GIES 2016: Pengekspor Daging Halal Bukan Negara Islam

gomuslim.co.id– Geliat Industri halal semakin meningkat. Hal ini ditandai dengan semakin banyak pelaku usaha di industri ini yang berasal dari negara muslim maupun dari negara yang umat muslimnya menjadi minoritas.

Namun ada yang unik, tren industri halal ini nampaknya tidak hanya dinikmati oleh negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Rafi-uddin Shikoh, Direktur Perusahaan Riset DinarStandard, menyebutkan bahwa pemasok terbesar daging halal saat ini justru berasal dari negara-negara non-OKI (Organisasi Kerjasama Islam).

“Negara-negara mayoritas non-Muslim telah mengambil keuntungan dari pertumbuhan pasar makanan halal global,” ujar ahli industri itu dalam ajang Global Islamic Economy Summit (GIES) 2016 di UEA, Selasa (11/10).

Menurutnya, ruang makanan halal memiliki nilai global terbesar. Namun sayangnya, pemasok terbesar justru berasal dari negara-negara non-OKI. “Brasil adalah eksportir unggas terbesar, India eksportir daging sapi terbesar,” katanya seperti dilansir dari sumber Gulf News.

“Dari 57 negara mayoritas Muslim, 90 persen daging berasal dari luar negara-negara Muslim,” tambahnya.

Untuk itu, ia mendukung sejumlah negara OKI untuk menggalakkan sektor ekspor daging halal, seperti Pakistan, Turki dan Iran. Selain mengutarakan riset tersebut, Ia juga memaparkan fakta yang menarik, bahwa pasar non-OKI seperti Thailand, Korea Selatan, dan China terus mencari alternatif untuk meningkatkan kebutuhan pangan halal mereka.

Secara global, konsumen Muslim dunia telah menghabiskan 1,17 triliun dolar AS (sekitar Rp15.295 triliun) pada makanan dan minuman tahun 2015. Tahun 2021, angka ini diperkirakan akan meningkat mencapai  1,9 triliun dolar AS (sekitar Rp24.838 triliun). Tingkat pertumbuhan tahunan gabungan yang dapat mencapai 9 persen dari 2015, menurut Laporan Economy Islam Global terbaru yang dikeluarkan Thomson Reuters bekerjasama dengan DinarStandard.

Negara-negara Muslim dengan pembelanjaan tertinggi pada makanan dan minuman pada tahun 2015 adalah Turki (166 milyar dolar AS),  Indonesia (155 milyar dolar AS), Pakistan (106 milyar dolar AS), Mesir (78 milyar dolar AS), Bangladesh (69 milyar dolar AS), Iran (59 milyar dolar AS) dan Saudi Saudi (48 miliar dolar AS).

Adapun pasar global daging halal bernilai sekitar 245 milyar dolar AS, dan impor daging halal ke negara-negara OKI mencapai 33 milyar dolar AS, pada 2015. Pendapatan untuk produk makanan dan minuman bersertifikat halal global diperkirakan mencapai 415 milyar dolar AS tahun lalu. Jika negara yang mayoritas penduduknya beragaa muslim tidak segera bergegas, maka peluang ini bisa dimanfaatkan oleh negara lain yang penduduknya mayoritas beragama non muslim.

Sementara itu, disinggung mengenai event GIES 2016, kegiatan ini menghasilkan beberapa inovasi unik seperti diluncurkannya aplikasi dan portal islam My Salaam, kemudian di luncurkannya lembaga wakaf internasional. Konferensi ini juga membahas mengenai inovasi agar kualitas produk halal meningkat dan sesuai dengan standar dari para importir yang berasal dari Eropa. Ajang yang berlangsung di Dubai ini juga mendengar masukan para pemuda muslim untuk mengembangkan kreatifitas serta membuka peluang usaha bagi mereka. (ari/dbs)


Back to Top