Ecosynergy Riska 2016

Remaja Masjid Sunda Kelapa Ajak Anak Pulau Harapan Peduli Lingkungan Lewat Kreasi Mural

(gomuslim). Remaja Islam Masjid Sunda Kelapa (Riska) menyebarkan kampanye peduli lingkungan lewat kegiatan mentoring dan melukis mural bersama. Kegiatan ini adalah bagian dari rangkaian acara Ecosynergy; Act, Share, and Learn di Pulau Harapan pada Sabtu sampai Minggu (20-21/08/2016). Mentoring dan melukis mural tersbut riska bekerjasama dengan komunitas lain, yaitu komunitas Earth Hour dan Komunitas Muralmeen. Pada kegiatan ini mereka beserta para volunteer acara Ecosynergy hadir di Sekolah Dasar Satu Atap Pulau Harapan dan mengajak anak-anak murid mulai dari kelas tiga  sampai kelas enam.

Pada kegiatan pertama di Sekolah Dasar Pulai Harapan tersebut, para peserta Ecosynergy dan Komunitas Earth Hour hadir di kelas-kelas untuk melakukan mentoring teori pengetahuan kepada para murid SD tersebut untuk peduli terhadap lingkungan. Materi mentoring yang diberikan, di antaranya adalah alasan harus mencintai lingkungan, pengetahuan tentang tiga jenis sampah; organik, non organik, dan sampai B3; Bahan Berrbahaya dan Beracun juga kampanye peduli lingkungan dengan aksi pengolaham sampah, yaitu 3 R; Reuse, Recycle, Reduce. 

Selain mentoring teori, kampanye peduli lingkungan, kegiatan Sabtu siang (20/08/2016) tersebut juga berlangsung melalui kegiatan mural melukis bersama. Kegiatan mural ini terbagi di tiga kategori, yaitu melukis dengan medium tong sampah, melukis mural di tembok sekolah, dan melukis di gazebo taman terpadu pulau harapan. Pada kegiatan melukis dengan medium tong sampah, para volunteer Ecosynergy melakukannya bersama puluhan anak murid SD. Mereka bebas melukis sesuai kreativitas masing-masing kelompok, tapi harus sesuai tema, yaitu tentang laut, kampanye menjaga lingkungan, seperti slogan;  jagalah kebersihan dan jangan membuang sampah sembarangan. Sedangkan, mural di tembok SD, Komunitas Muralmen ingin menambah optimisme anak-anak pulau sekolah tersebut, dengan lukisan mural bertajuk; “Aku Bangga Jadi Anak Pulau”. Begitu pun kegiatan melukis di gazebo Taman Terpadu Pulau Harapan, para volunteer menghias taman dengan kreasi lukisan di papan untuk gazebo taman lewat tulisan peduli lingkungan.

"Pada kegiatan mentoring teori kampanye peduli lingkungan ini, anak-anak dibantu dengan peserta Ecosynergy untuk belajar bersama dan juga praktik langsung lewat lukisan dan pengolahan sampah, “ jelas Iin Indriyanti, Panitia Divisi Acara Ecosynergy Riska 2016.

Selain itu, pada kesempatan tersebut Haji Murtai Lurah Pulau Harapan menyambut baik kegiatan sosial Riska ini. “Alhamdulillah, acara ini bisa menjadi inspirasi dan langkah edukasi bagi anak-anak pulau. Apalagi kegiatan ini berlangsung oleh Remaja Masjid. Hal ini membuktikan, para remaja masjid ini tidak hanya kegiatan engajian saja, tapi juga ada kegiatan peduli lingkungan seperti ini, “ jelas Pa Lurah.

Selain kampanye peduli lingkungan, Acara Ecosynergy ini juga diisi dengan kegiatan lain, seperti penanaman bibit pohon mangrove bersama di bibir pantai Pulau Harapan, berkunjung ke Taman Biota Laut di penangkapan Taman Nasional biota laut penang melihat biota laut di oenangkaran penyu, malam penampilan peserta di taman terpadu, dan diakhiri dengan kegiatan wisata alam bawah laut snorkling pada Minggu (21/08/2016). (fau)

 


Back to Top