Ecosynergy Riska 2016

Peduli Lingkungan, Remaja Masjid Sunda Kelapa Tanam Ribuan Bibit Pohon Mangrove di Pulau Harapan

(gomuslim). Sabtu pagi (20/08/2016) menjadi hari istimewa bagi sekitar 200 peserta yang akan mengisi akhir pekan di seberang pulau. Pasalnya, pagi itu mereka akan bertandang ke Pulau Harapan, Kepulauan Seribu untuk menghadiri acara bertajuk Ecosynergy: Act, Share, and Learn yang diselenggarakan oleh Remaja Masjid Sunda Kelapa (Riska). Dengan naik kapal Dolphin dari Pelabuhan Kali Adem Muara Angke, Jakarta Utara, para peserta dan panitia menempuh perjalanan tiga jam untuk sampai di salah satu pulau cantik di Kepulauan Seribu tersebut.

Setelah sampai di Pulau Harapan dan pembagian home stay untuk masing-masing kelompok peserta, mereka  diarahkan oleh tour guide lokal menuju bibir pantai untuk melakukan penanaman bibit pohon mangrove bersama. Dengan kaos seraga berwarna merah, para peserta Ecosynergy ini menambah warna apik birunya laut Pulau Harapan. Satu persatu, mereka mendapatkan bibit-bibit pohon mangrove dan langsung menanamnya sesuai arahan panitia acara.

Pada kegiatan penanaman mangrove ini, Riska bekerjasama dengan Komunitas lain, yaitu Kesemat Mangrove Volunteer (Kemangteer) Jakarta. Salah satu anggota Kemangteer, Natashi Fadhlin menjelaskan kepada gomuslim, kontribusi komunitasnya di acara Ecosynergy ini adalah membantu para peserta dalam pengarahan dan praktik langsung penanaman mangrove. Kata Natashi, bibit mangrove yang dipersiapkan adalah mangrove jenis Rhizophora Stylosa yang sesuai dengan daerah pesisir pantai dan cocok ditanam di Pulau Harapan. Dia dan tiga rekannya dari Kemangteer merasa terhormat bisa ikut bersinergi bersma Riska dalam kampanye peduli lingkungan ini.

"Kami sangat mengapresiasi Riska yang mempunyai ide acara bagus seperti ini. Apalagi pesertanya tidak hanya remaja, tapi anak-anak, bahkan para ibu dan bapak yang sudah lanjut usia. Karena itu, sesuai dengan tujuan Kemangteer dan Riska yang ingin mengkampanyekan peduli lingkungan melalui penanaman pohon mangrove yang bisa mencegah abrasi di laut, “ jelas Alumni Manajemen Bisnis STMIK ini.

Selain acara penanaman sejumlah 1.437 bibit pohon mangrove, Ecosynergy ini juga diisi dengan kampanye peduli lingkungan melalui semi melukis dan mural (melukis di dinding) bersama para murid Sekolah Dasar Satu Atap Pulau Harapan dan mentoring pengetahuan tentang pengolahan sampah kepada anak-anak pulau tersebut. Kegiatan sosial Ecosynergy pun ditambah dengan kegiatan travelling wisata alam, yaitu berkunjung ke Taman Bioata Laut pengangkaran penyu dan menikmati keindahan bawah laut lewat kegiatan snorkeling pada hari berikutnya, Minggu (21/08/2016). Karena itu, kegiatan Ecosynergy oleh Riska ini menjadi lengkap dan berkesan bagi para peserta sebagai; travelling seru sambil beramal. (fau)  


Back to Top