Perkuat Destinasi Pariwisata Halal, Pulau Jeju Luncurkan Buku Panduan Untuk Wisatawan Muslim di Korea Selatan

(gomuslim). Pertumbuhan wisatawan muslim di beberapa  negara membuat produk pariwisata halal semakin berkembang. Hal tersebut juga gencar dilakukan oleh negeri Ginseng beberapa tahun terakhir ini. Besarnya jumlah wisatawan muslim yang ada di dunia tak luput dari penglihatan biro pariwisata di Pulau Jeju, Korea Selatan. Karena itu, untuk memikat wisatawan muslim tersebut, Jeju Tourism Association meluncurkan panduan berwisata baru yang dikhususkan untuk turis muslim.

Panduan berkunjung ke Pulau Jeju tersebut lebih fokus pada hal-hal yang dibutuhkan oleh wisatawan muslim. Dengan demikian, wisatawan muslim yang berkunjung ke Jeju dapat dengan mudah mencari tempat menarik yang ingin dikunjungi, tempat belanja, serta yang terpenting adalah tempat makan yang halal dan tempat untuk Shalat.

Young Jin Kim Presiden Jeju Tourism Association mengatakan pihaknya sangat tertarik untuk menyambut wisatawan yang datang dari berbagai belahan dunia. Mereka akan bekerja sama dengan HalalTrip untuk membuat buku panduan tersebut, sehingga para wisatawan muslim yang datang ke Pulau Jeju dapat menikmati apa yang asosiasinya tawarkan.

Buku panduan ini dibagi ke dalam beberapa bagian yang semuanya fokus dalam menyediakan informasi mengenai atraksi wisata di penjuru pulau, termasuk untuk berbelanja. Buku panduan ini juga menyoroti tempat-tempat makan yang menyajikan hidangan laut lokal serta restoran vegetarian yang telah dinilai oleh CrescentRating. Bab terakhir dalam buku ini fokus pada tempat-tempat untuk beribadah dan masjid di Pulau Jeju. Buku panduan yang berjudul Experience Jeju Island, A Traveller's Haven ini berjumlah 12 halaman dan tersedia dalam bahasa Inggris.

Pulau Jeju di Korea Selatan memang sedang berambisi menjadi destinasi wisata yang ramah terhadap traveler muslim. Mereka belajar mengembangkan berbagai infrastruktur pendukung wisata halal dari Indonesia. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dilakukan antara Badan Pariwisata Pulau Jeju dan Ezwel Fare dari Korea Selatan, serta Kementerian Pariwisata dan Mahadana Group dari Indonesia pada tahun 2015 lalu. Kerjasama ini diharapkan bisa meningkatkan kunjungan turis, serta saling bertukar promosi antar kedua negara tersebut.

"Pulau Jeju adalah destinasi wisata unggulan di Korea Selatan. Kami ingin lebih banyak lagi menarik wisatawan, terutama dari Indonesia. Kami melihat Indonesia sebagai negara muslim terbesar dengan pasar yang sangat potensial. Tapi kami perlu mempersiapkan infrastruktur pendukung untuk traveler muslim, untuk itu kerjas ama ini dilakukan," jelas Choi Kab Yeol CEO Jeju Island Tourism, seperti dilansir dari publikasi VenueMagazine.

Selain itu, Badan Pariwisata Pulau Jeju juga sedang menyiapkan aplikasi smartphone yang berisi informasi tentang destinasi wisata di pulau indah tersebut. Aplikasi ini nantinya juga memuat informasi tentang wisata halal di Pulau Jeju bagi traveler muslim.

Adapun Pulau Jeju (Jeju-do) adalah pulau terbesar di Korea dan terletak di sebelah selatan Semenanjung Korea. Pulau Jeju adalah satu-satunya provinsi berotonomi khusus Korea Selatan. Terletak di Selat Korea, sebelah barat daya Provinsi Jeolla Selatan, yang dahulunya merupakan satu provinsi sebelum terbagi pada tahun 1946. Ibukota Jeju adalah Kota Jeju (Jeju-si).

Pulau Jeju dijuluki Samdado, "Pulau yang Berlimpah dengan Tiga Hal" yaitu, bebatuan, wanita dan angin. Karena memiliki keindahan alam dan kebudayaan yang unik, Pulau Jeju adalah salah satu objek wisata paling terkenal di Korea. Pada Pulau ini terdapat beberapa objek wisata, di antaranya adalah Seongsan Ilchulbong atau Puncak Matahari Terbit adalah kawah gunung berapi yang di sebelah timur Jeju, Mokseokwon (Taman Batu dan Kayu)  terletak 4 km di selatan Kota Jeju adalah taman yang memiliki kumpulan batu-batuan berbentuk unik dan akar-akar pohon tua yang sudah mati, Halla Arboretum (Kebon Raya Halla) adalah tempat pelestarian sebanyak 506 jenis pohon, 90 spesies herbal, dan masih banyak yang lainnya.

Walaupun survey menunjukan di antara negara-negara mayoritas non Muslim di Asia Tenggara yang paling ramah terhadap Muslim adalah Jepang, mulai dari fasilitas dan keramahan penduduk, Pemerintah Korea tentu tidak akan tinggal diam. Pada tahun 2015 misalnya, Pemerintah Korea menggelontorkan dana sebesar 20 Juta Won untuk memperbaiki sarana dan prasarana bagi para wisatawan muslim seperti tempat berwudhu yang nyaman dan mushala yang baik.  Selain itu Pemerintah Korea juga melakukan kerjasama dengan berbagai negara-negara Muslim, seperti dengan Malaysia Islamic Development Department, Uni Emirat Arab (UAE), Indonesia, dan India. (fau/venue/dbs) 


Back to Top