Susul Lombok dan Aceh, Sumatra Barat Juga Siap Semarakkan Pesona Wisata Halal Indonesia

(gomuslim). Aceh, Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Padang Sumatra Barat menjadi tiga destinasi yang telah resmi dipilih Kementrian Pariwisata Indonesia sebagai proyek konsep wisata halal di Indonesia. Baru-baru ini, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Arief Yahya meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Barat agar segera menentukan satu destinasi wisata di wilayahnya yang layak dijadikan sebagai ikon sekaligus menjadi prioritas untuk dikembangkan. Arief menjelaskan, jika sudah dilakukan penetapan dan diusulkan pada Kemenparekraf, maka pemerintah pusat akan memberikan sejumlah fasilitas untuk mendorong pengembangan wilayah dimaksud.

"Kita sudah tentukan 10 destinasi wisata yang akan kita jadikan Bali baru, yakni destinasi yang dikembangkan untuk mampu menyedot kunjungan wisata yang tinggi seperti Bali. Kalau Sumatera Barat juga ingin, harus dipilih satu destinasi yang mungkin layak dijadikan ikon atau mungkin disiapkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)," ungkap Arief.

Arief memaparkan ada 10 destinasi wisata di Indonesia yang direncanakan dikembangkan menjadi Bali baru yakni Tanjung Kelayang, Danau Toba, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Borobudur, Bromo, Mandalika, Labuan Bajo, Wakatobi, dan Morotai. Sedangkan untuk, Sumatera Barat bisa menyusul, tentunya dengan mempersiapkan syaratnya.

Pada kesempatan lain, Asisten Departemen  Pengembangan Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintah Kementerian Pariwisata Tazbir mengatakan Sumatra Barat memiliki potensi untuk pengembangan wisata halal karena secara kultur yang cukup religius. Tazbir menjelaskan, wisata halal berkaitan dengan konsep universal seperti menyajikan makanan yang sehat, akomodasi yang bersih, dan kebaikan untuk manusia sehingga diterima semua kalangan.

"Kami ingin sekali Sumbar bisa mendapat prestasi sebagaimana NTB yang memperoleh penghargaan World's Best Halal Tourism Destination atau daerah tujuan wisata halal terbaik mengingat daerah ini cukup Islami," ungkapnya.

Ia menilai Sumbar punya potensi untuk itu dan tinggal mempersiapkan produknya berupa tempat-tempat yang dikunjungi wisatawan dengan mencirikan wisata halal. Ia memberi contoh salah satu paket wisata halal yang bisa disajikan seperti mengajak tamu Shalat Subuh di Masjid yang khas. Jadi tamu dibangunkan pagi, dipinjamkan kain sarung lalu Shalat Subuh berjamaah, kemudian ceramah dilanjutkan dengan kuliner pagi seperti soto Padang. Untuk paket seperti itu, lanjut dia harus dikondisikan masjid bersih, tempat wudhu memadai, karpet tidak bau sehingga wisatawan nyaman.

Tazbir juga menilai Sumbar punya potensi untuk itu dan tinggal mempersiapkan produknya berupa tempat-tempat yang dikunjungi wisatawan dengan mencirikan wisata halal yang ini sudah menjadi tuntutan masyarakat dunia, walaupun merasa sudah halal tapi orang lain belum kalau tidak ada merek resminya. Ia menceritakan ketika berkunjung ke suatu daerah yang dikenal religius namun di hotel tidak ada arah kiblat, sementara di Singapura malah menyediakan arah kiblat karena paham kebutuhan tamu. "Karena itu perlu standar halal terhadap hotel, restoran dan objek wisata untuk mendukung konsep wisata halal yang sebenarnya, “ pungkas Tazbir. (fau/dbs) 


Back to Top