IDB Kucurkan Dana Segar, Indeks Kinerja Logistik Masih Lemah

(gomuslim). Pasca mendapatkan kucuran dana segar dari Islamic Development Bank (IDB), kondisi infrastruktur di Indonesia dalam menyokong roda bisnis masih tergolong gagal. Strategi pembangunan yang dicanangkan pemerintah pun dinilai seperti konsep tambal sulam. Semisal, proyek infrastruktur semakin digenjot, beradasarkan laporan dari International Monetary Fund (IMF) justru rapor Indeks Kinerja Logistik atau Logistics Performance Index (LPI) Indonesia turun ke peringkat 63 di tahun ini dibanding posisi sebelumnya di urutan 53. Contoh lain dari peristiwa arus mudik beberapa waktu lalu, pembangunan proyek tol Cikopo-Palimanan serta proyek tol lainnya seperti Brebes Timur, memang membuat jalur pantura Cikampek menjadi lengang alias tidak macet. Namun, kemacetan justru bepindah ke daerah lain, yakni di sekitaran Jawa Tengah, seperti Brebes dan lain sebagainya.

Padahal, efektivitas dan efisiensi pembangunan diukur dari seberapa besar dampak yang ditimbulkan dalam membantu memutus  alur-alur logistik yang menyebabkan harga barang menjadi mahal. Dengan harga mahal, tentu saja daya beli masyarakat akan menjadi lemah. Dengan daya beli yang lemah, justru hal itu akan berdampak negatif dalam perputaran uang dan roda perekonomian negara ini. Belum lagi masalah pembangunan yang masih terpusat di pulau Jawa, hal ini semakin memperparah iklim pembangunan di bumi pertiwi.

Dengan kondisi geografis Indonesia yang berupa kepulauan, sangat penting bagi pemerintah untuk menghubungkan setiap pulau dengan segala tentangannya untuk mempermudah interaksi antar pulau, dalam hal ini mengenai perdagangan.

Tentu bukan rahasia lagi bila penerbangan ke Papua lebih mahal bila dibandingkan penerbangan ke Singapura atau bahkan ke Eropa. Demikian juga biaya pengiriman logistik ke Papua, bisa lebih mahal bila dibandingkan biaya pengiriman logistik ke Tiongkok yang jelas-jelas lebih jauh dari segi jarak dibandingkan dengan Papua. Jelas ini sebuah pekerjaan rumah yang cukup besar bagi pemerintah RI.

Dengan infrastruktur yang memadai, baik untuk memfasilitasi masyarakat biasa maupun kalangan pebisnis, Indonesia bisa menatap masa depan dengan cerah. Karena, sebuah negara akan dipandang besar bila ekonominya kuat. Ekonomi bisa menjadi kuat karena infrastruktur mundukung. Bila infrastruktur mendukung, tentu perputaran ekonomi akan semakin cepat dan dapat membuat negera ini makmur. Bila sebuah negara ini makmur, maka rakyatnya pun akan makmur. Maka dari itu, penting untuk menggenjot proyek infrastruktur yang sistematis dan terstruktur sehingga tidak terkesan seperti proyek tambal sulam sebagaimana yang telah disinggung di atas.


Back to Top