Pasca Halal Expo Taiwan

Transaksi Produk Halal Indonesia Capai 5 Triliun

(gomuslim). Usaha kementerian perdagangan untuk mempromosikan kuliner Indonesia di berbagai negara mulai membuahkan hasil. Setelah secara masif mempromosikannya ke beberbagai negara seperti Inggris dan Amerika, Akhir bulan lalu Indonesia baru saja menyelesaikan dalam salah satu ajang pameran kuliner halal tingkat internasional terbesar yang diselenggarakan di di Taipei World Trade Center (TWTC) Hall 1, Taipei, Taiwan.

Produk makanan dan minuman (mamin) halal asal Indonesia berhasil mencatat transaksi sebesar 2,34 juta dolar AS dalam pameran tersebut. Transaksi tersebut terdiri dari produk-produk seperti jus manggis, madu pahit, dan gravila leaf tea yang mendapatkan pembelian sebesar 462,9 ribu dolar AS. Kemudian, ada pula produk kornet sapi dan luncheon chicken sebesar 345 ribu dolar AS, dan produk olesan cokelat dan cokelat bubuk dari PT Sekawan Karsa Mulia mencatat transaksi sebesar 159,1 ribu dolar AS.

Produk halal Indonesia selama ini memang banyak dililrik pasar dunia. Namun, kurangnya promosi dinilai menjadi penyebab utama alasan produk halal Indonesia masih belum dapat bersaing secara kontinyu dengan produk halal dari negara lain, seperti Malaysia dan Thailand. Senada dengan ha itu, Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei mengatakan bahwa, produk halal Indonesia kini memasuki pasar potensial, terutama di wilayah Asia Pasifik. Lebih dari setengah populasi Muslim berpusat di Asia, terutama di Indonesia, Turki, dan Malaysia. Taiwan dianggap menjadi hub penting untuk Asia Pasifik dalam mempromosikan produk halal.

“Sudah saatnya produk halal Indonesia bersaing memasuki pasar potensial, terutama di wilayah Asia Pasifik”, tegas Plt. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Tjahya Widayanti beberapa waktu lalu.

Pameran Taiwan International Halal Expo sendiri merupakan salah satu pameran bertaraf internasional yang diselnggarakan di setiap tahunnya bersama dengan paemran lainnya, seperti Food Taipei, FoodTech & Pharmatech Taipei, Taipei Pack, dan Taiwan HORECA. Dalam pameran tersebut, variasi produk yang ditawarkan adalah produk-produk yang sudah memiliki sertifikat halal mulai dari produk makanan, minuman kesehatan, bioteknologi, farmasi, dan kosmetik.

Sejauh ini, terhitung dalam beberapa tahun terakhir sejak permintaan produk halal semakin meningkat, Tingkok dan Thailand adalah negara eksportir terbesar yang menguasai pasar Asia-Pasifik maupun Asia Barat serta Asia Tenggara. Padahal kedua negara tersebut bukanlah negara dengan mayoritas penduduk Muslim. Untuk tingkat Asia Tenggara, Thailand dan Tiongkok mendapatkan perlawanan yang sengit dari Malaysia yang juga berkomitmen untuk meningkatan ekspor produk-produk halal. Adapun Indonesia masih harus bergelut dengan regulasi dan hal-hal pendukung lainnya dalam meningkatkan eskpor produk halal.

Data dari Badan Pusat Statistik menunjukan bahwa Pada 2015, neraca perdagangan nonmigas Indonesia ke Taiwan tahun 2015 mengalami surplus sebesar 514,5 juta dollar AS sehingga mengantarkan Indonesia ke urutan ke-15 negara pemasok produk makanan olahan ke pasar Taiwan setelah Italia, Singapura, Jerman, Australia, dan Vietnam.

produk halal bukan hanya identik bagi masyarakat muslim saja, namun sudah dikonotasikan dengan treatment yang lebih baik, mulai dari pemilihan bahan baku, proses produksi, packaging, dan logistiknya. Maka dari itu, pengembangan industri halal di Tanah Air Perlu dipacu lagi, seperti halal food, branding dan packing  yang sejauh ini perkembangannya masih belum signifikan. (alp/dbs)

 


Back to Top