Baru Diresmikan, Masjid Terapung Oesman Al Khair Jadi Daya Tarik Baru Destinasi Wisata Religi di Kalimantan Barat

gomuslim.co.id- Masjid-Masjid di Indonesia banyak tersebar di berbagai daerah. Arsitektur dan sejarah Masjid-Masjid tersebut menjadi daya tarik dan ciri khas yang dimiki Islam Nusantara. Tak jarang, Masjid menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan. Salah satunya Masjid yang baru diresmikan ini, yaitu Masjid Terapung di Kalimantan.

Pada Sabtu (15/10/2016), Presiden Joko Widodo meresmikan Masjid Agung Kayong Utara di Kecamatan Sukadana, Kalimantan Barat dengan menandatangani prasasti pembangunan masjid. Masjid indah tersebut diberi nama Oesman Al Khair. "Ini merupakan masjid terapung yang indah dan megah dengan latar belakang laut," kata Presiden Jokowi.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan batu prasasti. Masjid senilai Rp 38 miliar itu didirikan atas dana patungan dari anggaran Pemerintah Kabupaten, dana Oesman Sapta Odang dan dana corporate social responsibility delapan BUMN.

Masjid yang didirikan sejak 2012 itu memiliki arsitektur yang unik, mengikuti desain arsitektur masjid di Arab Saudi. Namun, lebih spesifik interior dan eksteriornya, mengikuti masjid-masjid di Maroko.

Masjid Terapung yang dibangun dengan dana Rp 38 miliar tersebut diberi nama Oesman Al-Khair. Nama ini berasal dari nama pemimpin MPR RI Oesman Sapta Odang yang mewakafkan tanahnya untuk dibangun masjid berarsitektur ala Timur Tengah itu.

Bupati Kayong Utara Hildi Hamid mengatakan Pak Oesman Sapta Odang menghibahkan lahan serta memberi bantuan dana pembangunan masjid hingga Rp 11 miliar. Karena itu, pihaknya memberi nama masjid sebagai masjid kebaikan hati Pak Oesman atau Oesman Al-Khair.

Sebagian besar bangunan masjid berwarna putih itu dibangun di atas air laut, sehingga bangunan tampak melayang di atas air jika dilihat dari kejauhan. Dengan waktu pembangunan selama lima tahun, masjid ini berkapasitas 3.000 orang.

"Saya melalui Kementerian BUMN, meminta CSR dari BUMN sehingga dikumpulkan lah ada delapan BUMN yang urunan yang membantu untuk senilai total Rp 12 miliar. Jadi, walaupun saat ini duitnya belum saya terima, tapi sudah ada kesediaan mereka untuk membantu. Jadi saya pikir selesai," kata Hildi.

Hildi berharap, masjid indah ini bisa menjadi daya tarik wisatawan ke Kayong Utara. "Kalau menurut saya, ini akan menjadi ikon destinasi wisata religi di Kayong Utara. Jadi kawasan wisata keagamaan. Karena saya lihat di Malaysia itu ada. Saya pikir ini juga akan jadi menarik, apalagi di atas laut," pungkas Hildi.

Adapun, peresmian Masjid Agung Kayong Utara merupakan bagian dari kunjungan Jokowi meresmikan Festival Sail Selat Karimata. Festival Sail ini adalah acara tahunan yang menjadi primadona bagi para anak muda pecinta traveling, dunia bahari, dan kegiatan sosial. Ada sejumlah acara selama berlangsungnya Sail Selat Karimata. Salah satunya penanaman tanaman unggulan daerah Kalbar di kawasan pantai Pulau Datok, Desa Sutera, Kecamatan Sukadana.

Berbagai rangkaian acara memeriahkan Sail Karimata 2016 dipersembahkan beberapa elemen bidang maritim antara lain Pemprov Kalbar dan Pemkab Kayong Utara mempersembahkan pagelaran seni budaya seperti tarian tradisional dan barongsa. TNI mempersembahkan pertunjukan akrobat pesawat jet tempur, terjun payung, aksi penyelamatan korban kapal tenggelam, deville kapal tempur Angkatan Laut (AL), dan deville sekitar 100 kapal nelayan lokal.  Ratusan Yachter lokal dan internasional juga ramai menyemarakan acara.

Acara yang dipusatkan di pantai dan lepas pantai laut Datok, kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat ini juga dihadiri Menteri Dalam Negeri, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Panglima TNI, Gubernur Kalbar, Bupati Kayong Utara dan ratusan masyarakat sekitar. (fau/dbs)

 

 

 

 


Back to Top