Perluas Wilayah Layanan, Bank Jateng Buka Kantor Cabang Pembantu Syariah di Boyolali

gomuslim.co.id- Perbankan syariah memiliki ruang besar untuk terus berkembang dan meningkatkan pangsa pasar. Sejalan dengan penduduk Indonesia yang sebagian besar Muslim, potensi perbankan syariah dinilai masih sangat tinggi. Tuntutan masyarakat untuk menggunakan produk dan jasa syariah menjadi salah satu alasan bagi bank konvensional membuka cabang syariah.

Baru-baru ini, Bank Jawa Tengah (Jateng) membuka Kantor Cabang Pembantu Syariah Boyolali guna menjawab keinginan masyarakat. Pembukaan cabang sendiri menjadi hal positif bagi bank mengingat kesadaran masyarakat untuk menggunakan produk berbasis syariah terus mengalami peningkatan.

Direktur Utama Bank Jateng, Supriyatno mengungkapkan potensi perbankan syariah di Indonesia sangat besar. Hal demikian tentu karena pemahaman masyarakat tentang bisnis syariah yang semakin membaik. “Kami terus berkomitmen untuk memperluas layanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya Selasa (18/10).  

Lebih lanjut, Supriyatno menjelaskan saat ini ada empat Kantor Cabang Syariah. Tujuh kantor cabang pembantu, tujuh kantor kas dan 145 layanan syariah di setiap kantor layanan Bank Jateng di seluruh Jawa Tengah. Tahun 2016 ini, selain Kantor Cabang Pembantu di Boyolali, juga akan dibuka empat kantor cabang pembantu yaitu di Klaten, Tegal, Salatiga dan Cilacap.

“Seluruh upaya tersebut adalah komitmen manajemen Bank Jateng dalam mendorong dan mengembangkan Bank Syariah di Jateng. Saya berharap dengan dibukanya cabang pembantu syariah ini, masyarakat dapat terfasilitasi dalam setiap melakukan bisnis yang sesuai dengan syariat Islam,” katanya.

Supriyatno menambahkan sejak dikenalkan tahun 2008 lalu, Unit Usaha Syariah Bank Jateng telah menunjukkan kinerja yang menggembirakan. Pada akhir September 2016, posisi aset mencapai Rp 1,89 triliun atau mampu tumbuh sebesar 49,64 persen dari posisi sama di tahun 2015.

Angka pertembuhan aset tersebut lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan aset bank syariah nasional yang pada posisi Juli 2016 tercatat sebesar 18,49 persen. Pertumbuhan aset didukung penghimpunan dana dari pihak ketiga sebesar Rp 1,04 triliun atau tumbuh 41,54 persen.

Kinerja pembiayaan Syariah juga tumbuh sebesar 30,95 persen atau Rp 1,12 triliun. Kinerja pembiayaan juga diimbangi dengan rendahnya rasio pembiayaan bermasalah atau NPL yang hanya sebesar 0,96 persen. “Laba Bank Jateng Syariah juga sangat membanggakan yaitu, mampu mendapatkan laba sebesar Rp 34,6 miliar atau sebesar 149 persen dari target,” ujarnya.

Tahun ini Bank Jateng Syariah juga mendapatkan sejumlah penghargaan. Antara lain, Indonesia Business Market Leader Award 2016 kategori The Most Leading Company In Sharia Banking Service of The Year. Selain itu meraih penghargaan Infobank The Best Sharia Financing Award 2016 kategori bank syariah beraset Rp 1 trilun- Rp 5 trilun.

“Diharapkan, pembukaan Kantor Cabang Pembantu Syariah Boyolali ini dapat memberikan pelayanan perbankan syariah secara optimal kepada masyarakat Boyolali dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo, Bandoe Widiarto berharap keberadaan Kantor Cabang pembantu ini mampu memberikan layanan kepada masyarakat. Sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Apalagi Boyolali tercatat memiliki pertumbuhan ekonomi hingga 6,08 persen. “Angka tersbut melebihi pertumbuhan ekonomi rata- rata di Jateng sebesar 5,4 persen dan nasional yang sebesar 4,1 persen,” katanya.

Bupati Seno Samodro menyatakan kawasan sepanjang jalan Pandanaran yang juga ditempati Kantor Cabang Pembantu Syariah Boyolali, kini telah tumbuh menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat. Selain perbankan, juga tumbuh kawasan pertokoan hingga warung makan yang ramai setiap hari. (njs/dbs)


Back to Top