GIES 2016: Produk-Produk Muslim Harus Masuk Pasar Dunia

gomuslim.co.id- Perkembangan populasi Muslim dunia terus meningkat. Hal ini berimbas pada sektor ekonomi Islam yang juga terus mengalami pertumbuhan. Salah satu yang terbesar dunia, pasar muslim menjadi incaran banyak pihak yang berkepentingan dalam dunia ekonomi dan bisnis. Jika tidak ada kontrol yang baik dari negara-negara Islam, perekonomian Islam akan tertinggal.

Dalam rangka mengantisipasi berbagai kemungkinan, negara-nergara Islam dunia menggelar Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ekonomi Islam Global Ke-2 di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) beberapa waktu lalu. Pertemuan tersebut memutuskan untuk berupaya mengembangkan produk-produk Muslim dalam sektor ekonomi pasar dunia.

Ketua Dubai Chamber of Commerce dan anggota dewan Pembangunan Pusat Ekonomi Islam Dubai Majid Al-Ghurair mengatakan pertemuan ini sangat penting untuk dilakukan mengingat ekonomi Islam sebagai jantung kehidupan masyarakat muslim dunia. “Tujuan konferensi ini adalah untuk meningkatkan peran perbankan dan keuangan untuk lebih membuka peluang Muslim di sektor lain seperti pertanian, makanan, pakaian, pariwisata, dan seni,” katanya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, negara-negara Islam harus bersatu membangun perekonomian Islam supaya lebih kuat menghadapi tantangan zaman. “Ini yang membedakan ekonomi Islam dari negara lain di seluruh dunia, bersatu untuk menciptakan kesejahteraan umat Islam,” ungkap Majid.

Menurutnya, produk dan jasa saat ini masih belum memenuhi kebutuhan untuk penduduk Muslim. “Mereka tetap terbatas dan kurang kualitas yang diinginkan. Karena itu, salah satu tujuan utama konferensi adalah mendorong produk-produk berkualitas tinggi dan layanan di berbagai sektor,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, masyarakat Islam di dunia modern, terutama di Barat, telah membentuk ekonomi Islam yang berbeda, karena mereka berpendidikan tinggi, mencari produk yang baik dan mencari nilai uang. “Ini telah mendorong peningkatkan produk yang kompetitif di pasar dunia,” imbuhnya.

Banyak produk Muslim yang kini membanjiri pelanggan di Eropa dan Amerika Utara serta untuk komunitas lainnya di negara-negara Muslim. Juga, produk Muslim menjadi tren di Barat, dan mendapatkan pengakuan internasional, paparnya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Sheikh Mohammed bin Rashid Al-Maktoum  mengatakan, ekonomi Islam terdiri dari populasi Muslim di seluruh dunia, termasuk di negara-negara non-Muslim. Menurutnya, ekonomi Islam bukan hanya menjadi perhatian bagi umat Islam. Banyak lembaga keuangan asing yang membuka pintu mereka untuk mengadakan transaksi dan berpartisipasi dalam mengembangkan produk-produk Muslim.

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ekonomi Islam Global Ke-2 Global Economy Islamic Summit (GEIS) dimulai Selasa (11/10) diselengarakan atas fasilitas Sheikh Mohammed bin Rashid Al-Maktoum, Wakil Presiden, Perdana Menteri UAE dan Penguasa Dubai, dengan mengundang lebih dari 3.000 pemimpin, pengambil keputusan, dan ahli untuk mengeksplorasi berbagai sektor dan tren utama di pasar Muslim global.

Konferensi ini juga mengangkat berbagai topik ekonomi yang terintegrasi seperti: pasar wisata Muslim, pengusaha dan Usaha Kecil Menengah, permintaan seni Islam, peran pemerintah Muslim, dan peran media sosial. GEIS berfungsi sebagai payung global di Dubai, yang dijuluki sebagai ibukota ekonomi dunia Islam, membicarakan berbagai solusi terhadap tantangan yang dihadapi ekonomi Islam dan juga menyoroti peran ekonomi Islam dalam pembangunan sosial berkelanjutan.

Abdullah Mohammed Al-Awar CEO Dubai Chamber of Commerce mengatakan diskusi pada pertemuan puncak tahunan diharapkan dapat memperkaya rencana pembangunan, serta mengkonsolidasikan upaya pemerintah, organisasi swasta dan semua segmen sosial dalam membangun dunia yang lebih berkelanjutan.

“Kami berusaha untuk meningkatkan kesadaran internasional tentang pentingnya standar Islam dalam kegiatan keuangan dan ekonomi. Kami juga yakin bahwa KTT akan memotivasi para pemuda untuk berpartisipasi secara aktif dalam membentuk masa depan yang menjamin prestasi aspirasi mereka,” ujarnya.

Tampil sebagai pembicara GEIS selain para pakar ekonomi Islam dunia, Presiden Mauritius Ameenah Gurib, Mohammad Al-Gergawi (Menteri Kabinet dan Masa Depan dan Ketua Dewan Pembangunan Pusat Ekonomi Islam Dubai), Obaid Humaid Al-Tayer (Menteri Negara Urusan Keuangan UEA), Chiara Appendino (Walikota Turin, Italia) dan Mohammed Al-Hashel (Gubernur Bank Sentral Kuwait). (njs/dbs)

 


Back to Top