GIES 2016: Muslim Fashion Makin Tumbuh dan Jadi Inovasi Terdepan

gomuslim.co.id- Selain tema ekonomi Islam, pada ajang Global Islamic Economy Summit (GIES) 2016 juga membahas topik fashion muslim. Sebagaimana diketahui bahwa perkembangan fashion muslim makin diminati. Bahkan, pangsa pasar Muslim ini menjadi terdepan dalam berbagai hal. Hal ini, dikarenakan belanja konsumen Muslim pada pakaian diperkirakan telah mencapai $243 miliar di tahun 2015 dan $44 miliar yang dihabiskan pada pasar pakaian halal. Diproyeksikan pada tahun 2021 pengeluaran untuk fashion halal yang simple akan mencapai $368 miliar. Sungguh fantastis angka pasar fashion Muslim ini.

Apalagi, Dolce & Gabbana, Burberry, Uniqlo, H & M, dan Toms, brand fashion dunia ini juga ikut meluncurkan koleksi yang ramah Muslim.  Karena itu, tak kalah dengan brand terkenal dan mahal itu, seorang desainer yang berbasis di Dubai, Manaal Al Hamaadi baru-baru ini menciptakan abaya bertenaga surya pertama. Manaal pun sedang memulai kampanye crowdfunding, untuk sebuah proyek merancang jilbab yang bisa beradaptasi dengan berbagai iklim.  

Dengan inovasi tersebut, dapat dikatakan bahwa sektor ekonomi Islam, yang tampak adalah simple, halal, dan fashion. Sebenarnya industry ini telah jauh memulai bahkan sebelum studi tentang ekonomi Islam dilakukan. Sebagian besar didorong oleh perempuan Muslim, pertumbuhan populasi Muslim secara keseluruhan, dan daya beli mereka yang berkembang. Sehingga membuat industri fashion halal mengalami pertumbuhan pesat. Bahkan, belanja konsumen Muslim pada pakaian diperkirakan telah mencapai $ 243 miliar 2015 ini menyumbang 11 persen dari pengeluaran pasar global, dan merupakan pertumbuhan 5,7 persen dari tahun sebelumnya. Dari jumlah itu, sekitar $ 44 miliar dihabiskan pada fashion halal bergaya simple, pada tahun yang sama.

Diprediksi tidak akan ada kata mati untuk momentum sektor fashion ini, sebaliknya, pengeluaran untuk belanja simple fashion dikatakan sebelumnya, diproyeksikan mencapai $ 368 miliar pada 2021. Hal tersebut mempunyai banyak pendukung, bukan hanya para desainer Muslim, tapi juga didukung oleh beberapa nama terbesar di dunia dalam industri fashion yang telah lebih dulu terjun dan mempunyai nama di dalam sektor fashion ini. Terlebih lagi, Mayhoola Qatar telah mengucurkan dana investasi untuk membeli  sebuah label mewah  asal Perancis, Balmain.

Gebrakan Dolce & Gabbana, pada 2016 sukses membuat dunia mulai mencari tahu tentang fashion Muslim. Dengan meluncurkan koleksi pertama D&G, yaitu jilbab dan abaya untuk pasar Timur Tengah. Sementara itu, Burberry meluncurkan koleksi Ramadan pertamanya, dan Uniqlo pun turut mengeluarkan koleksi  busananya yang simpel.

Selain itu, merek internasional lainnya, lebih mendekati sektor lainnya, yakni dari sudut yang lebih sosial dan filantropi. Misalnya, H & M dalam produk jilbabnya menandai model jilbab yang dipakai, Mariah Idrissi, dalam sebuah iklan yang mendorong pelanggan pengecer untuk mendaur ulang pakaian mereka. Beda lagi dengan, Toms yang bebasis di AS, berkolaborasi dengan aktivis pendidikan Malala Yousafzai untuk menciptakan the Malala Dana x Toms Scarf. Dalam proyek ini 100 persen dari keuntungan penjualan hijab ini akan disumbangkan untuk mendukung pendidikan anak perempuan.

Sektor fashion global belum terhindar dari efek transformasi teknologi yang cepat dari "revolusi industri keempat".  Seluruh industri yang sekarang ini, sebagian besar masih bergantung pada aspek klasik dan mapan secara budaya. Namun, mereka berupaya untuk bisa beradaptasi dengan Internet dalam  berbagai hal.  Seluruh brand fashion dunia telah bekerja keras untuk mencapai keseimbangan antara brand fashion dengan tren teknologi yang dapat dipakai, untuk menghasilkan gaya dengan tampilan elegan yang menunjukan kekhususan bisnis mereka.

Dalam konferensi ini juga disebutkan bahwa fashion halal tidak terkecuali; desainer Muslim telah berhasil menggabungkan inovasi  dengan desain yang lama agar dapat melestarikannya. Seperti halnya, Desainer Manaal yang baru-baru ini menciptakan abaya bertenaga surya pertama. Abaya ini dapat digunakan melalui perangkat elektronik portabel di mana saja. Sementara itu, kampanye pengumpulan dana sedang berlangsung untuk mendanai sebuah proyek yang luar biasa untuk merancang jilbab yang dapat beradaptasi dengan iklim di mana pun.

Berbagai inovasi fashion halal tersebut, makin memperjelas bahwa sektor halal tumbuh semakin sehat, secara cepat dan matang untuk investasi yang menjanjikan. Akhirnya, membuka peluang dilirik oleh perusahaan bermerek dan para investor yang awalnya tidak melihat pangsa pasar Muslim, sekarang malah muncul satu demi satu investor yang membiayai tren berbusana  berlabel halal.

Seperti dilansir publikasi Halal Focus, acara GIES 11 sampai 12 Oktober di Madinat Jumeirah di Dubai ini adalah forum terkini di Timur Tengah terkait ekonomi Islam ini diselenggarakan oleh Dubai Kamar Dagang Industri dan Dubai Islamic Economy Development Centre, juga Thomson Reuters yang memberikan pelayanan sebagai mitra strategis. Selain tentang fashion Muslim, juga ada berbagai topik lainnya terkait industri halal dan perkembangan ekonomi Islam. (iys/dbs)

 

 

 

 

 


Back to Top