Tunaikan Zakat Kurangi Beban Bayar Pajak

gomuslim.co.id- Pembayaran zakat melalui lembaga zakat resmi akan mendapatkan pengurangan beban bayar pajak. Artinya, Muslim yang telah membayarkan pajak, telah menunaikan kewajiban pajaknya.  Hal ini ditangani serius oleh pemerintah, karena melalui zakat dan waqaf akan mendapatkan sumber pembiayaan tambahan untuk melakukan pembangunan infrastruktur. Jumlahnya dipastikan besar, mengingat mayoritas Muslim di Indonesia.

Apalagi, menurut prediksi Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Iskan Qolba Lubis mengenai potensi zakat nasional, bisa mencapai Rp120 triliun. Dikaitkan dengan laporan harta kekayaan masyarakat saat program tax amnesty mencapai 3000 triliun rupiah. “Dengan zakat 2,5 persen, tentunya sudah mendapat nilai yang besar, belum lagi potensi wakaf tunai. Koordinasi antar-elemen zakat pemerintah dan swasta juga perlu dibenahi. Jika pengelolaan zakat ini disatukan maka akan menjadi kekuatan yang bisa mengentaskan kemiskinan," terang Iskan Qolba Lubis.

Kasubdit Pemberdayaan Zakat Direktorat Pemberdayaan Zakat Kementerian Agama (Kemenag) Juraidi Malkan pun menegaskan bahwa pembayaran zakat dapat memotong pembayaran pajak, sesuai dengan UU 23 Tahun 2013 pasal 22, Peraturan Pemerintah RI No.60/2010 dan Peraturan Direktur Jenderal Pajak No.PER-33/PJ/2011.

Kemudian, anggota pengurus Baznas Emmy Hamidiyah mengatakan bahwa pengurangan pajak ini mengurangi beban umat Islam di Indonesia lantaran kewajiban membayar pajak dapat mengurangi beban pajak mereka. Syaratnya, pembayaran zakat mesti dilakukan melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), baik di Pusat, Provinsi atau Kabupaten atau Kota dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) terdaftar. Pembayaran zakat atas gaji karyawan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kementerian atau Lembaga dan BUMN juga termasuk dalam insentif tersebut.

Emmy menjelaskan bahwa disamping hal di atas, ketentuan zakat yang menjadi pengurang penghasilan kena pajak tidak hanya untuk Wajib Pajak orang pribadi pemeluk agama Islam, tetapi juga berlaku untuk zakat penghasilan yang dibayarkan oleh Wajib Pajak badan dalam negeri yang dimiliki oleh pemeluk agama Islam kepada badan atau lembaga zakat yang dibentuk atau disahkan oleh pemerintah.  “Mekanisme pengurangan pun sudah diberlakukan. Besaran pajak yang wajib dibayarkan akan langsung dikurangi jumlah besaran zakat dalam satu tahun,” jelas Emmy.

Sejalan dengan ketentuan itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menilai bahwa zakat dan wakaf di Indonesia bisa diandalkan sebagai alternatif pembiayaan pada berbagai proyek infrastruktur. “Wakaf dan zakat bisa dikembangkan lagi lebih besar, karena dana untuk melakukannya murah,” kataMuliaman D. Hadad, Ketua Dewan Komisioner OJK.

Sementara itu, dalam data yang ada, potensi zakat di Indonesia mencapai Rp217 triliun per tahun. “Akan tetapi jumlah yang baru tergali masih jauh dari harapan, yakni baru mencapai 3,7 triliun rupiah pertahun,” uangkap Tarmizi Tohor, Direktur Pemberdayaan Zakat Kementerian Agama.

“Bila dibandingkan dengan kondisi domestik di Kelantan, Malaysia, penduduknya lebih sedikit dari Indonesia, tetapi pengumpulan dana zakat terbilang sangat besar," tutur Tarmizi. Hal itu, karena Kelantan mempunyai regulasi tentang zakat, di dalamnya ada poin ancaman pidana bagi umat Islam yang tidak menunaikan zakat.

Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan juga telah memegang daftar badan amil zakat atau lembaga keagamaan yang  disahkan oleh pemerintah untuk menerima pembayaran kewajiban zakat atau sumbangan keagamaan. Cara pengurangan pajak terbilang mudah, Para wajib pajak cukup mencantumkan jumlah zakat di bawah kolom penghasilan kotor (bruto). Lalu, wajib pajak menyerahkan bukti setor Zakat dari BAZNAS tingkat pusat, provinsi, kabupaten atau kota, maupun Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang terdaftar. Jika dalam perhitungan pajak terjadi kelebihan bayar, maka Direktorat Jenderal Pajak akan mengembalikan. Mekanisme pengembalian dilakukan oleh penelitian pegawai pajak.

Tarmizi menyatakan bahwa  walaupun ketentuan pembayaran zakat sebagai pengurang penghasilan kena pajak telah berlaku sejak 2001, sangat disayangkan sampai saat ini masih banyak Wajib Pajak orang pribadi pemeluk agama Islam atau pembayar zakat yang belum memanfaatkan pengurangan penghasilan bruto atas Pajak Penghasilan (PPh) ini.

Senada dengan hal itu, Presiden Direktur Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini, menyambut baik peraturan pemerintah. “Karena itu, bukti pembayaran zakat yang telah dibayarkan harus disimpan sebagai potongan yang bisa didapatkan saat melakukan pembayaran penghasilan kena  pajak. Zakat itu dianjurkan dan ada petugasnya, jadi jangan haji saja. Zakat juga harus ada badan khusus yang mengaturnya. Zakat bisa mengurangi penghasilan kena pajak, asal diberikan pada lembaga resmi. Berdasarkan keputusan menteri agama, Lembaga Dompet Dhuafa juga tercatat sebagai lembaga resmi. Harapanya peraturan ini dapat mengurangi problematika sosial di Indonesia,” terang Juwaini.

Pada kesempatan lain, penerapan zakat sebagai pengurang pajak ini mulai diberlakukan oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Hal ini diungkapkan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi pada Ramadan lalu. “Kami telah meminta seluruh wajib pajak penghasilan di daerahnya menyetorkan zakat penghasilan ke Badan Amil Zakat setempat selama Ramadhan. Lalu, telah dikoordinasikan dengan pihak Kantor Pelayanan Pajak Pratama Purwakarta dan Badan Amil Zakat, terkait kebijakan itu,” ujar Dedi.

Kantor Pelayanan Pajak Pratama Purwakarta pun sudah siap membantu kebijakan Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Seperti dituturkan, Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama setempat Desi Eka Putri, kebijakan Pemkab Purwakarta yang meminta seluruh wajib pajak menyetorkan zakat penghasilan ke Badan Amil Zakat setempat telah sesuai dengan ketentuan. Sehingga akan berlaku pengurangan penghasilan bruto akibat zakat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Ada 100 ribu lebih pewajib pajak di Purwakarta, terdiri atas perorangan dan perusahaan. Dengan jumlah itu ditargetkan Rp1,5 triliun per tahun dana dapat ditarik dari wajib pajak. Nanti tinggal dihitung, secara utilitas sebenarnya tidak akan mengurangi target kami. Hanya berkurang secara jumlah saja,” papar Desi. (iys/dbs) 


Back to Top