Untuk Persiapan Haji dan Karena Sering Ditarik-Tarik Jemaah, Kiswah Diangkat Setinggi 3 Meter Lebih Cepat

(gomuslim). Jika pada musim umrah Ramadhan terlihat kiswah menyelimuti Kakbah sampai bagian bawah dan dapat dijangkau oleh jemaah, namun kali ini hal tersebut berubah. Pasalnya  tidak sedikit dari jemaah yang melakukan tawaf mengelilingi Kakbah, namun mereka menarik kain kiswah dan ingin mengambil sepotong kain penutup Kakbah karena dianggap dapat membawa berkah sehingga ditemukan bagian kiswah yang rusak. 

Kondisi seperti ini dianggap otoritas Saudi dapat merusak kiswah yang harganya cukup mahal. Oleh sebab itu Dewan Kepengurusan Masjid Haramain meminta agar kiswah Kakbah diangkat setinggi 3 meter dari permukaan lantai, sedangkan bagian bawahnya cukup diberi kain putih biasa. Pengangkatan lebih cepat ini juga dimaksudkan untuk persiapan haji yang tinggal beberapa pekan lagi.

 

lkajljl

 

Direktur Lembaga Pembuat Kiswah Dr. Muhammad Abdullah Bajudah turut berkomentar atas peristiwa perusakan kiswah, “Kiswah terpaksa diangkat untuk kebersihan dan menjaganya dari kerusakan yang dilakukan jemaah saat melakukan tawaf dengan mendekati kiswah, menyentuh, dan menariknya karena keyakinan yang tidak benar. Justru hal tersebut dapat merusak kiswah,” tandas Bajudah.

Selanjutnya Bajudah juga menjelaskan bahwa, beberapa jemaah haji menginginkan potongan kiswah dengan tujuan tabarruk (mencari berkah) dari kiswah tersebut dan mereka meyakini bahwa potongan kiswah dapat membawa berkah. Karena itulah kiswah diangkat 3 meter dari permukaan lantai agar tidak dapat dijangkau oleh jemaah.

Adapun sebagai penutup bagian bawah Kakbah diganti dengan kain putih biasa dengan panjang 47 meter. Kain tersebut dijahit sedemikian rupa untuk dapat menutupui empat sisi Kakbah khusus bagian bawah. Menurut Bajudah, penutupan 4 sisi bagian bawah Kakbah ini  akan berlangsung sampai berakhirnya musim haji 1437 H.

Sejatinya aksi perobekan kiswah telah ada sejak lama, banyak jemaah yang menganggap bahwa kain kiswah mengandung berkah dan dapat dijadikan sebagai jimat. Namun pada dasarnya kiswah merupakan kain sutera biasa yang diproduksi oleh manusia dan hanya sebagai penutup Kakbah, tidak ada unsur lainnya selain dari pada itu.

Kiswah diproduksi setiap tahun dengan menghabiskan dana sekitar Rp50 miliar, penggantiannya pun dilakukan setiap tahun pada 9 Dzulhijjah. Dahulu saat penggantian kiswah banyak jemaah haji yang saling berebut potongan kain itu, namun ada juga yang di potong-potong dan dijual. Setelah banyak diketahui bahwa antusias untuk memiliki potongan kiswah digunakan sebagai jimat atau tabarruk maka Lembaga Pengurus Masjid Haramain akhirnya melarang penyebaran potongan kiswah. (fh/Alriyadh)


Back to Top