Jalin Toleransi Antar Umat Beragama, Masjid Ini Wakili Bali dalam Lomba Masjid Percontohan Nasional

gomuslim.co.id-  Masjid merupakan sarana untuk ibadah bagi kaum Muslim. Namun, fungsinya tidak hanya sebatas itu, Masjid juga diyakini dapat membangun ekonomi umat. Hal ini karena kemakmuran Masjid sangat didukung dengan ekonomi jemaah yang kuat. Selain itu, Masjid juga memiliki peran penting dalam menjaga toleransi beragama khususnya di Indonesia

Baru-baru ini, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Dir. Urais Binsyar) Kementerian Agama RI mengunjungi Masjid Besar Al-Hidayah Candikuning, Tabanan. Kedatangannya itu dalam rangka menjadi anggota tim penilai masjid besar percontohan nasional. “Kami hanya ingin melihat bagaimana Masjid ini menjadi contoh yang baik dalam membangun peradaban di Masyarakat,” katanya.

Selain itu, kunjungan tersebut juga dalam rangka penilaian dan verivikasi faktual atas profil Masjid Besar Al-Hidayah Candikuning. Masjid ini akan mewakili Provinsi Bali pada lomba Masjid besar percontohan nasional. “Kita tahu bahwa di Bali ini Masjid besar tidak sebanyak di pulau lainnya, namun kita punya ciri khas,” ujarnya.

Pjs Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali I Nyoman Lastra M. Ag, Kepala Seksi Bimas Islam Kanwil Kemenag Bali Nurkhamid MEd, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tabanan AA Gede Manguningrat M. Ag, muspika, dan jajaran terkait turut hadir mendampingi tim penilai. Kedatangan tim penilai disambut hangat oleh pengurus masjid dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, I Nyoman Lastra mengatakan, Masjid Besar Al-Hidayah dinilai berhasil mengambil peran strategis dalam menjaga toleransi antar umat beragama. Menurutnya,  keberagaman bukan hal baru terjadi di Bali, khususnya di Desa Candikuning. Selain itu, tim penilai juga mengapresiasi terhadap keseriusan pengurus Masjid dalam mengikuti proses penilaian. “Menjadi juara bukan tujuan utama, tapi kalau dapat nomor terkecil syukurlah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Masjid Besar Al-Hidayah, Ahmadin, mempresentasikan profil Masjid Besar Al-Hidayah yang berbasis pemuda dengan visi menjadikan Masjid sebagai rumah paling nyaman di dunia. “Masyarakat melalui Ketua Nadzir Wakaf TGH. Moch Anwar Bick mempercayakan kepengurusan masjid kepada para pemuda,” ujarnya.

Tim penilai mengapresiasi program pemakmuran, khususnya program Malam Kamis Silaturrahmi (MAKASI). Sebuah program kampanye memakmurkan dan dimakmurkan masjid. Sementara dari sisi penataan, tim juga memuji ornamen bangunan yang mengadopsi kearifan lokal budaya Bali.

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Muhammad Tambrin mengatakan, bahwa lomba masjid percontohan merupakan wujud apresiasi pemerintah terhadap takmir masjid. Ia kemudian mengajak semua pihak untuk menjadikan Masjid sebagai pusat dakwah bil hikmah wa mauidzotil hasanah. “Mari kita jadikan Masjid sebagai pusatnya Islam yang rahmatan lil alamiin,” katanya.

Selepas acara, mantan Kakanwil Kalimantan Selatan tersebut berkesempatan mengisi khutbah jumat di Masjid Besar Al-Hidayah Candikuning. “Semoga dengan adanya lomba ini, masyarakat dapat lebih sadar untuk memakmurkan masjid bersama-sama, karena Masjid tidak hanya jadi tempat Ibadah, tapi tempat sosial yang bisa membawa berkah,” tuturnya.

Sebagai informasi, lomba tingkat Nasional ini diikuti sekitar 5.400 masjid se-Indonesia. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memakmurkan Masjid. Selain itu, perlombaan juga sebagai wujud apresiasi bagi takmir masjid yang serius menjalankan dakwah kepada masyarakat. (njs/dbs)


Back to Top