UNESCO Tetapkan Masjid Al Aqsa Jadi Situs Sejarah Suci Islam

gomuslim.co.id- Masjid Al Aqsa merupakan sebuah tempat penting dan bersejarah bagi ummat Islam. Selain sebagai kiblat pertama sebelum Ka’bah, tempat ini juga menjadi singgahan Nabi Muhammad SAW saat menjalankan isra dan mi’raj. Adanya perdebatan sejarah  dari beberapa golongan menjadi masalah bagi kota suci ini. Namun, baru-baru ini beredar kabar gembira bagi seluruh umat Islam dunia.

Lembaga pendidikan dan kebudayaan Persatuan Bangsa Bangsa (PBB), UNESCO baru saja mengeluarkan pernyataan resmi pada Jumat (14/10) terkait Yerusalem. Lokasi komplek Haram Asy-Syarif (Masjid al Aqsa) di Yerussalem telah diputuskan UNESCO menjadi situs sejarah suci milik umat muslim setelah melalui perdebatan sejarah yang cukup panjang.

Direktur Jenderal UNESCO, Irina Bokova mengungkapkan kota suci tiga agama terbesar dunia ini seharusnya bisa memberikan dampak positif untuk perdamaian. “Warisan dari Yerusalem dibagi, dan masing-masing masyarakat yang memiliki hak untuk pengakuan eksplisit dari sejarah dan hubungan dengan kota mereka. Menyangkal, menyembunyikan atau menghapus salah satu tradisi Yahudi, Kristen atau Muslim merusak integritas situs dan bertentangan dengan alasan yang dibenarkan prasasti pada daftar Warisan Dunia UNESCO,” ujarnya sebagaimana dilansir beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, Bokova yakin wilayah itu suci bagi Yahudi, Kristen dan Muslim, dan tawarkan kehadiran agama di Yerusalem. Pernyataan itu menambah peran utama UNESCO adalah untuk mempromosikan toleransi dan menghormati sejarah.

“Resolusi, yang diajukan Palestina bersama Lebanon, Mesir, Aljazair, Maroko, Oman, Qatar dan Sudan, disetujui oleh 24 anggota organisasi 58-anggota, termasuk Rusia. Lalu 26 negara abstain sementara hanya enam menentangnya,” katanya.

Pengamat dari Universitas Al-Azhar di Mesir mengapresiasi keputusan Organisasi Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Budaya (UNESCO) atas keputusan ini. Keputusan UNESCO dianggap sebagai kemenangan bagi Palestina dan semua umat Islam di seluruh dunia. Berawal dari ini, akan ada solusi untuk masalah yang dihadapi Palestina. Yakni mengakhiri penjajahan dan mengembalikan hak-hak Palestina.

“Keputusan UNESCO tentang kota suci ini tepat. Saya meyakini dengan adanya langkah ini, perdamaian dapat diwujudkan dimasa yang akan datang.  Ini menjadi kabar yang menggembirakan khususnya bagi umat Islam di seluruh dunia,” ujarnya.

Menurutnya, hal ini juga dapat menjadi panggilan kepada masyarakat dunia untuk mendukung upaya Arab dan Islam dalam membantu Palestina menjadi negara yang berdaulat. Selain itu, untuk melindungi Palestina, umat Islam dan Kristen. “Perdamaian bisa kita wujudkan dan kita jaga bersama-sama” tandasnya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Mesir, Sameh Shoukry mengatakan, pihaknya juga telah mengunjungi Israel pada Juni lalu untuk memulai kembali proses mendamaikan Palestina dan Israel. Mesir terus berupaya mencari solusi untuk masalah yang dihadapi Palestina dan Israel. Mesir akan terus menyerukan perdamaian antara Palestina dan Iarael.

“Kita semua berupaya supaya perdamaian bisa terwujud. Melalui dukungan dari semua pihak, tentu cita-cita mulia ini akan menjadi kenyataan. Solusi terbaik bagi beberapa pihak pasti dapat ditemukan selama dialog yang simultan terus dijalankan,” katanya. (njs/dailynewsegypt/dbs)


Back to Top