Peringatan Hari Pangan Sedunia, Indonesia Gelar Kampanye Produk Halal

gomuslim.co.id- Hari Pangan Sedunia diperingati setiap tanggal 16 Oktober. Komoditas pangan menjadi hal penting karena kebutuhan konsumen. Di sisi lain, jumlah penduduk bumi terus bertambah dan akan mencapai 9,6 miliar pada 2050. Manusia terus membutuhkan dan meningkatkan permintaan pangan dan produk-produk pertanian lain. Terlebih lagi, saat ini banyak masyarakat yang mulai mengonsumsi makanan halal.

Lewat Hari Pangan Sedunia, semua kalangan termasuk pemerintah Indonesia ditantang untuk lebih berkomitmen menjamin produk pangan halal bagi konsumen. Hal demikian karena saat ini kebutuhan pangan halal tidak hanya menjadi incaran Muslim, tetapi juga kalangan lainnya.

Seiring dengan adanya gaya hidup halal yang semakin digemari di masyarakat, gerakan produk pangan halal tidak hanya di negara muslim, tetapi juga di negara minoritas muslim. Hal ini mengingat pasar halal yang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Untuk itu, pemerintah harus lebih siap menghadapi pasar global yang sudah mulai dilaksakanan.

Ahli Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor (IPB) Nur Mahmudi Ismail menjelaskan, pemerintah masih mempunyai utang janji memenuhi amanat Undang-Undang tahun 2014 tentang jaminan produk halal yang sudah diresmikan 17 Oktober 2014. Jaminan produk halal ini tentu menjadi hal utama karena Indonesia merupakan negara dengan populasi muslim terbesar dunia.

“Di Hari Pangan Sedunia setiap 16 Oktober, Indonesia harusnya memberikan jaminan pangan halal bagi konsumen. Dalam UU itu diwajibkan pemerintah imbangi peraturan pelaksana agar segera terlaksana berdirinya badan penjamin produk halal,” ujarnya.

Badan penjamin produk halal berada di bawah koordinasi pemerintah dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ketiganya diharapkan agar mencantumkan label halal dalam setiap produk di Indonesia. Tidak hanya pangan, banyak produk lainnya seperti fashion, kosmetik, dan obat-obatan juga harus mencantumkan label halal. “Hari Pangan Sedunia harusnya menjadi hadiah terbaik bagi orang Indonesia jika ada badan penjamin itu,” ujarnya.

Peneliti Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) ini menjelaskan banyak negara yang sudah memberlakukan kampanye ini. “Bahkan yang negaranya minoritas muslim juga memberlakukan. Misalnya saja seperti Malaysia dan Jepang. Mereka telah mengeluarkan produk daging halal keluaran negara tersebut,” katanya.

Lebih lanjut, Mantan Wali Kota Depok ini mengungkapkan, penjaminan produk halal harus segera direspon cepat oleh pemerintah. Hal ini mengingat Kementerian Pariwisata berencana membawa Indonesia menjadi pusat destinasi halal dunia. “Untuk mendukung program tersebut, tentu sektor pangan halal pun perlu diperhatikan,” katanya.

Selain program jaminan label halal, Nur Mahmudi juga meminta agar pengawasan pemerintah terhadap label pangan pada setiap iklan atau produk tidak menjerumuskan masyarakat. Hal itu terkait dengan transparansi informasi Undang-Undang pangan tentang masalah label iklan pangan UU Nomor 69 tahun 99 agar pemerintah bersungguh-sungguh dalam pengawasan industri makanan.

“Program ketahanan pangan harus digencarkan oleh setiap Pemda. Untuk industri, pada kemasan agar diberi label yang benar agar tak menjerumuskan. Sebagai contohnya aneka produk nabati adalah bebas kolesterol, padahal produk nabati memang bebas kolesterol, ini kan menjerumuskan,” pungkasnya. (njs/dbs)


Back to Top