Kota Legendaris Jepang Ini Bersiap Sambut Wisatawan Muslim

gomuslim.co.id–  Kyoto merupakan kota yang terletak di Pulau Honshu, Jepang. Kota ini merupakan bagian dari daerah metropolitan Osaka-Kobe-Kyoto. Kyoto memiliki banyak situs bersejarah dan merupakan ibu kota Prefektur Kyoto.

Ibu kota istana (tojō) bernama Heian-kyō ditetapkan sebagai ibu kota pada tahun 794. Sebagai ibu kota (miyako), Heian-kyō menjadi pusat pemerintahan dan budaya Jepang. Pada masa itu, ibu kota disebut kyō no miyako yang selanjutnya berubah menjadi Kyoto. Di zaman dulu, Kyoto juga disebut Kyōraku, Rakuchū, atau Rakuyō.

Kyoto telah menjadi ibu kota kuno Jepang selama lebih dari seribu tahun. Kekayaan sejarah bersanding dengan tradisi, seni dan kerajinan, serta praktik budaya masih terus dilestarikan hingga saat ini. Kyoto juga diberkahi kecantikan alam. Wajah dan warna Kyoto pun bisa berubah-ubah mengikuti musim. Tak hanya itu, Kyoto juga menjadi tempat 17 situs warisan dunia Unesco. Berkaca dari hal diatas, sudah tentu aspek paling penting pada perekonomian Kyoto adalah pariwisata. Peninggalan kebudayaan yang terletak di kota ini merupakan tujuan wisata favorit bagi rombongan pelajar dari seluruh Jepang, selain banyak turis dari luar Jepang. Pada tahun 2007, pemerintah kota mengumumkan jumlah pelancong yang mengunjungi Kyoto, yang selalu mencetak rekor baru untuk 6 tahun berturut turut. Selain itu, kota ini juga terpilih sebagai kota terindah kedua di Jepang menurut survey loka. 

Tak heran, Kyoto lantas menjadi destinasi wisata yang terkenal ke seantero dunia. Berbagai wisatawan pun berdatangan tak terkecuali yang berasal dari negara Muslim. Seperti misalnya wisatawan yang berasal dari kawasan Teluk yang mayoritas adalah negara Muslim. Seperti dilansir dari publikasi Khaleej Times, jumlah wisatawan dari kawasan tersebut meningkat 37 persen pada 2015 dibandingkan tahun sebelumnya. 

Untuk merespons hal itu, berbagai hotel dan penginapan mencoba memenuhi kebutuhan wisatawan Muslim. Pada 2013, hotel Granvia Kyoto menjadi hotel pertama di Jepang bagian barat yang menawarkan makanan bersertifikat halal pertama. Hal itu diikuti oleh restoran Ukihashi yang mulai menyediakan halal pada April 2014. 

Dalam beberapa tahun terakhir, Granvia berupaya memberikan pelayanan terbaik untuk Muslim. Di antaranya yakni memberikan tanda kiblat di setiap ruangan kamar. Sajadah, Alquran, dan mini bar bebas alkohol juga tersedia. 

Mulai musim semi 2017, Granvia berencana melengkapi kamar tamu dengan peralatan mandi halal seperti shampoo, sabun, conditioner, dan sabun muka. "Kami percaya produk halal berkualitas tinggi baik tidak hanya untuk Muslim, tapi juga seluruh tamu kami," ujar Juru Bicara Granvia.

Sementara itu, berbicara mengenai umat muslim di Jepang sendiri jumlahnya tidak lagi sedikit. Hal ini juga diperkuat dengan banyaknya bangunan Masjid yang berdiri kokoh di negeri Matahari Terbit tersebut. Sepertihalnya Indonesia, di Jepang juga diberi kemudahan untuk setiap masyarakat dalam memilih agama. Tidak ada fanatisme, dan hal itu membuat islam berkembang bebas di negara tersebut. Jepang sendiri mulai banyak memiliki pemeluk Islam sejak usai perang dunia kedua. Banyak tentara yang dinas ke luar negerinya dan kembali dalam keadaan menjadi muslim. Saat itulah islam mulai berkembang subur di negeri ini. Dan seperti inilah kehidupan islam di Jepang. (ari/dbs)


Back to Top