Lewat Program BOD Mengajar, Bank Syariah Bukopin Edukasi Keuangan Syariah di Kalangan Mahasiswa

gomuslim.co.id- Pendidikan dan pengenalan produk keuangan berbasis syariah perlu dilakukan. Hal ini untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat akan pentingnya bisnis halal yang sesuai dengan syariat Islam. Selain itu, adanya sosialisasi yang rutin merupakan langkah untuk mengembangkan keuangan syariah di Indonesia.

Baru-baru ini, Bank Syariah Bukopin (BSB) melakukan edukasi dan literasi keuangan syariah di kalangan mahasiswa melalui program kuliah umum dengan nama Board of Director (BOD) Mengajar. Dengan adanya program ini diharapkan para mahasiswa dapat mengenal perbankan syariah dan mengetahui strategi dalam memasarkan produk perbankan syariah.

Direktur Bisnis BSB Aris Wahyudi dalam keterangan tertulisnya mengatakan, pengenalan literasi keuangan syariah perlu dilakukan mengingat belum semua kalangan mengenal produk syariah. “Kami berharap dengan adanya kuliah umum ini dapat menjadikan bekal bagi para mahasiwa, khususnya yang ingin terjun ke perbankan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Aris menjelaskan, program BOD Mengajar ini merupakan salah satu program inklusi keuangan BSB yang sejalan dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), untuk memasarkan produk keuangan secara nasional. Belum lama ini, BOD Mengajar mengadakan kuliah umum di Fakultas Pertanian Universitas Padjajaran Jatinangor, Jawa Barat, dan di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar, Sulawesi Selatan.  

“Kuliah umum ini juga merupakan program Edukasi yang dicanangkan BSB dengan nama Board Of Director (BOD) Mengajar.  Adanya program BOD Mengajar diharapkan mahasiswa di kampus ini mengetahui apa itu perbankan syariah dan dapat lebih mengenal bank syariah lebih dekat,” katanya.

Selanjutnya, Aris mengungkapkan adanya pengenalan perbankan dengan sisten syariah ini diharapkan mahasiswa juga dapat memahami apa fungsi bank syariah, perbedaan dengan perbankan konvensional. Selain itu, dijelaskan juga mengenai perbedaan menggunakan bunga, dimana beban ditanggung oleh nasabah itu sendiri, serta sistem syariah atau sistem bagi hasil beban ditanggung antara pihak bank dan nasabah itu sendiri.

“Harapannya kedepan dengan program berkelanjutan BoD Mengajar ini, nantinya masyarakat bisa semakin mengenal dan terus merasa dekat dengan produk dan jasa layanan perbankan syariah,” tuturnya.

Aris menambahkan, secara year on year pertumbuhan BSB sampai September 2016 masih di atas industri. Hingga September 2016 aset BSB naik 25,6 persen menjadi Rp 6,68 triliun dan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) juga mengalami peningkata sebesar 25 persen yakni senilai Rp 5,43 triliun.

Sementara itu, laba sampai September 2016 mengalami kenaikan 81,84 persen dengan nilai Rp 45,82 miliar, dan pembiayaan juga meningkat 24 persen menjadi sebesar Rp 4,77 triliun. Aris mengatakan, faktor yang menjadi pendorong dalam meningkatkan laba BSBS yakni ekspansi dan tetap berkomitmen untuk menjalankan penyelesaikan pembiayaan bermasalah.

Sampai saat ini, BSB tetap fokus untuk memberikan pembiayaan di sektor pendidikan dan kesehatan. Sementara itu, pembiayaan untuk perdagangan maupun yang terkait dengan daya beli masyarakat dilakukan secara selektif. Dalam melayani nasabah, BSB didukung oleh jaringan kantor sebanyak 23 outlet, 74 Kantor layanan Syariah, dan jaringan ATM yang meliputi ATM Bank Syariah Bukopin, ATM jaringan Bank Bukopin, dan ATM Jaringan Prima. Rizky Jaramaya. (njs/dbs)

 


Back to Top