GIES 2016 : Pemerintah Timur Tengah Harus Perhatikan Peran Pemuda Muslim di Banyak Sektor

gomuslim.co.id- Pemerintah tidak melakukan hal yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pemuda-pemudi Islam. Hal ini berdasarkan pandangan menurut sekitar 50 persen dari para delegasi yang menghadiri sesi pertama Global Islamic Economy Summit (GIES) 2016 di Dubai.

Sebuah jajak pendapat interaktif pada sesi pembukaan Summit menemukan bahwa setengah dari delegasi percaya bahwa pemerintah harus berbuat lebih banyak untuk mengatasi kebutuhan pemuda di wilayah Timur Tengah.

Ketika ditanya apakah mereka optimis bahwa pemerintah di kawasan tersebut tepat menangani kebutuhan masa muda mereka, 50 persen dari delegasi mengatakan tidak, 42 persen mengatakan iya, dengan delapan persen menjadi ragu-ragu.

Salah satu panelis pada pleno pembukaan, Tirad Mahmoud yang juga merupakan CEO dari Abu Dhabi Islamic Bank meyakini hasil jejak pendapat yang konservatif ini. "Saya rasa ini adalah hasil yang wajar, jika anda melakukan jajak pendapat dari pemuda di seluruh wilayah, saya pikir anda akan mendapatkan hasil yang jauh lebih memprihatinkan." ungkapnya pada Summit yang berlangsung selama dua hari ini.

Untuk diketahui, pada sesi yang berjudul 'Pemuda Hari Ini, Pemimpin Besok: Solusi Scalable Memberdayakan Next Generation', membahas isu-isu utama yang dihadapi oleh pemuda-pemudi dalam ekonomi Islam, seperti pengangguran, kurangnya kesempatan dan kurangnya suara.

Pertumbuhan populasi

Untuk menangani masalah pertumbuhan penduduk yang semakin cepat, yang mana segmen anak muda dari 1,7 miliar Muslim di dunia yang tumbuh dua kali lipat dari rata-rata global. Panelis Ali Al Nuaimi senior profesional nuklir dan anggota dari UAE Emirates Youth Council mengatakan bahwa beberapa pemerintahan melihat ini sebagai tantangan, sedangkan pihak lain melihat ketidakpuasan ini sebagai sebuah kesempatan.

Dia mengatakan kepemimpinan Uni Emirat Arab (UEA) secara aktif meminta pemuda untuk fokus pada apa yang mereka pikirkan tentang masa depan mereka. Dia menyoroti penunjukan Menteri Negara Urusan Pemuda pada bulan Februari sebagai contoh konkret dari UEA yang berjuang untuk memberikan suara pemuda. "Pemuda yang mampu, mereka adalah yang paling mudah beradaptasi. Mereka dapat mengakomodasi perubahan dan dapat mengadopsi teknologi baru. Beberapa pemerintah yang tertinggal dalam hal ini. Tapi di sini, kami yakin di masa muda kami, kami mempercayai mereka dan itulah mengapa kami berinvestasi di dalamnya," kata Ali.

Sementara itu, panelis lain yang berbicara pada kesempatan ini Chiara Appendino Wali Kota Turin dan salah satu politisi senior termuda di Italia, menjelaskan bagaimana kotanya sedang berhadapan dengan dua kunci tantangan pemuda yakni pendidikan dan pekerjaan.

"Pendidikan bagi saya berarti hal yang berkualitas tinggi untuk mengembangkan keterampilan dan bekerja untuk masyarakat. Kemudian, kita perlu menciptakan kesempatan kerja. Di Turin, kami telah menciptakan kembali bisnis sejarah kami, industri, dan bekerja pada pariwisata dan telah menciptakan daya tarik budaya kota serta peluang baru bagi orang-orang muda," tandasnya.

Untuk menanggapi pertanyaan tentang apakah ada masih stigma di kalangan kaum muda lokal untuk bekerja di sektor swasta, Tirad Mahmoud mengatakan akan merekrut banyak pemuda dan merekrut pemuda setempat adalah kunci untuk memenuhi target itu. "Kami telah menerapkan kebijakan di mana kita tidak akan menyewa dari bank lain untuk posisi junior. Kami akan merekrut 100 persen dari sekolah dan perguruan tinggi," jelasnya.

Dia menambahkan bahwa keuangan Islam mungkin memiliki kelebihan ketimbang standar perbankan dalam hal perekrutan. "Penelitian kami menunjukkan bahwa remaja lebih tertarik dalam perbankan etis daripada bank umum, " tambah Tirad Mahmoud.

Sementara itu, Al Nuaimi mengatakan masa depan bukan hanya tentang menciptakan lebih banyak pekerjaan untuk sektor publik. "Kami berfokus pada menciptakan suatu lingkungan di mana remaja dapat berkembang dan memenuhi potensi mereka. Bukna hanya lapangan kerja, melainkan sebuah ekosistem bisnis," tukasnya. (ari/dbs)


Back to Top