Remaja Masjid Tidak Melulu Pengajian, Simak Aksi ‘Ecosynergy One Day Synergy’ di Pulau Harapan Ini

(gomuslim). Dewasa ini, kenyataan menunjukkan bahwa kondisi lingkungan dan kehidupan alam sekitar kita cukup memrihatinkan, terlebih masyarakat kurang peka dan pemerintah pun belum maksimal dalam merangkul beragam elemen untuk menjaga kelestariannya. Atas pertimbangan tersebut, Remaja Islam Sunda Kelapa (RISKA) merupakan sebuah organisasi kepemudaan yang progresif-dinamis berinisiatif melakukan sinergitas sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT selaku tuhan seluruh alam. Adapun bentuk sinergitas tersebut tertuang dalam tema acara yaitu, ECOSYNERGY ONE DAY SYNERGY FOR BETTER ENVIRONMENT: ACT, SHARE AND LEARN.

Sinergi tersebut diharapkan dapat menjadi batu loncatan dalam menggerakkan masyarakat untuk menambah ilmu pengetahuan, menebarkan semangat positif serta memberdayakan sumber alam dan manusianya, hingga tujuannya dapat merawat dan menjaga kestabilan lingkungan menjadi lebih baik dari sebelumnya. Karena, satu langkah kecil jika dilakukan bersama akan berdampak luar biasa.

Bentuk acaranya sendiri sih, RISKA akan sinergi bareng komunitas penggiat lingkungan, antara lain Earth Hour yang fokus penanganan sampah. Komunitas Kemangteer yang konsern hutan bakau dan mangrove. Kemudian ada Muralmen yang beraksi lewat karya mural dan gambar grafitinya. Serta duta brand dari Wardah, Mega Iskanti akan berkampanye terkait isu lingkungan,” ucap Ketua Pelaksana Ecosynergy Lindi.

Acara akan diikuti sekitar 250 peserta dari usia 17 sampai dengan 45 tahun. Turut hadir pula Ketua Dewan Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng Jakarta Pusat yaitu Akhsa Mahmud yang merupakan saudara kandung Wakil Presiden Jusuf Kalla. Adapun untuk kegiatan dilaksanakan selama dua hari satu malam dari tanggal 20 sampai 21 Agustus 2016 di Pulau Harapan Kepulauan Seribu. Selama di lokasi, peserta dan adik-adik sekolah dasar di sekitar Pulau Harapan akan diberikan pengetahuan serta praktik langsung bagaimana cara menanam mangrove oleh komunitas Kemangteer.

Kemudian tak kalah menarik, peserta pun dibekali cara mendaur ulang dari bahan-bahan bekas layak pakai yaitu membuat tas belanja dari kaos bekas. Selain itu komunitas Muralmen pun turut andil yaitu dengan menghias drum dan kaleng cat guna tempat sampah bagi masyarakat sekitar. Bagi para peserta pula akan dilaksanakan konmpetisi foto dengan berbagai kejutan hadiah menarik.

“Semoga dengan adanya gerakan anak muda begini, bisa membuat kesan tersendiri yah. Yaitu menanamkan pengetahuan dan praktik langsung kepada masyarakat sekitar pulau bersama dengan sukarelawan. Betapa pentingnya akan pelestarian lingkungan,” harap Lindi.

Selain acara utama tersebut, para peserta pun diajak berwisata menikmati alam Pulau Harapan dengan mengikuti snorkeling serta berkunjung ke penangkaran penyu. “Nggak cuma lelah-lelah ria, kita juga akan berwisata menikmati alam di Pulau Harapan. Jadi acaranya seru dan pasti nyesal yang nggak join,” tambahnya. (fau)

 

 


Back to Top