Pugar Bangunan Sejarah, Raja Salman Renovasi Masjid di Madinah

gomuslim.co.id- Masjid merupakan rumah ibadah bagi seluruh Muslim di dunia. Selain menjadi tempat ibadah dan kajian keilmuan, Masjid juga dapat menjadi sebuah wisata religi bagi para wisatawan Muslim. Apalagi jika masjid tersebut memiliki sejarah penting bagi peradaban Islam. Kota Madinah yang awalnya bernama Yatsrib merupakan tempat paling bersejarah bagi umat Islam. Madinah merupakan saksi perjuangan nabi Muhammad SAW dalam membangun peradaban umat Islam di zamannya.

Usia Masjid yang telah ribuan tahun berdiri tentu tidak lepas dari renovasi bangunan. Hal demikian untuk menjaga kenyamanan dan keindahan Masjid sebagai sarana ibadah. Baru-baru ini Raja Salman memerintahkan jajarannya untuk merenovasi Masjid bersejarah di Madinah. Salah satu yang direnovasi itu adalah Masjid Jumat.

Masjid Jumat terletak tidak jauh dari Masjid Quba di Madinah, Arab Saudi. Masjid ini dibangun untuk memperingati lokasi Rasulullah pertama kali melaksanakan Shalat Jumat yang dahulunya adalah lembah bernama Wadi Ranuna. Kaya akan nilai sejarah, Masjid ini tak luput menjadi salah satu destinasi kunjungan wisatawan Muslim dunia.

Pemulihan Masjid bersejarah di Arab Saudi menjadi suatu keharusan. Ketua Komisi Pariwisata dan Warisan Nasional (SCTNH) Pangeran Sultan bin Salman mengatakan perawatan masjid bersejarah di Madinah akan dimulai Senin (17/10) mendatang dibawah tanggung jawab Emir Madinah Pangeran Faisal bin Salman.

SCTNH sendiri bekerja sama dengan Kementerian Urusan Islam dan Legacy Charity Foundation. Ketiga lembaga inilah yang akan menyelenggarakan penghimpunan dana untuk renovasi masjid bersejarah. Dengan dibentuknya tim penanggungjawab ini diharapkan masyarakat pun dapat menjadi donatur proyek renovasi tersebut.  

“Penghimpunan dana dari masyarakat telah mendapatkan tanggapan positif dari beberapa pengusaha dan donator. Mereka telah menyatakan akan menyumbang untuk 14 masjid bersejarah di Madinah. Semoga penggalangan ini bisa diikuti pula oleh masyarakat lainnya yang mampu,” ujarnya sebagaimana dilansir dari Saudi Gazette, Rabu (12/10).

Pangeran Sultan telah melakukan kunjungan ke situs bersejarah di Yanbu, Selasa (11/10). Saat ini terdapat seribu masjid bersejarah yang tersebar di seluruh Saudi. Dua masjid yang akan mulai direnovasi di antaranya Masjid Anbariyah di Madinah dan Masjid al Sakhra di al Ula. Sementara itu di Madinah terdapat 53 masjid yang membutuhkan renovasi.

Sebelumnya, dalam beberapa bulan yang lalu, Kementerian Urusan Islam, Tauhid dan Hidayah di Madinah Muhammad Islami Au Humaid telah menyerahkan kunci tujuh masjid bersejarah di Madinah kepada wali kota untuk memulihkan kondisi bangunan. Ketujuh masjid tersebut akan dibuka kembali setelah renovasi selesai dilakukan menggunakan dana dari donor amal.

Menurutnya, perawatan harus dilakukan untuk mencegah kerusakan terhadap bangunan. Sementara, pengelolaan masjid tersebut nantinya akan diserahkan kepada Komisi Pariwisata dan Warisan Nasional Arab Saudi (SCTNH). Sebelumnya ketujuh masjid tersebut ditutup karena adanya penyimpangan saat berkunjung. “Kementerian akan menangani masalah tersebut setelah pembukaan masjid sesuai dengan prinsip dan kesadaran Islam yang benar,” ujarnya.

Adapun ketujuh masjid tersebut adalah Masjid al Fath, Masjid Salman al Farisi, Masjid Abu Bakar Ash Shiddiq, Masjid Umar bin Khatab, Masjid Ali bin Abi Thalib, dan Masjid Fathimah Az Zahra. (njs/dbs)


Back to Top