Institut Bahrain Siapkan Ahli di Bidang Ekonomi Islam

gomuslim.co.id- Bahrain Institute of Banking and Finance (BIBF)  baru saja meluncurkan pelatihan pertamanya untuk Masterclass dunia dengan tema ‘The Convergence of the Halal Market and Islamic Capital’. Terkait hal itu, BIBF menyadari perkembangan ekonomi Islam sekarang ini semakin meningkat. Karena itu, BIBF merasa perlu untuk mencetak sumber daya manusia yang paham mengenai pasar halal dan modal dalam Islam. Pelatihan singkat ini diadakan dalam kemitraan dengan kalangan dari Amerika Serikat dan Uni Emirat Arab berdasarkan konsultasi pemahaman dan penelitian dengan Dinar Standard dan Dana Wakaf dari Bank Sentral Bahrain.

Pelatihan yang diadakan dua hari ini berkonsentrasi pada metodologi industri keuangan Islam dengan memanfaatkan sistem global eco Halal, makanan halal, pariwisata Keluarga, fashion, media, pariwisata, farmasi, dan kosmetik. Selain itu, dibahas juga mengenai potensi profil geografis dan pasar halal sebagai sumber dari adanya investasi untuk meningkatkan pendapatan keseluruhan. Masterclass ini menawarkan kesempatan pertama kepada peserta yang tertarik mempelajari Pasar Halal. Sehingga mereka dapat mengembangkan diri melalui ringkasan yang komprehensif mengenai ekonomi Islam, khususnya menyangkut pembiayaan atau takaful, dan juga pembahasan tentang makanan halal.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Direktur BIBF Dr.Ahmed Abdul Ghani Al Shaikh mengatakan Ekonomi Halal telah muncul sebagai sumber investasi untuk meningkatkan pendapatan yang menyeluruh. “Dengan demikian, Masterclass dikembangkan secara selaras dengan tujuan utama BIBF, yaitu, untuk mempertahankan statusnya sebagai lembaga terkemuka dan perintis dalam menyediakan sumber daya manusia bidang ekonomi. Tentu saja, ini adalah industri yang relevan dalam memperkuat posisi Bahrain sebagai pusat keuangan di kawasan ini,” jelas Dr.Ahmed, seperti dilansir dari publikasi resmi BIBF.

Pada tahun mendatang BIBF akan menawarkan Masterclass kepada peserta untuk spektrum yang lebih luas, dengan skala internasional. Hal ini dalam rangka untuk meningkatkan jangkauan di luar Bahrain dan lebih luas dari the Gulf Cooperation Council (GCC)—dewan kerja sama Teluk, hingga seluruh dunia.

Pada kesempatan lain, BIBF menunjukan keseriusannya dengan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Ibdar Bank untuk memberikan seorang ahli dalam bidang Islamic Finance khususnya Masterclass untuk Islamic Investment Banking. Isi MOU tersebut menetapkan bahwa BIBF akan menyampaikan Masterclass interaktif dan praktis dalam waktu 5 hari di Islamic Investment Banking. Kemudian BIBF juga perlu menyediakan cakupan yang luas mengenai aspek-aspek kunci terkait isu-isu Islamic Investment Banking, dengan referensi khusus dari standar Accounting and Auditing Organisation for Islamic Financial Institutions (AAOIFI).

 

"Kesepakatan dalam MOU hadir saat Industri Keuangan Islam diperkirakan akan tumbuh lebih cepat pada tahun-tahun mendatang. Karena itu, BIBF sangat bangga menjadi bagian dari industri yang terus berkembang ini. Pada BIBF, kita berusaha untuk mempertahankan status kita sebagai pelopor di bidang pendidikan dan pelatihan Perbankan dan Keuangan Islam tidak hanya regional, tetapi juga secara global. BIBF menawarkan pelatihan Masterclasses untuk memberikan solusi kebutuhan pasar, secara spesifik mengenai keuangan Islam,” papar Dr.Ahmed.

Di sisi lain,  Ibdar Bank Acting Chief Executive, Mr. Ahmed AlRayes, menyoroti tentang pentingnya memperkuat kerjasama antara Bank Ibdar dan BIBF. Sehingga akan ada hubungan timbal balik kedua organisasi ini untuk meningkatkan keahlian perbankan lokal dan sektor keuangan  dalam mengembangkan pelatihan keuangan Islam.

"Kerjasama ini mencerminkan pertumbuhan industri keuangan Islam dan kita sebagai salah satu bank terkemuka di Islamic Finance terus bekerja untuk meningkatkan keterampilan pada sumber daya manusia. Kami melihat nilai dalam pertumbuhan sektor ini di pasar internasional, yang akan lebih memperkuat posisi Bahrain sebagai hub untuk urusan keuangan Islam, tidak hanya regional tapi internasional,” terang AlRayes.

Keseriusan Bahrain Institute of Banking and Finance dalam menyediakan sumber daya manusia bidang keuangan Islam mendapat dukungan dari Khaleeji Commercial Bank (KHCB). Dukungan ini berupa dana untuk pengembangan keuangan Islam yang memiliki platform e-Learning sesuai dengan Standar yang dikeluarkan oleh AAOIFI. Platform ini akan menjadi referensi utama untuk industri keuangan Islam dan akan menjadi one-stop solution e-Learning. Dengan demikian mudah diakses dan terjangkau secara luas. Sehingga akan meningkatkan kesadaran dan pemahaman lebih lanjut terhadap standar AAOIFI secara global, juga memperluas ruang lingkup BIBF di dunia internasional.

Selain itu, BIBF menandatangani perjanjian global eksklusif selama empat tahun dengan AAOIFI. Tujuannya, untuk membawa seluruh 95 standar AAOIFI meliputi Syariah, Akuntansi, Auditing dan Pemerintahan secara online melalui video rekaman ceramah, penjelasan interaktif dan animasi, catatan, studi kasus, dan pengungkapan fatwa. E-Learning Platform akan memberikan akses kepada individu yang tertarik untuk belajar tentang standar AAOIFI dalam hal perbankan dan keuangan Islam.

“Saya berikan apresiasi kepada Khaleeji Commercial Bank dengan langkah yang signifikan ini, untuk pengembangan sumber daya manusia dalam industri keuangan Islam. Bahrain Institut  adalah pelopor di bidang pelatihan dan pendidikan Perbankan dan Keuangan Islam. Industri keuangan Islam telah mencapai pertumbuhan massa kritis, jadi pertumbuhan industri diperkirakan akan tetap lebih tinggi dari segmen lain dari sektor keuangan global, didukung oleh demografi yang sangat menguntungkan. Bahrain berada pada posisi kuat di garis depan pertumbuhan ini, membuat peraturan kelas dunia jasa keuangan Islam,” ungkap Dr.Ahmed.  

Bahrain Institute akan meluncurkan fase pertama dari e-learning platform pada akhir tahun ini, yang mencakup standar AAOIFI syariah. Rencana lainnya, BIBF juga bermaksud untuk mengambil sebagian besar modul pelatihan yang ada dalam kualifikasi online. Disamping juga lebih meningkatkan jangkauannya melampaui Bahrain dan GCC yaitu seluruh dunia.

Dengan demikian, BIBF terus memainkan peran penting dalam pengembangan kapasitas manusia untuk industri keuangan Islam. Dengan fokus pada perspektif seorang praktisi,  memungkinkan lembaga-lembaga keuangan Islam dapat mencapai potensi pertumbuhan mereka. (iys/BIBF)


Back to Top