Hijaber Palestina Ini Raih Penghargaan Global Teacher Prize

gomuslim.co.id - Profesi guru adalah salah satu pekerjaan yang perlu kerja keras. Hal ini terlihat dari usaha para guru untuk mendidik murid-murid di sekolah. 

Terdapat banyak waktu yang dihabiskan untuk mencari tahu cara terbaik guna mengajarkan keterampilan yang dibutuhkan oleh para siswa. Sementara banyak guru menghadapi masalah seperti masalah anggaran dan perjuangan penanganan kelas yang besar. Pada kenyataannya, setiap guru mengalami masalah unik untuk daerah mereka masing-masing.

Lingkungan belajar mengajar di Palestina merupakan sesuatu yang berbeda dari apa yang sering ditemukan di belahan dunia lain dan Hanan Al Hroub menjadi wanita teladan yang kerap menghadapi permasalahan seperti itu.

Hanan Al Hroub adalah guru Palestina yang mengajar untuk anak-anak yang mengalami kekerasan secara rutin. Pada Awal tahun ini, Hanan memenangkan hadiah guru teladan dari penghargaan bergengsi di tingkat global dan mendapatkan hadiah uang sebesar USD 1 Juta. Ketika ia pergi untuk menerima penghargaan itu, Hanan berbicara tentang pentingnya penghargaan bagi seseorang dalam situasi seperti ini. "Saya bangga menjadi seorang guru wanita Palestina yang berdiri di atas panggung ini. Saya menerima ini sebagai kemenangan bagi semua guru di dunia dan di Palestina pada khususnya. "Ujarnya seperti dilansir dari publikasi Muslimgirls, (12/10).

Adapun, lingkungan untuk guru dan siswa di Palestina adalah lingkungan dunia yang jauh dari ruang kelas yang sering dilihat dalam kehidupan sehari-hari. Hanan menjelaskan situasi dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi moral pelajar nya dan berkomentar bahwa situasi tersebut tidak mendukung untuk pengembangan kreativitas. Namun mereka dituntut kreatif untuk mempertahankan hidup mereka.

Pada sesi wawancara dengan Newsweek, Al Hroub mengungkapkan teknik dia dalam menyampaikan ilmu adalah dengan bermain dan belajar. Teknik ini ia gunakan untuk membantu anak-anak pengungsi yang mengalami trauma.

"Saya membuat setiap sudut di ruang kelas saya dengan permainan. Setelah itu, saya mulai untuk menghubungkan permainan mereka itu dengan subjek yang ada dalam kurikulum. Saya mulai melihat mereka membaik, dari hari ke hari," katanya.

Al Hroub mengatakan teknik ini telah meningkatkan suasana di kelasnya dan mengungkapkan bahwa ruang kelas menjadi tempat yang sangat penting bagi mereka (siswa). "Mereka menghormati tempat ini. Perilaku ini yang saya ingin kuatkan dalam kehidupan masyarakat, dimulai dengan siswa di kelas, saya membuat hubungan antara apa yang dibutuhkan masyarakat dan apa yang bisa saya lakukan di dalam kelas, " jelas Al Hroub.

Teknik yang dijalankan Al Hroub ini bisa meningkatkan kepercayaan antara dia dan murid-muridnya, serta menciptakan rasa hangat dari sebuah 'komunitas' pada waktu di mana mereka membutuhkannya.

Sebagai contoh dari teknik mengajarnya adalah suatu hari Al Hroub membawa uang ke sekolah, dan mengatakan kepada para siswa bahwa mereka dapat meminjam uang tersebut jika mereka berjanji untuk mengembalikannya. Suatu hari, ketika uang itu dicuri, siswa membentuk sistem buddy monitoring untuk mengetahui siapa yang mengambil uang tersebut. Hal ini dibangun rasa kedekatan antara Al Hroub dan murid-muridnya yang menghargainya. Dia sekarang merasa seakan kelas memiliki lingkungan seperti yang lain.

"Kita semua adalah sebuah tim. Tempat yang kita sebut kelas adalah rumah kami. Kami adalah 29 siswa dan saya, 30 orang di kelas ini, kami adalah keluarga. Saling mendukung, saling mencintai, " pungkasnya. Hanan Al Hroub adalah guru yang dibutuhkan oleh semua siswa. Pemahaman dan kepeduliannya diinvestasikan dalam mengajar muridnya, Al Hroub benar-benar pantas menerima penghargaan "Teacher of the Year."

Terkait dengan hadiah yang dapatkan, Hanan Al Hroub, yang keahliannya adalah menangani anak-anak yang menderita trauma kekerasan ini mengatakan akan menggunakan hadiah uang yang ia terima untuk membantu murid-muridnya.

Untuk diketahui, finalis tahun ini antara lain berasal dari Inggris, India, Kenya, Finlandia, dan Amerika Serikat. Global Teacher Prize merupakan sebuah ajang penghargaan yang diberikan oleh Yayasan Varkey yang merupakan yayasan sosial milik perusahaan pendidikan internasional GEMS yang antara lain dengan tujuan untuk meningkatkan status profesi guru. Pangeran William, pewaris urutan kedua Kerajaan Inggris juga ikut menyampaikan ucapan selamat lewat pesan video kepada Hanan Al Hroub. (ari/dbs)


Back to Top