (gomuslim). Baru-baru ini, pada sebuah Toko di kawasan Kuala Lumpur, Malaysia bernama Uniqlo casualwear store ada merek fashion muslim yang dijual di sana berasal dari kisah seorang perempuan yang telah hijrah ke Islam, yaitu perempuan asal Jepang-Inggris yang berprofesi designer muslim fashion. Perempuan ini bernama Hana Tajima-Simpson. Semenjak hijrah menjadi Islam, Hana Tajima terus mengembangkan bakatnya di bidang design fashion dan semakin tertarik dengan muslim fashion.

"Saya sudah beli produknya sejak baru keluar," kata Aida Said seorang bisnis konsultan di Malaysia. Masyarakat Malaysia menilai karya design Hana Tajima adalah inovatif dan harga yang sesuai.  Aida Said bukan satu-satunya dari banyak Muslimah yang telah tercerahkan oleh karya Hana Tajima yang memadukan unsur modern  dengan pakaian muslimah (busana hijab). Dikenalkan pada awal Juli lalu di negara-negara Asia Tenggara, ide baru Hana Tajima ini membawa sentuhan segar bagi pakaian-pakaian seperti hijab, yang menutup kepala dan dada, juga baju terusan (gamis) yang mengombinasikan warna cerah beserta seni bordiran.

“Brand baju-baju karya Hana Tajima ini sudah mempunyai tempat sendiri di hati masyarakat Malaysia, khususnya bagi para muslimahnya,mirip seperti tas Louis Vuitton," kata Konsultan IT Ily Tumeran.

Hana Tajima Simpson sendiri adalah seorang perempuan berusia 29 tahun yang menahan diri untuk tidak minum-minum dan berpesta, atau hal lain yang bisa mengusik minatnya. Karena dia percaya bahwa orang bisa menjadi bahagia dan puas dalam hidup mereka, tapi berpesta bukan bagian dari konten bahagia dalam hidup tersebut. Awal mula dia berhijrah, Hana membaca terjemahan Bahasa Inggris dari kitab Suci Alquran dan mulai banyak bertanya kepada teman barunya yang seorang muslim. Dia pun  menemukan dirinya tertarik pada Islam dan resmi bersyahadat pada usia 18 tahun.

"Saya rasa Islam itu sangat nyata dan sangat berhubungan dengan kehidupan yang ada di dunia," kata Hana, seperti dilansir dari AsiaNikkei.

 Orangtuanya pun mengerti dan mendukung keputusan Hana tersebut, tapi di sisi lain Hana banyak kehilangan teman karena keputusannya menjadi Mualaf ini. "Seorang perempuan yang suka memakai rok pendek tiba-tiba mulai mengenakan hijab dan berhenti minum-minum. Mungkin ini yang membuat teman-temannya menjauh," kata Ayah Haha Yasuharu Tajima.

Dulu, Tajima-Simpson pernah merasa bahwa pakaian Muslim terlalu konservatif, dan dia mulai frustasi karena itu. “Hukum Islam itu ketat,  tapi pada dasarnya itu sangat sederhana. Tidak ada hal-hal yang rumit ,  karena Anda harus melalui atau melakukan sendiri  untuk percaya pada Islam, “ jelas hana Tajima.

Sementara itu Hana juga belajar tentang desain fashion, ia mulai fokus pada kebutuhan Muslim. Dan Hana  mulai bereksperimen, posting gambar desainnya untuk jilbab dan pakaian lain untuk blog pribadinya untuk mengukur reaksi para pembaca. Saat itu, banyak pembacanya yang tertarik dengan desain muslim fashion karya Hana. Akhirnya, pada tahun 2010, ia mulai menjual pakaian secara online  dan mereknya ini mengambil pasar  untuk wanita Muslim yang sadar mode di Asia Tenggara. Dia pergi ke Malaysia pada tahun berikutnya untuk mengembangkan akses penjualan yang kini sudah merambah ke seluruh Asia Tenggara. (fau/ AsiaNikkei)


Back to Top