Setelah Dilepas, Mungkinkah Indonesia Kembali Terima Potongan Kiswah?

(gomuslim). Pasca pelepasaan kiswah Kakbah sehari sebelum Idul Adha, selimut Kakbah yang lama dipotong-potong dengan ukuran tertentu. Atas permintaan Dewan Kepengurusan Masjid Haramain, setelah kiswah yang lama diganti, emas yang melekat pada kaligrafi dilepas dan dan kain kiswah dipotong menjadi beberapa bagian.

Menurut Direktur Lembaga Pembuat Kiswah Dr. Bajudah, proses pelepasan dan pemotongan kain penutup Kakbah sudah merupakan rutinitas tahunan yang dilakukan oleh Lembaga Pembuat Kiswah yang bekerjasama dengan DKM Masjid Haramain. Pelepasan dan juga penyabutan emas yang melekat pada kaligrafi kiswah, dilakukan oleh para profesional agar benang emas tidak rusak. Adapula sulaman benang emas yang tidak dicabut.

Selanjutnya kain sutra hitam yang memiliki ukuran sekitar 600 meter persegi ini, dipotong menjadi beberapa bagian dengan keahlihan khusus para petugas pemotong kain. Bagian kiswah yang paling mencolok dengan emasnya adalah, kain yang menutupi pintu Kakbah. Tidak semua petugas dibolehkan mencabut dan memotong kain ini, sebab pada kiswah penutup pintu Kakbah paling banyak diberi kaligrafi berbenang emas dan perak. Oleh karena itu pelepasannya dilakukan oleh beberapa ahli saja.

kjjgkjhkj

Sedangkan kiswah lama yang telah dipotong akan disimpan di Museum Masjidil Haram atau dihadiahkan ke negara yang membantu syiar Islam. Pada tahun lalu, Provinsi Sumatera Selatan dihadiahi kiswah Kakbah karena telah membantu program sosial Al Quran elektronik Braile khusus tunanetra. Tidak tanggung-tanggung, bagian kiswah yang diberikan kepada provinsi bekas kerajaan Sriwijaya ini, adalah kain penutup pintu Ka’bah yang memiliki emas seberat 80 kilogram.

Ketika itu Ketua DKM Masjid Haramain Syeikh Abdurrahman As Sudais datang langsung ke provinsi ini dan menyerahkan kiswah tersebut. Menurut otoritas Saudi, Sumatera Selatan pantas menerima hadiah ini karena telah membantu mensosialisasikan Alquran braile yang merupakan bagian dari syiar Islam.

Menurut Syeikh Ali Jaber, pemberian kiswah yang menutupi pintu Kakbah, adalah suatu kehormatan besar, sebab tidak ada masjid-masjid lain yang menerima potongan kiswah tepat pada bagian yang menutupi pintu Kakbah. “Sumsel mungkin jadi yang pertama. Karena yang saya tahu hanya ada potongan kecil. Kalau potongan besar seperti Kiswah untuk pintu Ka’bah belum ada. Harga Kiswah secara keseluruhan saja mencapai Rp 80-100 miliar. Tapi Kiswah yang akan dimilki Sumsel berkisar Rp 20 miliar dengan tulisan ayat-ayat suci Al Quran yang dirajut dari benang emas seberat 80 kilogram,” ujar da’i asal Madinah ini.

Indonesia tepatnya Provinsi Sumatera Selatan pernah dihadiahi kiswah Kakbah, namun untuk kiswah yang baru saja dilepas menjelang Idul Adha, belum diketahui akan didihadiahkan atau disimpan di pabrik Kiswah. Otoritas Saudi, khususnya DKM Masjid Haramain akan menghadiahkan kiswah kepada setiap negara atau kota yang mendukung syiar Islam, namun pada tahun ini, mungkinkah salah satu provinsi di Nusantara menerima potongan kiswah yang sarat dengan sulaman benang emas?. (fh/MN)


Back to Top