Aplikasi ‘Learn Quran’ Karya Indonesia Siap Bersaing di Final Ajang ‘Startup Pitch Day’ 2016

(gomuslim).  Salah satu startup teknologi Indonesia Badr Interactive pada Mei 2015 meluncurkan aplikasi yang membantu penggunanya untuk belajar membaca Alquran yang bernama Learn Quran di platform android maupun iphone.  Baru-baru ini, aplikasi tersebut masuk sebagai nominasi final dari Depok, Jawa Barat di Ajang Startup Pitch Day 2016.

Kostoom,  Xwork, Rumah MC, Learn Quran, dan Shipper adalah lima startup pilihan dari Depok yang akan bertanding di final Startup Pitch Day di Bali. Startup Pitch Day merupakan workshop sekaligus pelatihan pitching bagi para startup yang dilaksanakan di 5 kota, yaitu Depok (30 Agustus), Medan (3 September), Malang (9 September), Bandung (17 September) dan Denpasar (23 September).

Learn Quran adalah penyedia software developer melalui web. Permasalahan yang ada saat ini yaitu masyarakat belajar AL quran di madrasah dan Taman Bacaan Alquran (TPA) di suatu tempat dan waktu dengan guru tertentu. Melalui mobile quran, semua orang bisa membaca alquran dengan mudah.

“Learn Quran digunakan lebih dari 600 ribu orang dari 44 ribu orang di dunia. Di Indonesia sendiri, produk kami sudah digunakan sekitar 13% dari total pengguna. Traction kami bisa dilikat di google.com. Kami menargetkan Learn Quran merajai dunia,” papar startup founder Learn Quran seperti dilansir dari publikasi resmi Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

Learn Quran saat ini telah menjadi salah satu aplikasi terbaik di dunia untuk membantu pengguna dalam belajar membaca Al-Qur’an tingkat pemula hingga lanjut. Total sudah lebih dari setengah juta orang tersebar di seluruh dunia yang telah mempergunakan Learn Qur’an. Bahkan lebih dari 90% pengguna berasal dari negara-negara di luar Indonesia seperti Pakistan, Inggris, Amerika Serikat, hingga Saudi Arabia.

Beragam apresiasi dan dukunganpun berdatangan karena sebelumnya tidak ada aplikasi di Play Store ataupun App Store yang menyediakan materi dan fasilitas pembelajaran membaca Alquran yang lengkap dan juga mudah digunakan. Beberapa dukungan yang diperoleh dari kalangan masyarakat antara lain tawaran sukarela untuk menerjemahkan konten di dalam aplikasi Learn Qur’an ke dalam beberapa bahasa negara-negara yang memakai aplikasi ini. Learn Qur’an memang saat ini baru memfasilitasi dua bahasa, yaitu Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, ke depannya Badr Interactive berharap bisa menambah beberapa bahasa lainnya sehingga kebermanfaatannya pun menjadi semakin besar.

Informasi lebih lanjut tentang aplikasi ini bisa diakses di: www.learn-quran.id

Adapun, ajang  Startup Pitch Day di Depok terbagi menjadi beberapa agenda kegiatan, yaitu pengantar, mentoring, pitching dan pengumuman 5 startup pilihan. Kegiatan dibuka oleh Direktur Akses Non Perbankan Bekraf Sugeng Santoso. Anggota DPR Komisi X dapil Jabar 6: Kota Depok & Kota Bekasi Ir. Nuroji hadir dalam kegiatan ini untuk memberikan sambutan dan testimony terkait kegiatan Bekraf.

Pada tahap mentoring, startup terbagi menjadi empat kelompok dengan mentor Sugeng Santoso serta Fajar Anugerah, Dondi Hananto dan Michel Tampi dari Kinara Indonesia.  Juri yang menilai sekaligus memberikan saran kepada para startup saat pitching adalah Sugeng Santoso, Dondi Hananto serta Michel Tampi. Kriteria juri dalam menentukan lima startup pilihan yaitu kejelasan pengucapan saat presentasi, kejelasan informasi, bisnis model, profit yang dihasilkan, skala prioritas usaha dan seberapa besar pengembangan bisnisnya serta tim pendiri startup. Juri memberi waktu 5 menit untuk presentasi dan tanya jawab 3 menit untuk juri.

Dalam pitching ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Yang pertama adalah clear information. Informasi yang dipaparkan harus jelas. Yang kedua adalah bisnis model yang masuk akal dan content yang kuat. Skill ability adalah hal ketiga yang sangat penting dalam pitching. Team work adalah hal berikutnya yang perlu diperhatikan. Pengalaman orang yang terlibat dalam startup mempengaruhi investor dalam menentukan pilihan mereka. Traction dan technology serta product juga merupakan hal yang sering ditanyakan investor.

“Jika informasi, bisnis model, skill ability, team work, traction dan technologytidak ada yang excellence, maka vision adalah hal terakhir yang startup tawarkan ke investor. Silakan mencari investor yang mau menjual mimpi kalian, ” ungkap  Deputi II Bidang Akses Permodalan Fadjar Hutomo.

Kata Sugeng, peran Direktorat Akses Non Perbankan Deputi II Bidang Akses Permodalan Bekraf adalah memberikan akses permodalan untuk para startup. Kami melatih para startup untuk terbiasa menghadapi investor dalam upaya mendapatkan investasi. Para mentor dan juri memberi kritik dan saran untuk peningkatan kualitas para startup,” Sugeng menambahkan.

“5 startup pilihan telah memenuhi kriteria kami. Salah satunya Shipper yang memiliki positioning yang kuat, sehingga kami memilihnya untuk tampil di final. Kami berharap, mereka semua akan all out di final yang akan dilaksanakan di Bali,” pungkas Sugeng.

Lima  startup terpilih mengungkapkan testimoni mereka jika mereka siap bertemu dari para startup kompetitor dari empat kota lainnya dan bertemu di final yang akan diselenggarakan di Bali. (fau/bekraf/dbs)

Tentang Bekraf

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) adalah lembaga pemerintah nonkementerian yang bertanggungjawab di bidang ekonomi kreatif. Saat ini, Kepala Bekraf dijabat oleh Triawan Munaf.

Bekraf mempunyai tugas membantu Presiden RI dalam merumuskan, menetapkan, mengkoordinasikan, dan sinkronisasi kebijakan ekonomi kreatif pada 16 sub sektor di bidang aplikasi dan game developer, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film animasi dan video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, dan televisi dan radio.

 

 

 

 


Back to Top