Satukan Umat Islam di Inggris, Muslim Britania Raya Gelar Kongres 'Best of British Muslims'

gomuslim.co.id- Muslim Association of Britain (MAB) Convention 2016: Best of British Muslims sebuah kegiatan untuk menyatukan dan menginspirasi Muslim di Inggris. Acara ini akan diadakan di The New Bingley Hall, Hockley Circus, Birmingham pada (15/10/2016) mendatang. Jelang perhelatan tahunan ini, MAB sebagai penyelenggara telah siap mempersembahkan momen penuh makna dengan berbagai kegiatan, seperti pameran, award ceremony, aktivitas anak, pertunjukan nasyid, dan dialog oleh sejumlah pembicara.

Kongres sehari ini merayakan pencapaian dan kesuksesan Muslim Inggris. Berbagai talk show yang penuh inspirasi akan disampaikan oleh para pemikir inovatif dan banyak tokoh yang berpengaruh yang datang dari berbagai latar belakang. Tentu saja konvensi ini  menjadi wadah bagi para audiens. Sehingga, akan banyak orang yang mendapatkan nilai positif, karena acara ini tempat berbagi ide-ide cemerlang tentang dunia Islam dan Muslim itu sendiri.

Dengan demikian, akan banyak cerita penuh inspirasi dan cerita Muslim Inggris lainnya. Sehingga, konvensi ini pun akan memberikan kesempatan kepada berbagai jaringan, baik usaha atau yang lainnya.  Selain itu, banyak orang akan belajar tentang usaha baru melalui kios-kios yang tersedia di area pameran. 

Adapun pembicara, tokoh pemikir yang akan hadir pada acara ini diantaranya, Dr Anas Altikriti CEO The Cordoba Foundation, Ajmal Masroor Imam dan Broadcaster, Malia Bouattia Presiden NUS, Khadija Safari—Martial Arts Instructur, Dr Jasmine Gani—Lecturer, dan banyak lagi. Di samping itu ada juga pertunjukan Nasheed, yang menampilkan Saif Adam, ia akan menghibur dengan nasyid-nya yang memberikan pesan Islam mendalam.  Kemudian, tambah seru dengan hadirnya Komedian Guzzy Bear yang akan menyajikan sketsa komedi terbaiknya.

Acara lain yang sangat dinantikan para anggota MAB adalah pengumuman dan memberikan penghargaan kepada pemenang Kompetisi Ramadhan Quiz; Puisi dan Seni. Para pemenang dari kompetisi ini nanti akan diminta untuk membacakan puisinya di atas panggung. Namun, yang terpenting perhelatan ini akan menambah pengalaman Muslim di Inggris.  

Dalam laman MAB disebutkan bahwa siapa pun dipersilahkan datang ke konvensi ini, sesuai program mana yang diinginkan. Dalam cara tersebut disediakan gelang sebagai tanda peserta, jadi jika ingin meninggalkan acara tapi ingin kembali lagi bisa lebih mudah.  

Mengenai Muslim Association of Britain (MAB), adalah sebuah organisasi di Britania Raya yang mulai didirikan pada tahun 1997. “Kami berdedikasi untuk melayani masyarakat dengan mempromosikan pemahaman yang diterima Islam sesuai dengan ajaran spiritual, cita-cita, konsep masyarakat, dan nilai-nilai moral, semua itu diarahkan untuk melayani kemanusiaan. Harapannya, MAB bisa menjangkau orang-orang yang terbiasa menggunakan argumentasi yang logis dan membumi,” kata President MAB, Dr Omer El-Hamdoon.

Kegiatan MAB adalah bekerja sama dengan orang lain untuk mengatasi masalah yang kompleks, sehingga dapat mempengaruhi masyarakat. Seperti, dengan meningkatnya populasi kejahatan, kegagalan dalam pendidikan, penyebaran rasisme, mengobarkan anti-Islam, kebencian, Islamophobia, kecanduan narkoba, kekerasan dan pemuda yang tidak diakui masyarakat.

Karena, MAB percaya bahwa umat Islam harus berinteraksi secara positif dengan semua elemen masyarakat. Agar mencerminkan perilaku yang baik dan mampu menyampaikan pesan Islam yang murni tak kurang suatu apa pun.

Organisasi ini sangat peduli dengan kehidupan masyarakat yang ada di sekelilingnya. Karena itu, MAB bekerja keras membangun dan mempertahankan sebuah harapan dengan mendorong umat Islam untuk berpartisipasi secara proaktif dalam British Society. Dengan demikian sebagai warga negara Inggris, sebagai Muslim telah menyumbangkan fungsi positif dalam bernegara. Sejalan dengan itu, visi dan Misi MAB sangat menggugah, Muslim yang baik akan  melakukan yang terbaik. Kini, MAB telah memiliki 11 cabang di Inggris, yaitu London, Birmingham, Wales, Skotlandia, East Midlands, South Yorkshire, West Yorkshire, Manchester, Liverpool dan Tyneside.

Terbentuknya asosiasi Muslim Inggris ini merupakan wadah aspirasi kalangan Muslim Inggris agar organisasi ini menjadi sebuah organisasi yang mencerminkan pandangan Muslim. Kemudian, begitu banyaknya dukungan  dari seluruh masyarakat Inggris, sebab MAB membuktikan mempunyai sisi positif dengan terus berpegang pada prinsip dan nilai Islam. Dengan demikian, kelompok ini memberikan nilai dan berpegang pada prinsip-prinsip dan nilai-nilai Islam sebagai bagian dari kehidupan yang utama pada masyarakat Inggris.

Selanjutnya, gerak MAB lebih energik dengan menjadi sebuah organisasi yang mencerminkan keragaman komunitas Muslim, sehingga organisasi ini bisa memimpin dalam mempromosikan dan membela Islam. “Selain itu, kami bertujuan untuk mengembangkan hubungan yang konstruktif dan saling menguntungkan dengan masyarakat non-Muslim yang lebih luas sedangkan tetap setia kepada Islam dan prinsip-prinsip mulia. Caranya dengan aktif terlibat dalam kegiatan amal yang lebih luas, mulai dari isu-isu lokal seperti tunawisma, bank makanan, juga memberi perhatian khusus pada orang jompo maupun anak-anak muda yang telantar, serta memperluas proyek nasional seperti penelitian medis, dan perawatan kesehatan,” kata El Hamdoon.

Komitmen MAB terlihat sangat kuat dengan motto mereka yakni, tidak bisa tidak, harus menjadi bagian dari perbaikan dan mereformasi dengan memberikan kemampuan diri yang terbaik akan lahir keberkahan dari Allah. Mereka mengutip, seperti yang dilakukan Nabi Syuaib dalam Alquran Surat 11 atau 88, “Dia (Syuaib) berkata, “Wahai kaumku! Terangkan kepadaku jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan aku dianugerahi-NYA rezeki yang baik (pantaskah aku menyalahi perintah-Nya)? Aku tidak bermaksud menyalahi kamu terhadap apa yang aku larang darinya. Aku hanya bermaksud (mendatangkan) perbaikan selama aku masih sanggup. Dan petunjuk yang aku ikuti hanya dari Allah. Kepada-Nya aku bertawakal dan kepada-Nya (pula) aku kembali.”

Dengan begitu banyak kejadian yang menimpa umat Muslim, apalagi seperti di Inggris. Asosiasi ini sangat membantu, terutama dalam sebuah dialog yang konstruktif untuk menyatakan bahwa umat Muslim merupakan bagian dari masyarakat modern, demi kemajuan semua pihak. Muslim Inggris, sebagai warga negara yang baik, terlibat aktif dalam membentuk prosedur pengambilan keputusan politik maupun sosial. Mereka pun menyatakan bahwa Muslim Inggris memahami peran mereka sebagai pemberi pesan moral dan berlaku adil bagi semua orang yang tertindas di dunia, baik Muslim dan Non Muslim. Pun dijelaskan bahwa menjunjung kemanusian dan menyadari pentingnya perdamaian dan stabilitas dunia yang lebih baik. (iys/MAB)

 

 


Back to Top