Benahi Tata Kelola dan Penyebaran, Kemenag Rekrut Penyuluh Agama Islam Non PNS

gomuslim.co.id- Penyuluh agama merupakan salah satu aktor terdepan pelaksanaan layanan Kementerian Agama Republik Indonesia. Peran penyuluh dinilai sangat penting dalam melakukan sinergi dengan masyarakat dan memberikan wawasan keagamaan yang baik. Di sisi lain, melalui penyuluh agama ini masyarakat dapat tercerahkan dalam penerapan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

Baru-baru ini, Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melangsungkan rekrutmen penyuluh agama islam non-PNS. Kepala Kanwil Kemenag Kepri, Marwin Jamal menjelaskan sesuai dengan rencana kerja Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam TA 2016 akan melaksanakan rekruitmen Penyuluh Agama Islam Non PNS untuk ditetapkan dengan Surat Keputusan pada awal Januari 2017 di seluruh kabupaten atau kota.

Lebih lanjut Marwin menjelaskan, penyuluh agama Non PNS Tahun 2017 untuk masing-masing kabupaten/kota akan ditetapkan sebanyak delapan orang pada setiap Kantor Urusan Agama (KUA) atau setiap kecamatan. Hal ini dilakukan dalam rangka menyasar seluruh wilayah yang belum tersentuh oleh penyuluh selama ini.

“Untuk Kepulauan Riau sudah kami hitung dan dilakukan penetapan jumlah sebagaimana dimaksud didasarkan pada tugas dan fungsi kebimasislaman. Hal ini mengerucut pada kualifikasi penyuluh agama buta aksara Alquran, kerukunan umat, zakat, wakaf, perkawinan, penyalahgunaan narkoba dan produk halal. Namun, tetap menjalankan fungsi utama sebagai pembimbing ibadah, dan pelaku dakwah di tengah masyarakat,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Namun demikian untuk wilayah tertentu jumlah tersebut akan disesuaikan. Jika memang butuh lebih banyak tentu akan ditambah secara bertahap. Penempatannya diprioritaskan untuk daerah terpencil, daerah rawan konflik, daerah terdepan, daerah terluar dan daerah tertinggal. “Pelaksanaannya nanti akan terbuka dan dilakukan serentak secara nasional,” ujarnya.

Sementara itu, dalam lingkup Kanwil Kemenag Kepri, kata Marwin, mungkin hanya sebagai pelaksana saja karena soal paket akan disediakan dari Dirjen Bimas Islam Kemenag RI Jakarta. Soal jadwal rekrutmen, Marwin menjelaskan bahwa proses akan berlangsung sejak 24 sampai dengan 28 Oktober 2016 yang didahului dengan kegiatan sosialisasi seperti saat ini, pengumuman via media massa, dan pendaftaran.

Kemudian dilanjutkan pada bulan November akan dilakukan seleksi berkas, tes tulis, dan tes wawancara. Dan pada bulan Desember akan dilakukan pengumuman kelulusan, penerbitan SK PAI Non PNS, pengiriman tembusan SK dan pengangkatan PAI Non PNS.

Sementara itu Kasi Penais Kanwil Kemenag Kepri Ali Hasan Hasibuan mengatakan saat ini jumlah PNS di Kepulauan Riau masih jauh dari angka ideal. “Dengan rekrutmen ini akan ada pembenahan soal penyuluh agama Islam karena akan diutamakan mereka yang sarjana. Kemudian pemerintah juga semakin memperhatikan kesejahteraan penyuluh non PNS dengan menaikkan honorarium dari Rp 300 ribu per bulan menjadi Rp 500 ribu per bulan,” ungkapnya.

Hingga kini baru ada 798 penyuluh agama Islam Non PNS di Kepulauan Riau. Jumlah tersebut dirasa masih kurang sehingga perlu dibenahi tata kelolanya termasuk sebarannya di seluruh wilayah Kepulauan Riau sehingga lebih merata. (njs/kemenag/dbs)


Back to Top