Perkuat Ekonomi Islam, UEA Segera Bentuk Auditor Keuangan Syariah Independen

gomuslim.co.id- Kekhawatiran dengan adanya celah tidak sehat pada keuangan syariah, maka The Islamic Finance Council UK (UKIFC) dan International Shari’ah Research Academy for Islamic Finance (ISRA) Uni Emirat Arab (UEA) mendesak pemerintah dan lembaga keuangan syariah di seluruh dunia agar segera menerapkan adanya audit independen syariah dalam keuangan Islam. Gerakan ini harus disuarakan lebih luas agar kepercayaan, transparansi dan akuntabilitas dari pelaku pasar keuangan syariah merasa aman.

"Memastikan dan menjaga integritas Syariah sangat penting untuk mempertahankan kepercayaan di masa depan dan agar pertumbuhan sektor keuangan Islam makin meningkat. Dengan memberikan pemeriksaan tambahan, pemeriksaan Syariah eksternal akan memainkan peran penting untuk menyediakan jaminan kepada para ulama, lembaga keuangan, dan klien,"jelas Syeikh Omar anggota dewan penasihat dari UKIFC.

Hal tersebut wajar, mengingat terjadinya krisis keuangan tahun 2008, sehingga aturan pemeriksaan yang ketat diperlukan akan tidak terulang kembali keruntuhan ekonomi itu. Tata kelola perusahaan di institusi keuangan di bawah pengawasan yang ketat. Namun, sebagai otoritas, para pelaku pasar berebut untuk memperbaiki sistem yang  gagal, menenangkan para pemangku kepentingan dan bekerja untuk mencegah keruntuhan lain. Sama seperti rekan-rekan pada keuangan konvensional, lembaga keuangan Islam pun belum lolos sorotan. Walau bagaimana pun harus ada kriteria yang lebih ketat pada lembaga keuangan Islam. Karen itu perlu adanya lapisan pengamanan tambahan, yakni peraturan pemerintah syariah terkait ekonomi Islam.  

Seperti dikutip dalam laman Islamic Finance News, sebagian besar lembaga keuangan Islam di seluruh dunia memiliki peraturan syariah yang dibahas oleh para ulama, yang tergantung pada yurisdiksi. Lembaga keuangan Islam juga harus mematuhi otoritas pengawas Syariah terpusat yang kewenangannya mengikat. Mekanisme saat ini, ada pertanyaan besar, apakah model syariah yang digunakan  pemerintahan di berbagai negara sesuai dengan tujuan.

Karena itu,  The UKIFC dan ISRA mengemukakan bahwa laporan audit syariah eksternal mencatat, saat ini belum ada pihak ketiga yaitu independen publik yang akan menegaskan kembali pandangan Dewan Pengawas Syariah atau Shari’a Supervisory Board (SSB) dalam memenuhi syarat syariah. "Hal ini segera menimbulkan sejumlah pertanyaan, yang paling mendasar adalah apakah anggota SSB secara tidak sengaja dapat membahayakan posisi mereka ketika diminta untuk mengaudit produk mereka sendiri yang telah dirancang dan ditandatangani sementara harus selalu tunduk dengan kebijakan bank? Apakah ada kebutuhan untuk tambahan untuk memenuhi pemeriksaan eksternal syariah secara independen? Maka, jika demikian, cakupannya harus seperti apa? Jika pekerjaan auditor Syariah internal dapat diandalkan, bagaimana dengan auditor independen, dan apa tingkat keahlian mereka dalam melakukan audit?" ungkap Omar Shaikh.

Sementara itu di berbagai negara yang menetapkan peraturan keuangan Islam, ternyata hanya ada beberapa yang telah mengeluarkan panduan khusus untuk pemeriksaan syariah secara eksternal, seperti di Oman dan Pakistan. Di Oman, syariat kepatuhan dan fungsi utama audit adalah untuk membangun kendali syariat yang ditetapkan di semua bidang bank. Syariat kepatuhan dan audit bekerja secara independen dan memberikan laporan ke syariat dewan pengawas SSB. Selanjutnya, memberikan pedoman syariat dan arah dalam masalah sehari-hari kepada manajemen Bank sesuai dengan resolusi dari SSB dan meningkat isu-isu baru ke SSB untuk mencari bimbingan dan arahan mereka.

Dalam waktu dekat, Bahrain pun telah siap untuk mengadopsi pemeriksaan syariah secara eksternal, menyusul penerbitan dokumen konsultasi terkait dengan Central Bank of Bahrain (CBB).  Terkait hal tersebut, wakil direktur Bahrain Institue of Banking and Finance, DR.Ahmed Abdul Hameed mengatakan bahwa sangat percaya pada langkah berikutnya dalam menciptakan ketahanan industri keuangan syariah. Sehingga bisa menjaga semua pihak terkait dalam kerangka audit yang sesuai syariah eksternal. Ada banyak bank sentral, termasuk Sentral Bank Bahrain sedang mempertimbangkan adanya auditor dari luar lembaga terkait. Karena mempertahankan integritas prinsip syariah sangat penting. (iys/dbs)

 


Back to Top