Beri Perhatian ke Muslim Thailand, Pewaris Tahta Kerajaan Punya Kans Positif

gomuslim.co.id- Populasi Muslim di Thailand memang masih terbilang minoritas. Tetapi, hubungan komunitas muslim dengan putra mahkota di negeri gajah itu terbilang cukup baik. Apalagi pewaris tahta kerajaan Thailand putra Mahkota Maha Vajiralongkorn dikenal dekat dengan masyarakat muslim.

Pengganti Raja Thailand Bhumibol yang wafat pada usia 88 tahun ini memang dikenal kontroversial. Namun, akademisi Thailand menilai, Vajiralongkorn ternyata telah memberi banyak perhatian kepada masyarakat minoritas Muslim di selatan.

Baru-baru ini, Thailand secara resmi menetapkan duka selama satu tahun setelah raja terlama di dunia, Bhumibol, yang telah bertahta selama 70 tahun, meninggal pada hari Kamis 13 Oktober 2016 lalu. Vajiralongkorn (64) sendiri menyatakan meminta waktu untuk berduka sebelum dinobatkan sebagai raja.

Wakil Rektor Universitas Fatoni Patani, Thailand Selatan Ahmad Umar mengatakan Putra Mahkota Vajiralongkorn memberikan perhatian yang lebih kepada masyarakat minoritas di selatan. “Beliau banyak memberi perhatian pada masyarakat Islam, mengenai banyak hal dan memberi perhatian dan sokongan. Sebagai contoh, kampus Universitas Fatoni diresmikan (sekira 10 tahun lalu) oleh beliau, hubungan kita dengan putra mahkota sudah lama,” katanya beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, Ahmad menambahkan Putra Mahkota Thailand tersebut dianggap sebagai tokoh penting bagi masyarakat Muslim Thailand. “Kalau majelis peringkat negara, beliau merupakan seorang yang dituakan. Majelis agama Islam di Thailand punya hubungan baik dengannya,” tambahnya.

Sementara itu, Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha yang memegang kendali pemerintahan militer sejak menggulingkan pemerintah terpilih pada 2014 silam, mendesak agar berwaspada atas keamanan. Raja Bhumibol sendiri melakukan pendekatan halus dalam menghadapi kelompok militan yang memulai pemberontakan di selatan pada 2004.

Walaupun secara resmi berada di luar politik, Raja Bhumibol turun tangan saat negara itu mengalami ketegangan politik karena banyaknya kudeta. Selama ia bertahta, Raja Bhumibol mengalami 19 kudeta yang terjadi di negaranya. “Secara formal sebagai simbol. Namun raja punya pengaruh dalam menentukan arah politik di Thailand,” lanjut Ahmad.

Selain itu, Ahmad yang merupakan dosen pengajar kajian politik di kampusnya, mengungkapkan harapannya atas pengganti Raja Bhumibol. Ia menyebutkan bahwa pewaris tahta ini lebih positif dan bisa memahami isu di Thailand Selatan secara baik. “Konflik di Thailand selatan masih terjadi dan belum dilakukan dialog lagi menyusul kudeta dua tahun lalu,” tambahnya.

Di sisi lain, Raja Bhumibol sendiri banyak dihormati oleh warga Thailand dan bagi sebagian masyarakatnya, ia dianggap seperti semi dewa. “Bagi masyarakat Muslim di selatan, pandangan terhadap raja biasa saja dan perhatian (terhadap raja), juga biasa saja,” ujarnya.

Mantan senator di Patani, Worawit Baru menilai, Raja Bhumibol semasa hidupnya cukup memberikan perhatian pada kelompok minoritas Muslim di selatan. “Raja banyak berjasa, antara lain membantu tanah yang tak dapat digunakan dengan cara disuburkan, memberi kursus bagi anak-anak muda sehingga mendapat pekerjaan, memberikan sumbangan untuk sekolah-sekolah agama,” ujarnya.

Worawit menambahkan perhatian yang diberikan raja sangat membantu rakyatnya dalam mendapatkan kesejahteraan yang lebih baik. “Anak-anak muda dikirim ke Bangkok untuk mengikuti kursus (keterampilan) dan barang-barang yang dihasilkan seperti kerajinan tangan dibeli oleh kerajaan,” pungkasnya. (njs/dbs)


Back to Top