Berkas Perkara 'Tersangka' Kasus 'Crane' Masjidil Haram Segera ke Pengadilan Saudi

(gomuslim). Biro Penyelidikan dan Penuntutan Umum Kota Mekkah terus menangani kasus jatuhnya crane di Masjidil Haram yang telah menimbulkan sedikitnya 107 orang meninggal dunia dan 238 jemaah haji terluka di Baitullah pada musim haji 2015 lalu. Kasus ini akhirnya dilimpahkan ke Pengadilan Pidana Kota Mekkah atas tuntutan yang diarahkan kepada perusahaan terkait. Proses penyelidikan yang dilakukan oleh Lembaga Penyidik dan Penuntut (Kejaksaan) Mekkah memakan waktu  hampir 8 bulan, setelah meminta keterangan dari beberapa tersangka maka ditemukannya human error dalam pelaksanaa proyek perluasan Masjidil Haram.

Sumber berita Harian Riyad menyebutkan, “Bahwa Biro Penyelidikan dan Penuntut Umum Mekkah (Kejaksaan) telah menyelesaikan penyelidikan kasus jatuhnya crane di Masjidil Haram dengan memeriksa para tersangka, kemudian kasusnya diserahkan ke pengadilan untuk dipelajari dan diteliti lebih dalam lagi.”

Sampai saat ini, pihak penyidik dari kejaksaan masih merahasiakan nama-nama terdakwa dari kasus tersebut. Namun dinyatakan bahwa beberapa orang insinyur dan pegawai sipil dinyatakan terlibat dalam kelalaian yang mengakibatkan kecelakaan fatal tersebut. Sedangakan para terdakwa menyatakan bahwa mereka menjalankan tugasnya sudah sesuai dengan standar keamanan yang telah ditetapkan, namun karena ada badai hingga terjadi kecelakaan crane ambruk.

Akan tetapi pada sisi lain mereka yang didakwa sebagai orang yang harus bertanggung jawab secara hukum yang berlaku di Negara Arab Saudi adalah mereka yang berada dalam posisi yang terjebak dimana mereka adalah orang yang bekerja di perusahaan bermasalah, padahal sebagian dari mereka adalah pegawai pemerintah yang memiliki tugas sebagai pengawas proyek Masjidil Haram khususnya operator di mana ia sama sekali hanya menjalankan tugas berdasarkan perintah saja.

Meski demikian, berkas perkara  sudah dilimpahkan ke Biro Penyelidikan dan Penuntutan Umum cabang Mekkah dan juga di Lembaga Pusat di Riyad untuk pemeriksaan lebih lanjut dan sebagai landasan untuk membawa perkara ini  ke pengadilan.

Dalam berkas perkara yang dilimpahkan ke kejaksaan Mekkah, terdapat beberapa nama terdakwa atas insiden jatuhnya crane, di antara mereka ada beberapa insinyur dan pengawas lapangan untuk proyek perluasan Masjidil Haram, semuanya merupakan pegawai perusahaan kontraktor yang menangani proyek ini. Dalam berkas pemeriksaan terdapat beberapa keterangan dari para terdakwa yang menyatakan bahwa titik kesalahan terjadi pada alat berat yang digunakan selain itu ada juga indikasi kelalaian dari pekerja di lapangan khususnya pihak yang bertanggung jawab dalam menaungi pengunjung di sekitara area proyek.

Berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik, kesalahan utama dari insiden crane di Masjidil Haram adalah karena peletakkan posisi crane yang salah di mana posisinya berada di atas kerumunan jemaah sehingga tertiup angin yang kencang dan menyebabkan crane terjatuh, penempatan tersebut tidak berdasarkan instruksi yang diberikan, kesalahan fatal adalah membiarkan crane itu berada di sana untuk mengangkut kebutuhan material bangunan.

Pada sisi lain terjadi pelanggaran disiplin keselamatan kerja, dari hasil penyelidikan kasus ini ditemukan tidak adanya buku panduan keselamatan kerja yang harusnya dijadikan pegangan bagi operator crane atau para pekerja lainnya. Kemudian komunikasi dan koordinasi antar pekerja pun dinilai buruk, di mana tidak adanya analisa atau koordinasi dengan petugas meterologi atau klimatologi terkait cuaca yang disinyalir dapat mengganggu konsentrasi kerja, padahal ketika itu sering terjadi angin kencang.

Kemungkinan besar kesalahan dapat diminimalisasi manakala pihak pelaksana proyek bekerja sama dengan ahli cuaca, sehingga ketika diprediksi akan terjadi angin kencang di sekitar Masjidil Haram tentonya pengawas proyek dapat memberikan instruksi untuk menghentikan sementara aktifitas kerja para petugas crane. Pihak kejaksaan pun menjelaskan bahwa perusahaan konstruksi Bin Laden As Saudia merupakan pihak yang harus bertanggung jawab terhadap insiden yang terjadi pada tahun lalu ini. (fh/Al Riyad)


Back to Top