Indonesia International Halal Lifestyle Expo & Conference 2016

Begini Cerita Pengusaha Produk Halal Tentang Peluang Bisnis Pasar Global

gomuslim.co.id– Kegiatan Indonesia International Halal Lifestyle Expo & Conference (IIHLEC) 2016 resmi digelar. Dengan memfokuskan pada tren global dan peluang bisnis di Industri halal Indonesia, kegiatan ini berlangsung selama tiga hari di Jakarta yakni pada tanggal 6 sampai 8 Oktober 2016.
 
Ajang IIHLEC 2016 ini mengangkat tema “Halal Lifestyle : Global trends and Business Opportunity” yang akan mengupas tuntas peluang Indonesia di pasar halal yang saat ini tengah berkembang. Kegiatan ini juga membahas industri halal dari berbagai jenis seperti industri makanan, kosmetik, fashion, pariwisata, seni dan budaya hingga industri keuangan. Karena bertajuk halal lifestyle, pada kegiatan ini juga hadir para pengusaha dari industri kosmetik, gaya hidup serta pelaku industri ekonomi syariah sebagai penggerak dari industri halal secara keseluruhan.
 
Pada sesi yang membahas tentang wisata dan gaya hidup, Riyanto Sofyan yang juga founder dari hotel syariah yakni Hotel Sofyan menuturkan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan untuk tempat wisata serta penginapan di Tanah Air. Pada sesi ini, Ia juga menceritakan tentang keluh kesahnya dalam mengubah konsep Hotel biasa menjadi Hotel Syariah, sekitar tiga tahun setelah Hotel Sofyan yang didirikan bersama dengan ayahnya menembus IPO pada tahun 1989 silam.
 
Kemudian, pada sesi berikutnya hadir seorang founder dari merek kosmetik halal ternama yakni Wardah. Adalah Nurhayari Subakti, pendiri dan pemilik Wardah yang berbagi pengalamannya dalam mengembangkan kosmetik halal. Ia berujar, pasar kosmetik halal kini terbuka lebar, baik itu di Indonesia maupun di kancah internasional. Apalagi dengan perkembangan industri halal di dunia yang semakin pesat membuat peluang ini semakin terbuka lebar. Sampai dengan saat ini saja, omset dari perusahaan kosmetik yang ia rintis tersebut kini sudah menembus angka Rp. 1 triliun.
 
Sementara sesi terakhir merupakan sesi yang membahas mengenai sektor keuangan halal atau syariah. Seperti diketahui, Industri keuangan syariah yang sudah berjalan selama 25 tahun ini mengalami perkembangan yang cukup baik, meskipun hal tersebut belum optimal. Direktur utama Pegadaian memaparkan bagaimana pegadaian menangkap peluang industri halal ini, pegadaian juga cenderung lebih 'ramah' terhadap para nasabah dan barang gadainya seperti memberitahu batas jatuh tempo dan bisa dijual barang jaminan untuk melunasi hutang, serta menentukan bunga yang ringan. Sesi ini juga membahas mengenai perkembangan pasar modal. Saat ini penerbitan suku di pasar modal sudah berkembang dengan cepat dan mendapatkan respon positif dari pasar.
 
Dari penuturan tiga pelaku usaha di industri halal ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa industri produk halal ini sedang sehat dan berpotensi untuk menggerakan perekonomian bangsa. Apalagi dengan kemajuan teknologi yang tentunya akan menghasilkan para startup yang bermain di industri halal seperti e-commerce  atau marketpace halal, developer aplikasi halal, serta tidak dipungkiri juga munculnya jasa angkutan halal via aplikasi smartphone.
 
Pada ajang ini, hadir juga seorang pembicara dari Korea Selatan yang menuturkan bahwa di negeri Ginseng tersebut sangat siap dalam menangkap peluang di industri halal dunia yang akan menjadi tren gaya hidup ke depan. (ari)

Back to Top