Kembangkan Industri Keuangan Syariah Nasional, Pegadaian Akan Pisahkan Unit Bisnis Syariah

gomuslim.co.id- Produk bersertifikasi halal menjadi hal penting bagi Muslim dalam menjalankan syariat agama Islam. Kesadaran masyarakat akan penggunaan produk berbasis syariah pun terus meningkat. Apalagi Indonesia memiliki populasi Muslim terbesar dunia saat ini. Hal demikian akan berdampak pada perekonomian umat.

Baru-baru ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan sebuah peraturan yang isinya mengusulkan adanya pembentukan unit usaha syariah di bidang pergadaian. Adanya peraturan ini diharapkan akan memberikan dampak positif bagi industri keuangan syariah nasional.

Untuk menanggapi hal tersebut, PT Pegadaian (Persero) berencana akan memisahkan bisnis syariahnya menjadi Unit Usaha Syariah (UUS) pada tahun depan. Hal ini merupakan salah satu upaya dalam rangka merapikan bisnis gadai di segmen syariah.  Meski sudah menjalankan usaha gadai dengan prinsip Islami sejak beberapa waktu lalu, namun Pegadaian nyatanya belum memiliki unit resmi untuk menjalankan usaha gadai syariah.

Saat ini Pegadaian sudah memisakan unit usaha Pegadaian syariah dengan konvensional. Hanya saja dalam laporan keuangan masih belum ada pemisahan modal. Akan tetapi, laporan keuangan secara keseluruhan sudah terpisah dengan yang konvensional.

Direktur Utama Pegadaian Riswinandi mengatakan rencana bisnis perseroan tersebut telah disetujui oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Beberapa produk syariah saat ini telah dijual di berbagai outlet Pegadaian. Hal ini merupakan upaya untuk membesarkan keuangan syariah. “Untuk bisnis syariah akan kami bentuk UUS-nya pada 2017, karena sudah cukup lama kami jalankan bisnis syariah,” ujarnya di kantor pusat Pegadaian beberapa waktu lalu.

Di sisi lain, Riswinandi menambahkan outstanding pembiayaan syariah di Pegadaian sudah cukup besar yakni lebih dari Rp 3 triliun. “Untuk itu, tahun depan akan kami buat unit usaha syariah dulu,” tambahnya.

Saat ini, total outstanding pembiayaan milik Pegadaian mencapai Rp 33,8 trliun. Artinya porsi dari segmen syariah sudah mendekati angka 10%. Di kemudian hari, unit usaha syariah tersebut juga akan disapih menjadi perusahaan fulll fledge. Namun untuk waktunya, ia menyebut, pihaknya belum punya target kapan bisa terealisasi.

Lebih lanjut, ia mengatakan suntikan modal pembentukan UUS akan menggunakan kas internal perseroan. Sejak 2003, Pegadaian sendiri telah merambah bisnis syariah dengan menawarkan produk-produk gadai dan investasi berprinsip syariah. Tahun lalu kinerja bisnis gadai pinjaman syariah tumbuh 11,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hal itu selaras dengan pertumbuhan nasabah yang mencapai 42,4 persen.

Tak hanya untuk gadai syariah, kinerja bisnis emas di outlet syariah Pegadaian juga mengalami pertumbuhan 27,09 persen, dengan pertumbuhan nasabah sebesar 65,92 persen, dan margin pembiayaan sebesar 29,93 persen

Dengan capaian kinerja tersebut, Riswinandi yakin bisnis Pegadaian Syariah akan terus berkembang ke depannya. Perseroan pun menargetkan Pegadaian Syariah bisa membentuk badan hukum sendiri atau spin off dari sang induk. “Untuk spin off kami tidak ada target kapan, namun pasti akan kami lakukan,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Produk dan Pemasaran Pegadaian, Harianto Widodo menjelaskan Pegadaian Syariah beroperasi mulai Januari 2003 dan sampai kini terus mengembangkan produk keuangan syariah seperti gadai syariah (Rahn), pembiayaan UMKM syariah (Arrum), pembiayaan ibadah haji (Arrum Haji), pembiayaan kendaraan bermotor (Amanah), investasi mikro Emasku, dan produk Murabahah Logam Mulia Investasi Abadi (MULIA).

“Outlet Pegadaian Syariah tumbuh menjadi 616 outlet yang terdiri dari 83 kantor cabang dan 533 unit pelayanan syariah yang tersebar di seluruh Indonesia. Kami membuka akses yang luas dalam memenuhi kebutuhan masyarakat atas solusi keuangan halal,” ujarnya. (njs/dbs)


Back to Top