Diskoperindag Bantu UMKM Palangka Raya Urus Sertifikat Halal

gomuslim.co.id– Industri halal yang semakin berkembang di Indonesia membuat semua lini perdagangan untuk terjun di dalam bisnis produk halal ini, tidak terkecuali sektoral Usaha Mikro Kecil dan menengah (UMKM) di kota Palangka Raya yang juga merupakan penggerak sektor ekonomi kelas bawah.

Namun, untuk terjun kedalam bisnis ini terdapat sebnuah rintangan yakni pengurusan sertifikat halal terhadap produk yang mereka jual.Mengatasi dilemma tersebut, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah  mencoba menjembatani pengurusan sertifikat halal bagi para pegiat UMKM ini.

Sedikitnya terdapat 20 Usaha Mikro Kecil dan Menengah di wilayah yang dijuluki Kota Cantik ini. Ke-20 UMKM ini difasilitasi untuk mendapatkan label halal oleh Diskoperindag Kota Palangka Raya.

Baru-baru ini, Diskoperindag Kota Palangka Raya melakukan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia atau yang biasa disebut (LPPOM MUI) Provinsi Kalteng.

“Pertemuan ini merupakan bentuk kerja sama sertifikasi halal antara Pemko Palangka Raya dengan LPPOM MUI Provinsi Kalteng. Pada tahap awal kerjasama ini kami mengajukan setidaknya 20 UMKM, untuk dapat memperoleh sertifikasi halal dari MUI,” kata Sahdin, usai melakukan penandatangan kesepakatan tersebut.

Menurutnya dengan mengantongi sertifikasi halal, setidaknya akan memperluas pemasaran dari pelaku UMKM. Baik nasional hingga internasional. Tidak hanya itu, dengan sertifikasi halal pun maka produk olahan, baik makanan, minuman akan terjamin kesehatannya.

“Diskoperindag itu sendiri akan memberikan dorongan dan membantu para pelaku UMKM ataupun pelaku usaha lainnya seperti kuliner, rumah makan, maupun produk usaha makanan dan minumam (mamin) yang bersifat basah atau kering untuk mendapat sertifikasi halal dari MUI, yang kemudian dapat mencantumkan pada setiap produk usahanya,” tambah Sahdin.

Sementara itu, Direktur LPPOM MUI Kalteng, H Saputera menjelaskan, dengan adanya label halal tentu akan membuat UMKM menjadi lebih bersemangat serta lebih leluasa dan tidak ragu dalam memasarkan produk di pasaran.

“Saat ini label halal yang dicantumkan dalam sebuah produk telah menjadi acuan, terlebih pada tingkat pasarana. Bahkan produk yang di ekspor pun selalu mengacu dengan adanya keterangan Halal,” jelasnya.

MUI sendiri, lanjut dia, dalam memberikan sertifikasi halal kepada setiap produk telah mengacu dengan ketentuan perundangan nomor 33 tahun 2014, yang mana hukumnya setiap produk UMKM wajib memiliki label halal.

“UMKM yang telah mendapatkan lebel halal dari MUI tentu akan merasakan manfaatnya, terutama kemudahan dalam memasarkan produk, disamping itu kualitas produk yang dihasilkan pun tidak diragukan konsumen atau pangsa pasar,” terangnya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia KH Ma'ruf Amin beberapa waktu lalu juga menyoroti pentingnya sertifikasi halal. Bagi umat Islam, kata dia, sertifikasi halal adalah perlindungan atas hal-hal buruk, baik berupa barang dan jasa. Di sisi ekonomi, halal juga menawarkan peluang usaha.
Dia menjelaskan, saat sertifikasi halal dimulai di Indonesia sekitar 26 tahun lalu, MUI melihat sertifikasi halal adalah perlindungan dan penjagaan umat dari konsumsi barang-barang non halal. (ari/dbs)


Back to Top