Jelang Penggantian Selimut Kakbah, Emas pada Sudut Kiswah Dilepas Lebih Awal

(gomuslim).  Tim pemasang kiswah ditugaskan untuk mengganti penutup Kakbah yang baru, namun sebelum dilakukan upaya tersebut, mereka diminta untuk melepas emas yang melekat pada setiap permukaan kain sutra yang menutupi Kakbah. Aksi pelepasan emas  pada sudut kiswah berlangsung pada 8 Dzulhijjah.

Aktivitas seperti ini kerap dilakukan setiap tahun, upaya penggantian kiswah dilakukan pada saat jemaah haji sedang melakukan wukuf di Arafah  tepatnya pada 9 Dzulhijjah. Menurut otoritas terkait, penggantian dilakukan pada pagi hari setelah shalat Subuh.

Pelepasan emas yang melekat pada sudut kiswah dilakukan oleh petugas professional, tujuannya agar tidak terjadi kerusakan serius saat melepas kiswah. Emas yang melekat pada kiswah terdapat pada area yang menutupi pintu Kakbah yang letaknya di bagian timur, kaligrafi Surat Al Ikhlas, 4 sudut Kakbah, dan lampu bertulis kaligrafi Allahu akbar.

Untuk mempermudah pekerjaan ini, maka petugas dibekali alat modern khsusunya tangga elektronik yang dapat mempermudah petugas  untuk menjangkau area yang tinggi. Ketersediaan alat yang memadai, dapat menunjang kelancaran kerja dalam penggantian kiswah. Karena untuk melepas emas yang melekat, seorang petugas harus dapat melakukannya dengan baik karena itulah dibutuhkan tangga elektronik.

Untuk diketahui, emas yang melekat pada kiswah tidak kurang dari 120 kilogram. Emas tersebut digunakan sebagai benang untuk penyulaman kaligrafi. Selain itu, perak juga digunakan sebagai garis yang membuat kaligrafi menjadi lebih indah. Ketika jemaah tengah berbondong-bondong menuju Arafah, dapat dinyatakan Masjidil Haram sepi dari jemaah haji, maka pemilihan waktu penggantian kiswah pada 9 Dzulhijjah merupakan  pemilihan yang tepat.

Jika penggantian kiswah dilakukan pada saat jemaah sedang memadati Masjidil Haram, tentu dapat mengganggu kelancaran aktivitas ibadah tawaf. Selain itu, dikhawatirkan jika jemaah haji saling berebut potongan kiswah untuk dijadikan kenang-kenangan.

Jauh hari sebelum dilakukan penggantian kiswah, otoritas di Masjidil Haram telah mengangkat kiswah setinggi 3 meter dari permukaan lantai. Tindakan ini dilakukan karena adanya dugaan bahwa pada musim haji, dikhawatirkan jemaah akan menarik-narik kiswah yang berakibat pada kerusakan kain yang menyelimuti Kakbah tersebut.

Berdasarkan informasi dari publikasi resmi DKM Masjidil Haram gph.gov.sa, pengangkatan kiswah berlangsung sampai selesainya musim haji. Namun kebijakan tersebut mungkin saja berubah atau tetap seperti itu, hanya saja sangat disayangkan jika penutup kakbah yang baru tidak terlihat secara utuh jika tetap diangkat setinggi 3 meter dari permukaan lantai sampai musim haji berakhir. (fh/gph)


Back to Top