Kini Gaya Hidup Halal Jadi Tren Dunia

gomuslim.co.id- Kesadaran umat Islam dalam mengonsumsi dan menggunakan produk halal saat ini cukup tinggi. Beberapa penelitian atau survei pasar, terutama di pasar produk halal, terlihat bahwa pasar global untuk produk halal terus tumbuh dan berkembang. Keadaan ini didorong oleh meningkatnya konsumsi di negara muslim besar seperti Indonesia.

Kehalalan makanan dan sebuah produk adalah hal yang sangat penting bagi umat Islam. Selain itu, Islam juga mengharuskan dalam memilih makanan di samping halal adalah baik. Baik itu membantu konsumen untuk memastikan bahwa makanan mempengaruhi status kesehatan mereka. Kesadaran menggunakan kosmetik dan produk farmasi yang memenuhi persyaratan halal juga sekarang makin meningkat.

Gaya hidup halal menjadi kebutuhan setiap muslim di semua aspek kehidupan. Selain itu, gaya hidup halal juga menjadi syiar gaya hidup sehat dan berlandas nilai-nilai kebaikan. Banyak nilai Islam yang dinilai universal dan tidak berseberangan dengan banyak pihak, termasuk Barat.

Di sisi lain, saat ini gaya hidup halal bukan lagi hanya monopoli Muslim dan agama tertentu saja. Gaya hidup tersebut sudah menjadi tren masyarakat dunia. Mulai dari pangan dan produk halal seperti pangan, pariwisata halal, mode, keuangan, fesyen, kosmetik, dan obat-obatan halal sudah menjadi perhatian masyarakat internasional.

Direktur Eksekutif Indonesia Halal Watch (IHW) Ikhsan Abdullah mengatakan gaya hidup tersebut sudah menjadi tren masyarakat dunia. “Saat ini pilihan masyarakat telah bergeser dari memilih produk murah dan sehat ke pangan dan produk yang aman sehat dan halal. Karena, produk yang halal di samping telah terjamin kesyariahannya, juga diyakini mengandung keberkahan,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, Ia mengatakan, berbagai negara kini berlomba-lomba membangun industri halal guna pemenuhan pasar Muslim dunia yang potensinya sangat besar. Di antaranya Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Timur Tengah, Turki, Rusia, Afrika, dan negara-negara Eropa.

Menurut Ikhsan, Indonesia sebagai negara dengan negara berpenduduk Muslim terbanyak harus mampu menjadi negara pengekspor pangan dan produk halal di pasar dunia. “Kita bisa menata kembali komoditas ekspornya dengan membangun industri yang berbasis bahan pangan dan produk halal guna menggerakkan kembali ekspor kita yang selama ini terpuruk,” katanya.

Sebab itu, ia menekankan, pemerintah wajib melaksanakan Undang-Undang Jaminan Produk Halal, yakni UU No 33 Tahun 2014 dengan segera menerbitkan peraturan pelaksanaannya dan regulasi lainnya. Selain itu, pemerintah juga sebaiknya segera membangun infrastruktur industri halal, seperti pelabuhan, kargo udara, kawasan industri dan logistik halal, seperti juga yang saat ini telah dan sedang dibangun oleh Malaysia, Singapura, Brunei, Cina, Taiwan, Korea Selatan, Jepang, dan Thailand.

Ikhsan mengatakan, negara-negara tersebut saat ini sangat serius menciptakan regulasi dan infrastruktur industri halal guna mendorong peningkatan pangan dan produk halal mereka di pasar global. Pengalaman dari Malaysia dan Singapura, produk halal yang diekspor negara-negara tersebut melejit hingga mencapai 25 persen dari total nilai ekspornya selama 10 terahir ini.

Sementara itu, pada September lalu, laman Bloomberg sempat melaporkan merebaknya bisnis makanan halal di AS. Bloomberg mengutip pembuat aplikasi panduan restoran halal di AS, Zabihah, Shahed Amanullah mengklaim hanya menemukan 200 tempat yang menyajikan makanan halal ketika ia mulai membuat Zabihah pada 1998. Kini, Zabihah bisa menelusuri sekitar 7.600 restoran yang menyajikan makakan halal. “Makanan adalah medium luar biasa untuk berbagi budaya,” kata Amanullah.

Menurutnya, AS memiliki kultur makanan sendiri. Isu etika terhadap hewan kini menjadi arus utama. Dalam hal ini, Islam mengajarkan umatnya untuk memperlakukan hewan dengan baik, termasuk saat penyembelihan.

Pada hampir semua rantai pasok pangan di AS, produk halal menunjukkan pertumbuhan nyata. Perusahaan riset, Nielsen, memprediksi, penjualan pangan halal di toko-toko ritel dan sejenisnya mencapai 1,9 miliar dolar AS selama 12 bulan per Agustus 2016. Angka ini naik 15 persen dibandingkan 2012.

Sedangkan, Islamic Food and Nutrition Council of America memperkirakan, secara keseluruhan dari restoran hingga supermarket, penjualan produk halal diproyeksikan mencapai 20 miliar dolar AS tahun ini atau naik sepertiga dibandingkan 2010.

Pionir perusahaan makanan organik dan alami asal AS, Whole Foods Market Inc, menilai produk halal sebagai salah satu produk yang berkembang pesat di AS. Whole Foods bahkan menggelar promo Ramadhan sejak 2011.  

Pasar produk makanan halal pasarnya sangat besar yaitu mencapai US$1.128 miliar yang merupakan 17% dari pasar global, disusul oleh sektor finansial US$1.814 miliar. Indonesia merupakan konsumen terbesar untuk produk halal disusul oleh Turki, Pakistan, Mesir, Bangladesh, Iran, Saudi Arabia, Nigeria, Rusia dan India. (njs/dbs)


Back to Top