My Night Riska

Beginilah Serunya Belajar Film Bersama Remaja Masjid

(gomuslim). Remaja Islam Masjid Sunda Kelapa (RISKA) menggelar pengajian plus diskusi bertajuk “My Night Riska: Filmstremist”. Kegiatan ini berisi dengan beragam aktivitas, mulai dari workshop, talkshow, sampai tausiyah. Filmstremist diambil sebagai tema pengajian Riska bulan ini untuk membahas segala hal tentang dunia perfilman, khususnya tentang film-film religi yang saat ini semakin berkembang di tanah air.

Muslim Youth Night (My Night) Riska ini berlangsung pada Sabtu-Minggu (30-31/07/2016) di Masjid Agung Sunda Kelapa Menteng, Jakarta Pusat. Riska pun menghadirkan beberapa pembicara yang akan membahas berbagai tema tentang film, di antaranya adalah Budhita Arini seorang penulis skenario film dan serial TV, workshop kelas akting bersama komunitas Daqu Movie atau yang sering dikenal dengan Filmmakermuslim, Taufiq Hidayatullah youtuber boystalkid, dan tausiyah bersama Pimpinan Dakwah Kreatif iHAQi Ustadz Erick Yusuf.

Pada kesepatan tersebut para pembicara berbagai pengalaman mereka saat terjun langsung di dunia audio visual. Begitu juga perihal seluk beluk berdakwah melalui media film dengan menyelipkan nilai-nilai Islami, agar penonton tidak hanya terhibur, tapi juga mendapatkan pelajaran setelah menonton film mereka.

Ali Ghifari dari Filmmakermuslim dan Taufiq Hidayatullah memberikan pengalaman mereka dalam jatuh bangun aktif di dunia film. Mereka juga menayangkan video-video karya mereka  yang sudah dikenal secara nasional melalui akun youtube dan juga video iklan sebuah brand produk multinasional. Tapi, khusus untuk film yang ada nilai-nilai kebaikannya, mereka juga merasa tertantang untuk terus berkarya dengan membuat film beragam genre.

“Film Islami menurut saya bukan film yang dimainkan oleh aktris berhijab, dialognya ada astaghfirullah, kisah cintanya ada taarufnya. Tapi, film Islami adalah film yang mengandung nilai-nilai kebaikan, yang bisa menggugah semangat penontonnya sehingga setelah menonton film tersebut, mereka termotivasi menjadi lebih baik, “ jelas Ali Ghifari Penulis Skenario Filmmakermuslim.

Sementara itu, Ustadz Erick Yusuf dalam Tausiyahnya juga mengatakan saat ini dakwah dengan media digital menjadi yang paling masuk di hati masyarakat, khususnya anak muda. Karena itu, dengan adanya teknologi seperti sekarang, dakwah bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Kata Ustadz Erick, begitu juga dengan menyelipkan nilai kebaikan melalui film.

“Sepertinya seru kalau kita buat industri film Islam seperti hollywood atau bollywood. Namanya Halalwood. Isinya film-film bermanfaat yang bukan bercerita tentang superhero fiktif seperti superman, batman, captain amerika, tapi bercerita tentang para Sahabat Rasulullah SAW. yang patut kita teladani kisah mereka, seperti Bilal bin Rabah, Zaid bin Tsabit, dan masih banyak yang lain, “ jelas Pimpinan Pondok Pesantren Kreatif iHAQi, Bandung Jawa Barat ini.

Kegiatan My Night Riska pekan itu diakhiri dengan mabit atau menginap semalam di Masjid Sunda Kelapa untuk esok paginya Sholat Tahajud dan Sholat Subuh berjamaah. My Night yang berlangsung dua bulan sekali ini juga sebagai ajang promosi Riska untuk mengajak para anak muda di Jakarta dan sekitarnya untuk bergabung bersama mereka dalam keanggotaan Riska yang dibuka sampai September 2016 mendatang. Adapun selain acara My Night, Riska mempunyai beragama aktivitas rutin lain yang terbagi di beberapa program belajar, seperti Studi Dasar Terpadu Islam (SDTNI), Belajar Mahir Membaca Alquran (Bmaq), Sister Club, fotografi, vocal class, dan beladiri Muslim Thifan Pokhan. (fau) 


Back to Top