Muslimah Toronto Tekuni Ilmu Bela Diri

gomuslim.co.id- Muslimah Toronto mengambil sikap tegas terhadap penyebaran kebencian pada umat Muslim di Kota itu. Bentuk perlawanan terhadap tindakan yang mengancam keselamatan Muslimah adalah dengan menekuni latihan seni bela diri. Kekhawatiran ini muncul ketika ramai diperbincangkan terkait retorika anti-Muslim yang diutarakan oleh seorang calon presiden di Amerika. Inilah konsekuensi dari adanya kampanye pemilihan umum Amerika Serikat 2016 ini.

Nafiza Aziz menceritakan, bahwa ia pernah merasa sangat ketakutan, ketika ada seseorang yang memintanya pergi dari Amerika. Padahal kejadian itu telah setahun berlalu, tapi selalu diingatnya. Karena itu Nafiza khawatir akan terjadi hal yang lebih membahayakan dirinya. Ia pun khawatir mengenai keselamatannya, khususnya sebagai wanita Muslim.  

Kali ini, ia pun bisa menghadapi masalah dengan kemampuannya sendiri. Ia mengubah dirinya dengan memulai hidup secara Islam. Ia pun mengubah Butik Islamic Lifestyle miliknya yang berada di Mississauga, sebuah Kota Kecil di Selatan Ontoria, Toronto. Tempat ini ia jadikan sebagai pusat pemberdayaan perempuan Muslim. Akhirnya, para muslimah berlatih dengan bantuan seorang seniman bela diri yang mengenakan jilbab dan memiliki sabuk hitam karate dan taekwondo,yakni Ryhanna Dawood.

"Saya memang belum mengalami penyerangan, akan tetapi saya merasa sesuatu yang buruk bisa saja terjadi," kata Aziz pada CBC News. Dia khawatir bahwa bahasa kampanye pemilihan umum akan membuat sentimen anti-Muslim.  Hal ini tidak terlalu mengada-ada, menurut Aziz banyak insiden yang telah terjadi sehingga membuat cemas. Contohnya peristiwa yang tidak mengenakan itu adalah, seperti diceritakan, pemegang dua sabuk hitam bela diri Ryhanna Dawood, kepada stasiun televisi setempat. Kemudian juga, seorang wanita Muslim dipaksa untuk pergi kenegaranya ketika berada di dalam bus. Parahnya lagi, Masjid Calgary telah dua kali dirusak orang tak dikenal selama seminggu ini.

Karena itulah, Muslimah Toronto ini menyadari betapa pentingnya melatih ilmu bela diri. Hal tersebut  dilakukan sebagai pertahanan diri. Itulah mengapa dia mengatakan kebutuhan untuk kelas pertahanan diri seperti yang ada di Modah, itu sangat nyata.
"Saya merasa sekarang ini seperti sedang menunggu hal-hal yang buruk, kemudian barulah kita hadapi. Tentu kita tidak bisa membiarkan kejadian buruk itu tiba saat kita lengah," kata Ryhanna.

Seperti dilansir cbc news Canada, Instruktur Ryhana Dawood setuju agar Muslimah berlatih bela diri. Pemain berusia 28 tahun itu telah mengajar pertahanan diri untuk perempuan Muslim di masjid di seluruh Toronto, selama delapan tahun terakhir. Ia pun menyatakan bahwa permintaan untuk berlatih bela diri telah meningkat pesat sejak tahun lalu.

“Pada akhir hari-hari yang Anda  jalani, adalah senjata terkuat Anda, tidak peduli situasi yang  anda alami,” ujar Artis bela diri Ryhana Dawood. Ia pun melanjutkan bahwa banyak wanita  merasa tidak aman, karena mayoritas perempuan menghadapi masalah kekeransan. "Tapi segala tekanan, ketakutan, makin menumpuk dan menambah keresahan Muslimah.

Kemudian Aziz menuturkan, bahwa ia mengetahui bela diri ini dari seorang instruktur bela diri di Greater Toronto Area, juga menyediakan bela diri untuk perempuan Muslim. Tentu yang melatih pun seorang Muslimah. Diantaranya adalah Umma Martial ArtsSeni.  Bela Diri ini sebagian besar mempelajari ilmu pertahanan diri di Toronto. Salah satu kegigihan Dawood dalam mengajar ialah dengan memberikan semangat pada Muslimah, harus berbuat lebih besar dan mampu bekerja keras.

"Anda tidak perlu menjadi orang terkuat, Anda tidak perlu menjadi orang tertinggi, Anda hanya menggunakan kekuatan yang Anda miliki secara individual," ujar Dawood. Ia pun lantar menambahkan bahwa dirinya sering memulai kelas dengan meminta murid-muridnya untuk berpikir senjata apakah yang terkuat dalam diri mereka.

Pernyataan Dawood ini mejadi menarik karena tidak satu pun dari mereka yang pernah mengatakan kata hati mereka. Akan tetapi pada akhirnya, kata hati adalah senjata terkuat Anda. Tidak peduli, dengan situasi yang ada di dalam diri.

Pesan Aziz tidak hanya untuk perempuan Muslim dewasa, akan tetapi, anaknya yang yang masih kecil ini pun harus belajar bela diri juga. Anda tidak ingin anak Anda untuk berpikir bahwa seseorang bisa datang kepada mereka dan hanya menyerang mereka keluar dari biru. Akan tetapi, ketika Azis mengetahu apa yang terjadi dengan temannya. Dari situlah Aziz  menyadari, kemungkinan terbesar bisa saja terjadi.

Karena itulah Azis dan Dawood telah membuka kelas untuk anak-anak yangberusia 8 tahun.  
Tidak ada yang merasa perlu untuk mengatakan apa-apa atau mengambil sikap. “Jadi, ketika tidak ada dukungan dari lingkungan sekitar tempat yang kita tinggali, kita hanya perlu menangani hal itu seorang diri,” kata Dawood.

Dawood merupakan instruktur khusus untuk Muslimah di Umma Martial Arts, yang merupakan sekolah bela diri di Kanada. Tujuannya adalah untuk memberdayakan perempuan untuk belajar seni bela diri. Di Umma menekankan pada peningkatan peningkatan fleksibilitas melalui peregangan dan meditasi, peningkatan kondisi fisik melalui pelatihan rutin, keterampilan pertahanan diri melalui skenario berdasarkan situasi, menyelesaikan konflik eksternal dan internal, pengurangan stres, kesadaran diri, persepsi diri, dan pemberdayaan.

Sejak adanya instruktur perempuan, merupakan bukti bahwa perempuan Muslim dapat melakukan seni bela diri, dan menerapkan dengan baik dalam hidupnya. Program ini akan memungkinkan perempuan dari segala usia, kemampuan dan latar belakang untuk belajar seni bela diri di lingkungan yang aman dan nyaman. Di kelas berbasis kebugaran ini Muslimah akan belajar seni bela diri dan teknik pertahanan diri sambil meningkatkan kekuatan diri sendiri, sehingga menjadi orang yang fleksibel, penuh kepercayaan diri dan merasa nyaman. (iys/dbs)

 


Back to Top