Gunakan Crowdfunding Syariah, Singapura Sukses Raup 362 Juta USD

gomuslim.co.id- Perkembangan gaya hidup halal yang semakin naik daun membuat berbagai sektor industri mulai melirik konsep syariah. Tak terkecuali bidang ekonomi. Hal tersebut dilakukan dengan meluncurkan berbagai inovasi produk keuangan syariah, seperi perbankan, asuransi, sampapi sistem crowdfunding.

Baru-baru ini, inovasi produk keunagan syraiuah digagas oleh negeri singa. Pasalnya, platform crowdfunding (urun dana) syariah Singapura EthisCrowd sukses meraup dana kolektif hingga 500 juta dolar Singapura (setara 362,44 juta dolar AS) dari institusi dan angel investor di Asia Tenggara dan kawasan Teluk. Pencapaian tersebut pun dinilai semakin mengukuhkan kepercayaan diri investor global kepada ruang teknologi keuangan syariah.

Dana yang terkumpul akan digunakan EthisCrowd untuk membiayai rencana ekspansinya di Asia Pasifik, mendukung tata kelola perusahaan, proses seleksi proyek dan meningkatkan infrastruktur teknologi. “Strategi ekspansi kami adalah untuk berada di wilayah yang pertumbuhannya kuat dan diminati oleh investor kami,” jelas Pendiri Ethis dan Chairman Islamic Fintech Alliance Umar Munshi, seperti dilansir dari publikasi Islamic Finance News.

Ethis diluncurkan sejak tahun 2014 dengan dana hanya sebesar 200 dolar Singapura. Kini Ethis telah memiliki basis hampir 10 ribu anggota dan memobilisasi dana hingga 1 juta dolar Singapura (setara 724,87 juta dolar AS) untuk investasi di proyek perumahan bersubsidi di Indonesia. Kendati mayoritas investasi disalurkan dari Singapura, semakin banyak arus dana masuk dari investor Timur Tengah yang ingin berinvestasi di sektor real estate Indonesia.

Berdasar Masssolution, crowdfunding telah menjadi fenomena global dengan penghimpunan dana mencapai 16,2 miliar dolar AS pada 2014. Diperkirakan nilainua akan meningkat dua kali lipat menjadi 34,4 miliar dolar AS pada 2015. Selain para pengusaha yang menghimpun modal untuk proyek komersial, crowdfunding juga digunakan lembaga nirlaba dan non pemerintah sebagai platform alternatif untuk membiayai proyek yang berdampak sosial.

Sebagai contoh, United National Development Program berhasil meraup dana hingga lebih dari Rp 350 juta minggu ini, untuk membiayai proyek air di Indonesia untuk mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan. Pemerintah negara mayoritas Muslim dan pengusaha Muslim juga mulai memakai alternatif crowdfunding, meski jumlahnya masih sedikit.

Dalam beberapa tahun terakhir, Managing Partner dan Head of Islamic Banking Azmi & Associates Ahmad Lutfi mengatakan  industri keuangan syariah kehadiran platform crowdfunding syariah dari berbagai belahan dunia, seperti Blossom, Launch Good, Narwi dan Skola Fund. Katanya, Crowdfunding syariah merupakan sebuah aset keuangan syariah karena berpotensi mengisi kesenjangan di industri.

Adapun di Indonesia sendiri masih jarang perusahaan yang menggunakkan crowfunding syariah. Tapi, baru-baru ini  Mitramas Tunas Mandiri, perusahaan yang bergerak di bidang jasa teknik mesin, mencari pendanaan via platform crowdfunding (urun dana) Kapital Boost. Perusahaan ini menawarkan kesepakatan pendanaan menggunakan skema akad syariah.

Dilansir dari laman Kapital Boost, Kamis (13/10), Mitramas Tunas Mandiri mencari dana sebesar 27 ribu dolar Singapura untuk membeli aset AC dan exhaust fans, yang akan dipakai untuk jasa perbaikan dan pekerjaan pemeliharaan umum di sebuah pabrik. Mitramas sendiri telah mendapat kontrak dari Tae Hang Indonesia, sebuah perusahaan Korea yang membuat peralatan listrik.

Dengan pemesanan pekerjaan eksisting tersebut, Mitramas pun menawarkan kesepakatan urun dana melalui Kapital Boost. Perusahaan yang berbasis di Indonesia ini menawarkan return sebesar 8,7 persen dalam lima bulan melalui struktur pembiayaan murabahah (jual beli). (fau/dbs)

 

 


Back to Top