Usung Tagline ‘Moslem Friendly Destination’, Begini Persiapan Sumbar Wakili Indonesia di Ajang WHTA 2016

gomuslim.co.id- Pada Kompetisi Pariwisata Halal Nasional (KPHN) 2016, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) meraih penghargaan di empat kategori, yaitu Destinasi Wisata Halal Terbaik, Destinasi Kuliner Terbaik, Restoran Halal Terbaik, dan Biro Perjalanan Wisata Halal Terbaik. Untuk itu, tahun ini Sumbar bersama daerah lain di Indonesia akan mengikuti World Halal Tourism Award (WHTA) 2016. Ajang ini menjadi kesepakatan bersama berbagai pihak yang peduli pariwisata Sumbar, program ini disebut dengan Minang Halal Tourism.

Adapun, pada WHTA 2016 Sumbar akan mewakili Indonesia di tiga kategori yaitu,  World's Best Halal Destination, World's Best Halal Culinary Destination, dan Ero Tour dalam kategori World's Best Halal Tour Operator. Kompetisi tersebut dilakukan dengan vote secara online yang akan berlangsung pada tanggal 17 Oktober sampai  25 November 2016.

Dengan mengusung tagline: Moslem Friendly Destination atau daerah wisata ramah muslim, Sumbar menyiapkan berbagai hal untuk maju mewakili Indonesia di ajang tersebut, dimulai dari gerakan penyadaran pentingnya produk halal, pembangunan infrastruktur, sampai pada promosi besar-besaran.

Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumbar Didit P. Santoso dalam Publikasi resmi BimasKemenag mengatakan intinya, wisata halal itu kan bagaimana membuat wisatawan muslim merasa nyaman karena selain mereka berwisata mereka juga bisa beribadah sebagaimana biasanya.  

Didit menjelaskan untuk mewujudkan Sumbar sebagai destinasi wisata halal, pihaknya telah melakukan berbagai upaya seperti mendorong pelaku usaha untuk mengurus sertifikat halal, pembangunan infrastruktur pendukung, dan promosi. Untuk tahun ini, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumbar menargetkan akan ada 20 usaha, termasuk hotel, restoran, dan pusat oleh-oleh yang sudah tersertifikasi halal. Keduapuluh tempat usaha itu dipilih berdasarkan tingkat popularitas yang selama ini dikunjungi oleh wisatawan.

“Kita melakukan pendampingan sampai usaha mereka sudah tersertifikasi halal, seperti usaha yang akan disertifikasi adalah Sate Mak Syukur di Padang Panjang dan Hotel Sofyan di Padang, “ pungkas Didit.

Untuk Infrastruktur seperti hotel, selain restorannya telah memiliki sertifikat halal, menurut Didit, pada setiap kamar juga harus memenuhi kaidah-kaidah halal seperti tersedianya arah kiblat, sajadah, Alquran, tempat pengambilan air wudhu, urinoir yang unautomatic, dan closet yang memiliki hand shower. Sedangkan di tempat wisata, seperti pantai, harus tersedia masjid atau mushalla dan toilet yang bersih dan memadai.

“Kita juga mendorong agar masjid dan mushalla yang ada di sepanjang jalan, terutama yang termasuk koridor wisata, agar memiliki toilet dan tempat wudhu yang bersih,” tambahnya.

 Sementara dari sisi promosi yang dilakukan, salah satunya, kata Didit, dengan mengikuti berbagai kompetisi, termasuk Anugerah Pariwisata Halal Terbaik 2016 yang dilaksanakan oleh Kementrian Pariwisata (Kemenpar) dan di akhir tahun mewakili Indonesia di ajang WHTA 2016.

Terkait target kunjungan wisata ke Sumbar setelah adanya deklarasi destinasi wisata halal ini, Didit mengaku pihaknya tidak muluk-muluk dalam memasang target. Dia hanya berharap ketika ada even-even keislaman baik berskala nasional maupun internasional, Sumbar bisa menjadi pilihan pemerintah untuk ditunjuk sebagai tuan rumah. Didit mengakui, selama ini pepatah “Adat bersandi syara’, syara’ bersandi kitabullah” dianggap tidak kontekstual terhadap hal-hal yang berbau pariwisata. Alhasil, dengan kekayaan budaya dan keindahan alam yang dimiliki kurang mendapat perhatian untuk dikembangkan sebagai industri pariwisata.

“Namun dengan Sumbar sebagai destinasi wisata halal terbaik di Indonesia, akan terus kita kampanyekan” pungkas Didit.

 Selain itu, program Wisata Halal Sumbar juga mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat melalui Bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais dan dan Binsyar) mendukung secara Sumbar sebagai destinasi wisata halal di Indonesia.

Kepala Bidang Urais dan Binsyar Kanwil Kemenag Provinsi Sumbar Damri Tanjung mengatakan bentuk dukungan yang diberikan antara lain: telah melaksanakan soft launching ‘Sumbar sebagai Provinsi Sadar Halal’. “Sejak tahun 2014 kita telah melaksanakan kegiatan sadar halal ini, seperti beberapa waktu lalu kita melaksanakan program Halal Go To School, yaitu untuk mengedukasi para siswa agar mengetahui produk halal ini seperti apa termasuk masa kadaluarsa suatu produk,” jelas Damri.

Dengan menggandeng LPPOM MUI dan BPOM, Kemenag juga telah melaksanakan kegiatan sosialisasi gerakan sadar halal di empat kabupaten Sumbar. “Kita juga telah mengumpulkan Penyuluh Agama Islam di dua lokasi yaitu di Kota Bukittinggi dan Kota Solok tapi melibatkan peserta seluruh kabupaten dan kota untuk memberi bahan atau materi terkait dengan produk halal, karena penyuluh adalah ujung tombak kita yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” katanya.

 Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Arief Yahya meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Barat agar segera menentukan satu destinasi wisata di wilayahnya yang layak dijadikan sebagai ikon sekaligus menjadi prioritas untuk dikembangkan. Arief menjelaskan, jika sudah dilakukan penetapan dan diusulkan pada Kemenparekraf, maka pemerintah pusat akan memberikan sejumlah fasilitas untuk mendorong pengembangan wilayah dimaksud.

"Kita sudah tentukan 10 destinasi wisata yang akan kita jadikan Bali baru, yakni destinasi yang dikembangkan untuk mampu menyedot kunjungan wisata yang tinggi seperti Bali. Kalau Sumatera Barat juga ingin, harus dipilih satu destinasi yang mungkin layak dijadikan ikon atau mungkin disiapkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)," ungkap Arief.

Arief memaparkan ada 10 destinasi wisata di Indonesia yang direncanakan dikembangkan menjadi Bali baru yakni Tanjung Kelayang, Danau Toba, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Borobudur, Bromo, Mandalika, Labuan Bajo, Wakatobi, dan Morotai. Sedangkan, untuk Sumatera Barat bisa menyusul dengan mempersiapkan syaratnya. (fau/kemenag/kemenpar/dbs)

Baca juga:

Susul Lombok dan Aceh, Sumatra Barat Juga Siap Semarakkan Pesona Wisata Halal Indonesia

Inilah Daftar Pemenang Anugerah Pariwisata Halal Nasional 2016

 

 

 

 

 


Back to Top