Gunakan Konsep Syariah, Rania Skin Care Jamin Kehalalan Produk

gomuslim.co.id- Berbagai produk halal kini banyak dikembangkan, mulai dari makanan, minuman, bahkan sampai dengan alat kecantikan. Minat masyarakat dalam memakai produk halal dan sesuai dengan syariat Islam memang telah meningkat. Selain karena aturan hukum, produk halal juga memberikan jaminan pada kesehatan.

Baru-baru ini, pelaku usaha Skin Care merambah konsep syariah. Adalah generasi kedua Grup Citra yang kini menawarkan konsep bisnis yang berbeda. Rifqiannor memilih membesut klinik kecantikan, sesuai dengan latar belakang keilmuannya di Kedokteran. Nama kliniknya, Rania Skin Care yang terletak di Q Mall, Banjarbaru, Kalimantan. 

Ada hal yang unik, pria usia 26 tahun itu mengusung konsep syariah di bisnis yang tidak terafiliasi dengan Grup Citra yang didirikan ayahnya, H. Norhin, sekaligus pemilik Q Mall. Karena konsepnya syariah, seluruh karyawatinya menggunakan hijab.

“Seluruh proses bisnis juga tidak lepas dari nilai keadilan dan kesejahteraan bersama sesuai syariah Islam. Contohnya, skema bagi hasil untuk karyawan. Klinik kecantikan yang menerapkan konsep syariah juga belum banyak,” ujarnya.

Lebih lanjut Rifqiannor menuturkan, bisnis kesehatan dan kecantikan kulit sangat menguntungkan seiring meningkatkan taraf perekonomian di daerah Kalimantan Selatan. Perawatan kesehatan dan kecantikan kulit bahkan sudah menjadi gaya hidup bagi masyarakat di perkotaan.

“Tak hanya untuk kaum hawa, laki-laki pun sudah pandai menjaga diri. Bisnis kesehatan sudah menggeliat sejak tahun 2000-an. Ini karena mudahnya arus informasi dan teknologi. Jadi kami ingin menampilkan sesuatu yang berbeda tetapi memiliki manfaat bagi para konsumen,” katanya.

Selain itu, Ia juga menjelaskan, para pelaku bisnis kesehatan gencar berpromosi dan dibarengi dengan terus meningkatkan kualitas pelayanan. Hal demikian membuat konsumen yang puas tentu akan memberi rekomendasi kepada keluarga, sahabat, dan anggota komunitasnya untuk mencoba perawatan serupa. “Ketika konsumen merasa puas dengan pelayanan yang baik, tentu mereka pun akan turut mempromosikan produk tanpa harus diminta,” ujarnya.

Khusus di wilayah Banjarbaru, lanjut dia, tipikal masyarakatnya masih religius. Rania Skin Care melakukan pendekatan yang disesuaikan dengan budaya setempat. Selain, tentu pengelolaan secara profesional, ditangani oleh dokter yang kompeten di bidang kecantikan dan estetika.

“Pelayanan yang diberikan bersifat care to patient, sangat menentukan kelanjutan bisnis kecantikan di Banjarbaru. Produk yang pakai perlu dijamin kehalalannya. Begitu juga sistem manajemen yang diterapkan agar tidak melanggar syariah, semuanya harus dilakukan,” katanya.

Tipikal konsumennya pun beragam. Ada yang baru mulai coba-coba hingga sudah menjadi pelanggan setia Rania Skin Care. Solusinya, Rania Skin Care menawarkan konsultasi gratis seumur hidup. Mereka juga menawarkan banyak promosi untuk menarik minat pasien baru.

“Pelayanan dari staf yang ramah juga penting. Layanan juga terus disesuaikan dengan teknologi terbaru di bidang kesehatan dan kecantikan. Harga yang kami tawarkan juga kompetitif dan terjangkau semua kalangan,” ujarnya.

Hingga saat ini, jumlah pasien yang mengunjungi Rania Skin Care telah mencapai 300-500 orang setiap bulannya. Dengan semakin pesatnya geliat perekonomian di Kota Banjarbaru, Rifqiannor tidak menutup kemungkinan untuk ekspansi dengan membuka cabang baru di beberapa titik kota di Indonesia.

“Kita coba dulu di sini, nanti ketika masyarakat sudah percaya, kita akan buka cabang di berbagai tempat. Berbisnis syariah memang mudah dan tidak takut memakan sesuatu yang haram,” tuturnya. (njs/dbs)

 


Back to Top