Kini UMKM Jawa Barat Bisa Urus Label Halal Gratis

gomuslim.co.id– Geliat industri halal di tanah air semakin berkembang. Hal ini ditujukan dengan mulai bermunculannya para pengusaha yang menjajakan produk halal dan mulai mendapatkan label halal, meskipun banyak juga para pelaku usaha yang belum memilikinya dengan berbagai macam alasan. Industri halal di Indonesia juga tidak melulu berasal dari sektor pangan saja, banyak juga yang berasal dari sektor fashion, serta tidak ketinggalan industri kosmetik halal yang mulai memeriahkan tren global ini.

Namun, ketidakmampuan para pelaku usaha khususnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk memiliki sertifikat halal juga menjadi salah satu hambatan sekaligus tantagan untuk mgembangkan usaha.

Bagi para pelaku usaha, kekhawatiran mendaftaran diri untuk memiliki label halal terbilang tinggi. Ada yang khawatir karena dana yang dikeluarkan tak sedikit, ada juga yang mengeluh bahwa prosesnya terbilang rumit. Para pelaku usaha di kawasan Jawa Barat saat ini bisa bernafas lega, pasalnya kini untuk memiliki label halal bukanlah hal yang sulit. Selain caranya mudah, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat dan bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) mempermudah pengurusan label halal dengan tanpa dipungut biaya alias gratis.

Namun, mengurus label halal tanpa biaya dalam mendapatkan label halal lebih dikhususkan bagi para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah yang sementara baru tersedia di wilayah Jawa Barat. Mereka hanya perlu mendaftar serta memenuhi berbagai syarat yang disediakan.

"Kami bekerja sama dengan pihak MUI, jadi ada syarat-syarat yang tentunya harus dipenuhi untuk mendapatkan label halal tersebut," ujar Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Indag Jawa Barat, Bismark beberapa waktu lalu.

Bismark menjelaskan label halal sangat penting dimiliki oleh para pelaku usaha sebagai identitas bahwa produk tersebut layak dikonsumsi oleh kaum Muslim. Khususnya di Indonesia yang mayoritas masyarakatnya beragama Islam. Lebih lanjut, pemberlakuan label halal secara gratis ini, kata dia, merupakan upaya untuk memberikan kesempatan bagi para pelaku UMKM untuk mengembangkan bisnis yang lebih luas dan lebih besar lagi.

"Kekhawatiran soal iuran halal yang mahal dan lain-lain itu masih terkendala. Nah, dengan gratis ini harus dimanfaatkan. Jangan kalah sama negara tetangga (Thailand) yang produk buatannya sudah banyak yang halal, padahal bukan negara mayoritas penduduk Muslim," jelasnya.

Padahal, Bismark melanjutkan Thailand yang 80 persen masyarakatnya notabene bukan Muslim justru memiliki tingkat kesadaran akan label halal yang terbilang tinggi.

"Thailand itu bukan negara mayoritas Muslim, tapi produk halalnya banyak. Masa kita kalah yang mayoritas penduduknya Muslim. Makanya kami tekankan untuk mengikuti program label halal ini," ujarnya.

Sebelumnya, inisiasi semacam ini juga telah dilakukan oleh Dinas Koperasi Perindustrin dan Perdagangan (Diskoperindag) kota Palangka raya, kalimantanTengah. Diskoperindag Palangka raya membantu sekitar 20 UMKM untuk mendapatkan label halal atas prduk yang mereka jual dan diharapkan dapat meningkatkan daya saing para UMKM tersebut di mata Internasional. (ari/dbs)


Back to Top